JALAN SOLO KM 8.6 NAYAN, MAGUWOHARJO, DEPOK,SLEMAN, YOGYAKARTA

KODE  POS :  55282

DJPPR Kemenkeu Ungkap Keuntungan Berinvestasi di SBN Ritel, Apa Saja?

 

Yogyakarta, 27 Mei 2024 - Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkap sejumlah keuntungan berinvestasi dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) Ritel, khususnya bagi investor muda atau pemula. Hal itu disampaikan mengingat jumlah investor muda yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

 

Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPR, Deni Ridwan menyebut setidaknya ada 4 keuntungan berinvestasi dalam bentuk SBN Ritel. Yang pertama, SBN Ritel dijamin oleh negara sehingga termasuk dalam jenis investasi yang aman. Kedua, hasilnya menarik karena menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan deposito.

 

"Pemerintah juga memberikan insentif perpajakan yang menarik. Seperti diketahui, bunga atas penghasilan (PPh) deposito sekitar 20 persen, tapi kalau bunga PPh SBN sekitar 10 persen. Hasil lebih tinggi tapi pajak rendah," ucapnya dalam acara "Edukasi dan Sosialisasi Pembiayaan APBN dan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel" di Gedung Treasury Learning Center (TLC) kawasan Malioboro, Yogyakarta pada Rabu (22/5/2024).

 

Terakhir, Deni menegaskan berinvestasi pada SBN Ritel berarti ikut berpartisipasi dalam pembiayaan APBN. Dia menjelaskan peningkatan literasi mengenai investasi, terutama lewat SBN Ritel perlu terus digalakkan mengingat terus tumbuhnya investor muda. Menurut catatan DJPPR, sebagian besar atau 40% investor SBN Ritel merupakan generasi Milenial. Di Yogyakarta, minat generasi muda untuk berinvestasi di SBN Ritel terus meningkat, apalagi Yogyakarta termasuk salah satu provinsi dengan pemesan SBN Ritel terbesar di Indonesia.

 

Deni juga mengungkap Kemenkeu terus melakukan inovasi agar investasi lewat SBN Ritel bisa semakin mudah dan mampu dijangkau berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya pemesanan SBN Retail lewat platform online yang sudah dilakukan sejak 2018.

 

"Kami juga sudah menurunkan minimal investasi yang dulunya paling sedikit Rp5 juta menjadi Rp1 juta. Lalu tenor yang dihadirkan lebih banyak, kalua dulu satu penawaran hanya satu tenor, saat ini minimal ada dua tenor dalam satu penawaran. Tentu ini membuat opsi berinvestasi menjadi lebih menarik," ucapnya.

 

Inovasi-inovasi itu lah yang mendorong meningkatnya jumlah investor maupun nilai yang diinvestasikan. Hingga saat ini, pertumbuhan nilai SBN Ritel mencapai 30%. Pada tahun 2022, total nilai penerbitan SBN Ritel RP107 triliun dan tumbuh pada tahun 2023 menjadi Rp147 triliun. Lalu jumlah investor dengan nilai investasi Rp1 juta meningkat signifikan sekitar 3.000-5.000-an investor. Tentu ini menunjukkan SBN Ritel sebagai instrument investasi yang menarik dan menjadi alternatif bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi.

 

"Menariknya, 52% investor SBN Ritel di Indonesia merupakan perempuan. Ini menunjukkan perempuan mulai melihat SBN Ritel sebagai investasi masa depan. Peningkatan-peningkatan tersebut tentu bisa membuat negara semakin mandiri dalam membiayai pembangunan," tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb DIY sekaligus Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan DIY, Agung Yulianta menegaskan edukasi dan sosialisasi seperti yang dilakukan DJPPR sangat penting untuk meningkatkan literasi investasi masyarakat. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Kanwil DJPb DIY dengan DJPPR.

 

"Kanwil DJPb DIY berkolaborasi dengan DJPPR memberikan edukasi. Tentu investasi tidak bisa dilakukan kalua tidak paham, termasuk posisi APBN seperti apa, investasi yang perlu dilakukan apa dengan kondisi begitu. Sosialisasi ini juga dipakai untuk menarik minat masyarakat kepada SBN Ritel," tutupnya.

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

 IKUTI KAMI

 PENGADUAN

 

Search