Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Sosialisasi Program Grant Riset BPDP Tahun 2026 di Aula Gedung Keuangan Negara (GKN) Semarang II, Kamis (21/5). Kegiatan ini menjadi upaya bersama dalam mendorong penguatan riset dan inovasi di sektor perkebunan melalui sinergi pemerintah dan perguruan tinggi.
Acara dihadiri langsung oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, yang menunjukkan komitmen BPDP dalam mendukung pengembangan riset perkebunan yang berkualitas dan berkelanjutan. Sosialisasi ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperluas akses informasi mengenai Program Grant Riset BPDP, tetapi juga membuka peluang sinergi lanjutan di bidang pengembangan ekonomi regional berbasis riset.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Udin Hasanudin selaku Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP serta Rahmat Widiana selaku Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset, Direktorat Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP. Kedua narasumber memaparkan berbagai informasi terkait Program Grant Riset BPDP Tahun 2026, mulai dari mekanisme pengajuan proposal, persyaratan dan kriteria penilaian, hingga peluang pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan sektor perkebunan.
Kanwil DJPb Jawa Tengah dalam perannya sebagai Treasurer, Regional Chief Economist, dan Financial Advisor (TREFA) memandang sektor pertanian dan perkebunan sebagai salah satu pilar penting perekonomian daerah. Oleh karena itu, riset dan inovasi menjadi faktor strategis dalam mendorong peningkatan nilai tambah, produktivitas, serta daya saing sektor perkebunan di masa mendatang.
Melalui penyelenggaraan sosialisasi ini, diharapkan perguruan tinggi di Jawa Tengah semakin memahami peluang pendanaan riset melalui Program Grant Riset BPDP dan mampu menghasilkan penelitian yang inovatif, aplikatif, serta memberikan dampak nyata bagi pengembangan sektor perkebunan dan pertumbuhan ekonomi regional.



