
Yogyakarta, 3 Mei 2024 - Pemerintah telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp1,2 triliun dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp8,38 miliar hingga akhir Maret 2024 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal itu merupakan bukti kehadiran negara untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY.
Data tersebut disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY, Agung Yulianta dalam acara “Press Conference Perkembangan Fiskal Ekonomi Regional DIY untuk Realisasi s.d. 31 Maret 2024” yang digelar di Kantor Kanwil DJPb DIY, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (30/4/2024).
“Penyaluran KUR sampai dengan 31 Maret 2024 sebesar Rp1,2 triliun kepada 22.323 debitur,” kata Agung di depan awak media.
Dia menjelaskan penyaluran KUR terbesar hingga Maret 2024 ada di Kabupaten Sleman dan Bantul. Sampai tanggal 31 Maret 2024, penyaluran KUR di Kabupaten Sleman sebesar Rp367,21 miliar kepada 6.108 debitur. Sedangkan penyaluran KUR pada Kabupaten Bantul mencapai Rp321,09 miliar kepada 5.954 debitur.
Berdasarkan sektor, Perdagangan Besar dan Eceran masih mendominasi penyaluran KUR sampai dengan Maret 2024 dengan jumlah Rp477,92 miliar atau 39,70% dari total penyaluran KUR di DIY. Disusul sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan dengan penyaluran sebesar Rp248,08 miliar atau 20,62%.
“Sedangkan penyaluran UMi sampai dengan 31 Maret 2024 telah terealisasi sebesar Rp8,38 miliar untuk 1.973 debitur,” tuturnya.
Berdasarkan per wilayah kota/kabupaten, penyaluran UMi terbesar ada di Kabupaten Bantul dengan penyaluran Rp3,41 miliar kepada 791 debitur.
Agung menegaskan belanja negara yang berkualitas, merupakan bentuk kehadiran negara melalui dukungan APBN untuk penguatan ekonomi, sekaligus meningkatkan ketahanan fiskal dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang masih perlu diwaspadai.




