
Yogyakarta, 17 Maret 2026 - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melaksanakan rangkaian kunjungan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (17/3/2026). Selain melakukan dialog dengan pegawai Kemenkeu di DIY, Menkeu Purbaya juga memantau aktivitas ekonomi di pasar legendaris kawasan Malioboro yaitu Pasar Beringharjo dan merasakan pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) dengan berkunjung ke Museum Sonobudoyo.
Agenda perdana Menkeu Purbaya di DIY yaitu dengan bertemu insan-insan Kemenkeu Satu DIY di Gedung Keuangan Negara (GKN) Yogyakarta. Menkeu Purbaya pun disambut hangat dengan prosesi pengalungan kain batik serta pemakaian blangkon. Ia pun didampingi Sekjen Kemenkeu, Heru Pambudi; Direktur Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Astera Primanto Bhakti; Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani; Kepala Kanwil DJPb DIY, Taukhid serta pejabat tinggi lainnya di lingkungan Kemenkeu.
Setelah mendengarkan paparan mengenai kondisi perekonomian di DIY, Menkeu Purbaya berpesan agar momen Idulfitri yang sebentar lagi tiba menjadi waktu yang tepat untuk menyucikan hati dan memperbarui niat dalam bekerja menjaga keuangan negara. Ia berpesan agar seluruh pegawai Kemenkeu benar-benar mengelola keuangan dengan profesional dan berintegritas sehingga setiap Rupiah APBN menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Setelah itu, Menkeu Purbaya melanjutkan agendanya dengan memantau langsung aktivitas ekonomi di kawasan legendaris di Yogyakarta yakni Malioboro dengan mengunjungi Teras Malioboro Beskalan dan Pasar Beringharjo. Dalam kunjungan ini, Menkeu Purbaya didampingi langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta jajaran Pemda DIY.
Di Teras Malioboro Beskalan, Menkeu Purbaya berbelanja beberapa kaos serta surjan lurik khas Yogyakarta. Tampak, Sri Sultan sempat membantu Menkeu Purbaya saat menjajal surjan lurik di salah satu kios pedagang. Kemudian, keduanya melanjutkan pemantauan aktivitas ekonomi di Pasar Beringharjo yang lokasinya tak jauh dari Teras Malioboro. Sepanjang kunjungan, Menkeu Purbaya dan Gubernur DIY saling berdiskusi dan menyapa masyarakat Yogyakarta yang menyambut dengan meriah.
Usai kegiatan, Menkeu Purbaya menjelaskan kehadirannya di salah satu pusat ekonomi di Yogyakarta ini adalah untuk memantau langsung aktivitas ekonomi masyarakat. Ia pun menyampaikan rasa optimistisnya bahwa perekonomian Indonesia, khususnya DIY bakal terus bertumbuh.
"Kita mau lihat apa betul pasar-pasar sudah mati. Ternyata di sini masih ramai, omzetnya setahun bisa sampai Rp2 triliun, lho. Mudah-mudahan ke depan makin ramai dengan kita perbaiki terus ekonominya. Saya tadi belanja kaos, satu baju buat istri. Lumayan banyak karena harganya lumayan bagus dibanding Jakarta," ujarnya.
Setelah itu, Menkeu Purbaya yang masih didampingi Gubernur DIY menaiki bus Jogja Heritage Track (JHT) menuju Museum Sonobudoyo. Ini merupakan salah satu bagian dari simulasi bagi Menkeu Purbaya untuk memantau pemanfaatan Dana Keistimewaan yang digunakan untuk mengawinkan aspek pelestarian cagar budaya dengan inovasi fasilitas modern yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat luas. Hal tersebut merupakan bentuk akuntabilitas penggunaan APBN melalui hasil pembangunan yang nyata dan bermanfaat bagi sektor kebudayaan serta pariwisata.
Bus tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang kental dengan nuansa sejarah dan pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas keistimewaan DIY. Di Museum Sonobudoyo, Sri Sultan pun mengajak Menkeu berkeliling menikmati wajah baru museum yang kini tampil lebih modern, di mana Sonobudoyo yang telah bertransformasi lewat Danais dengan program revitalisasi gedung hingga penyajian koleksi yang lebih interaktif.




