Gedung Keuangan Negara Semarang I, Jl. Pemuda No.2, Semarang

Press Realease

Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah

Perekonomian Jawa Tengah Tetap Tumbuh Kuat, APBN dan APBD Catat Surplus hingga Semester I Tahun 2026

 

Kementerian Keuangan Satu Jawa Tengah menyampaikan perkembangan perekonomian regional serta kinerja APBN dan APBD Jawa Tengah sampai dengan 30 Juni 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, perekonomian Jawa Tengah tetap menunjukkan kinerja yang kuat dan resilien, didukung oleh stabilitas harga yang terjaga, indikator kesejahteraan yang membaik, serta pengelolaan fiskal yang sehat.

Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh sebesar 5,89 persen (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa.

Dari sisi stabilitas harga, inflasi Jawa Tengah pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,92 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34 persen. Kondisi tersebut mencerminkan efektivitas pengendalian inflasi daerah sekaligus terjaganya daya beli masyarakat.

Perbaikan juga terlihat pada berbagai indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,24 persen, lebih rendah dari tingkat nasional sebesar 4,74 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah terus meningkat dan pada tahun 2025 mencapai 74,77 atau masuk kategori tinggi. Sementara itu, tingkat kemiskinan pada September 2025 turun menjadi 9,39 persen.

Optimisme masyarakat masih terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 yang berada pada level 114,1. Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat menjadi 118,27, serta Indeks Ketahanan Pangan Jawa Tengah tahun 2025 mencapai 73,73, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Meski demikian, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai, antara lain perlambatan aktivitas manufaktur yang tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 sebesar 46,9 atau masih berada pada zona kontraksi, serta dinamika ekonomi dan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi harga komoditas dan rantai pasok dunia.

APBN Regional Jawa Tengah Tetap Sehat

Kinerja APBN Regional Jawa Tengah hingga 30 Juni 2026 menunjukkan capaian yang positif. Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp60,98 triliun atau 46,56 persen dari target tahun 2026, tumbuh 13,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut berasal dari:

  • Penerimaan Pajak sebesar Rp27,55 triliun;
  • Penerimaan Kepabeanan dan Cukai sebesar Rp29,46 triliun; dan
  • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp3,98 triliun.

Sementara itu, realisasi Belanja Negara mencapai Rp50,60 triliun atau 51,91 persen dari pagu, terdiri atas:

  • Belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp18,61 triliun; dan
  • Transfer ke Daerah sebesar Rp31,99 triliun.

Secara tahunan, belanja negara tumbuh 0,75 persen. Dengan capaian tersebut, APBN Regional Jawa Tengah mencatatkan surplus sebesar Rp10,38 triliun, yang menunjukkan kondisi fiskal tetap sehat serta mampu mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

APBD Konsolidasi Jawa Tengah Juga Surplus

Kondisi fiskal pemerintah daerah hingga akhir Juni 2026 juga menunjukkan kinerja yang kuat. Realisasi Pendapatan Daerah mencapai Rp50,26 triliun atau 49,29 persen dari target, tumbuh 10,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Pendapatan transfer masih menjadi sumber utama 

pendapatan daerah dengan kontribusi sekitar 63,84 persen terhadap total pendapatan. Di sisi belanja, realisasi Belanja Daerah mencapai Rp41,00 triliun atau 37,37 persen dari target.

Pembiayaan UMKM Terus Menguat

Pemerintah terus memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMi).

Hingga Juni 2026, penyaluran KUR mencapai Rp26,34 triliun kepada 475.320 debitur, meningkat 18,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran terbesar berasal dari Bank Rakyat Indonesia dengan nilai penyaluran mencapai Rp19,99 triliun.

Sementara itu, penyaluran UMi mencapai Rp917,40 miliar kepada 136.802 debitur, atau meningkat sekitar 68 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi pelaku usaha mikro yang belum terjangkau layanan perbankan.

Komitmen Menjaga Stabilitas dan Kesejahteraan

Sinergi APBN dan APBD di Jawa Tengah hingga Semester I Tahun 2026 tetap terjaga dengan baik dan terus menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, mendorong pertumbuhan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, pemerintah akan terus mengoptimalkan kualitas belanja negara dan daerah, menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan daya saing daerah, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Narahubung Media:                                                                                                                      

Mahfud, Kepala Bidang PPA II, Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah

DJPb – Mengawal Indonesia, Indonesia Maju

Telp. 024-515989; 024-3540815

 

Perekonomian Jawa Tengah Tetap Tumbuh Kuat, APBN dan APBD Catat Surplus hingga Semester I Tahun 2026

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Keuangan Negara I, Jl. Pemuda No.2 Semarang, Jawa Tengah 50138
Telepon: (024) 3555852 
Fax: (024) 3544255 dan (024) 3545877

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN