JALAN SOLO KM 8.6 NAYAN, MAGUWOHARJO, DEPOK,SLEMAN, YOGYAKARTA

KODE  POS :  55282

Kepala Kanwil DJPb DIY: Peran APBN untuk Gunung Kidul dan DIY Luar Biasa

Yogyakarta, 2 Mei 2024 - Kepala Kantor Perwakilan (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Agung Yulianta menegaskan dukungan APBN untuk Kabupaten Gunung Kidul dan Provinsi DIY begitu luar biasa. Terutama untuk mendukung perekonomian Gunung Kidul dan DIY yang mengandalkan sektor pariwisata.

 

Hal itu disampaikan Agung saat mengunjungi Desa Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul, DIY yang berada di kawasan wisata Gunung Api Purba pada Kamis (2/5/2024). Kunjungan dilakukan bersama dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu, Luky Alfirman beserta jajaran dan petinggi sejumlah Special Mission Vehicle (SMV) di lingkungan Kemenkeu yakni PT Sarana Multigriya Financial (SMF) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

 

"Dari APBN yang ke Yogyakarta itu sekitar Rp25 triliun, Rp10,5 triliun di antaranya merupakan Transfer ke Daerah (TKD). Sebanyak Rp1,4 triliun khusus untuk Gunung Kidul. Sedangkan dana desa untuk Gunung Kidul itu ada Rp179 miliar untuk tahun 2024. Dan dana desa untuk Desa Nglanggeran ini sekitar Rp800-an juta. Jadi peran APBN di Gunung Kidul dan DIY ini luar biasa, mungkin hampir 85% APBD DIY itu dari TKD dan dana desa," ujar Agung.

 

Selain itu, dukungan pemerintah untuk perkembangan ekonomi regional tak hanya hadir lewat APBN, tetapi juga melalui pembiayaan Ultra Mikro atau UMi yang disalurkan oleh PIP. Dia berharap semua dukungan sumber dana itu bisa digunakan untuk menggerakkan perekonomian daerah.

 

"Di tahun 2024 ini baru sekitar 400 debitur yang mengakses dana dari PIP, mudah-mudahan bisa meningkat lagi. Selain itu juga ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa diakses lewat perbankan, di mana negara juga hadir melalui pemberian subsidi bunganya. Mudah-mudahan semua sumber biaya ini betul-betul bisa dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan ekonomi Gunung Kidul," tuturnya.

 

Tak berhenti sampai di situ, Agung menjelaskan Kanwil DJPb DIY mendapatkan tugas dari Menteri Keuangan untuk memantau seberapa jauh peran APBN ini bermanfaat langsung untuk masyarakat di daerah. Agung melihat Gunung Kidul memiliki potensi untuk mendorong perkembangan ekonominya agar seimbang dengan wilayah lain di DIY seperti Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

 

"Secara ekonomi, memang Gunung Kidul ini perlu dipacu lebih kencang supaya nanti bisa mengimbangi perkembangan ekonomi di daerah utara, terutama di Kota Yogyakarta dan Sleman. Sekali lagi, kami siap sebagai perwakilan Menteri Keuangan di daerah untuk mengawal serta mendukung Bapak/Ibu semuanya di Gunung Kidul dan di Nglanggeran," ucapnya.

 

Diketahui, Desa Nglanggeran pernah masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia versi Global Green Destinations Days pada 2018 karena keindahan alamnya yang mempesona. Selain itu, desa tersebut juga menjadi salah satu perwakilan Indonesia sebagai Desa Wisata Terbaik (Best Tourism Village) dari Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) pada tahun 2021.

 

Selain keindahan alamnya serta berbagai fasilitas pendukung seperti homestay, rumah makan, Griya Batik, dan Griya Spa, Desa Nglanggeran juga tengah mengembangkan perkebunan kakao. Bahkan perkebunan tersebut juga dilengkap pengolahan kakao dari hulu hingga hilir.

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

 IKUTI KAMI

 PENGADUAN

 

Search