Jl. Tjilik Riwut KM.1 No.10, Jekan Raya, Kota Palangka Raya 73111
Telp. (0536) 3221215 Fax. (0536) 3238110

Siaran Pers: Kinerja Perekonomian dan Fiskal Regional Kalimantan Tengah per 31 Juli 2024

Palangkaraya, 22 Agustus 2024 – Pada konferensi pers APBN KITA Edisi Agustus 2024, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa kinerja APBN hingga Juli 2024 mengalami defisit Rp93,4 Triliun atau -0,41% dari PDB karena pendapatan negara hanya mencapai Rp1.545,4 Triliun dibandingkan belanja negara Rp1.638,8 Triliun. Namun posisi APBN masih mencatatkan keseimbangan primer yang positif atau surplus Rp179,3 Triliun. Kinerja APBN 2024 tidak terlepas dari perekonomian dan suasana politik global. APBN akan terus dioptimalkan sebagai shock absorber dalam menghadapi risiko global volatilitas harga komoditas dan dinamika geopolitik.

 

Kinerja APBN TA 2024

Kinerja Pendapatan APBN Kalimantan Tengah per 31 Juli 2024 mencapai Rp5.565,2 Miliar (48,2%) atau naik Rp215,0 M (4,0%, yoy) yang disebabkan oleh Penerimaan PBB meningkat sangat signifikan sebesar Rp333,3 Miliar (177,6%, yoy) sehingga dapat mengcover kontraksi pada penerimaan PPh Non Migas yang turun Rp298,2 Miliar (-10,8%, yoy) akibat penurunan PPh Pasal 25/29 Badan dan penurunan Bea Keluar sebesar Rp36,0 Miliar (-20,1%, yoy) akibat penurunan kinerja komoditas unggulan Kalteng berupa CPO dan turunannya. Selain PBB, Penerimaan PPN juga meningkat Rp198,7 Miliar (11,5%, yoy) yang didorong oleh tingginya aktivitas ekonomi dan penerapan tarif PPN 11%.

Selain itu, Pendapatan PNBP Lainnya (K/L) didominasi oleh Pendapatan Administrasi dan Penegakan Hukum yang sebagian besar bersumber dari Polri terkait Pendapatan Pelayanan Kepolisian I sebesar Rp45,7 Miliar dan Pendapatan Pelayanan Kepolisian II sebesar Rp9,6 Miliar. Sedangkan, Pendapatan BLU didominasi oleh Pendapatan Jasa Layanan Umum berupa Penyediaan Barang dan Jasa kepada Masyarakat sebesar Rp73,6 Miliar turun -8,2% (yoy) oleh satker BLU yaitu Universitas Palangka Raya, Rumkit Bhayangkara Palangkaraya, dan Poltekes Palangkaraya. PNBP Kekayaan Negara yang meliputi PNBP Aset, PNBP Piutang Negara, dan PNBP Lelang telah mencapai Rp14,9 M (101,4%) atau tumbuh 76,2% (yoy) Per 31 Juli 2024.

 

Pada sisi lain, kinerja Belanja APBN per 31 Juli 2024 mencapai Rp15.495,5 Miliar (50,9%) atau tumbuh Rp1.606,8 Miliar (11,6%, yoy). Realisasi Belanja K/L mencapai Rp3.651,3 Miliar (51,3%) yang sekitar 30,61% dari Belanja K/L atau Rp1.117,7 Miliar digunakan untuk hal-hal, di antaranya:

  1. Perlindungan Sosial untuk Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, Asistensi Yatim Piatu, dan Prakerja dengan realisasi sebesar Rp267,69 Miliar;
  2. Pendidikan untuk Program Dikdasmen dari BOS Kemenag, Program Pendidikan Tinggi dari Kemenag, dan Program Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi, realisasi Rp73,16 Miliar;
  3. Infrastruktur untuk Pembangunan/rehabilitasi infrastruktur berupa Jalan, Jembatan, Bandara, Pelabuhan Sungai, embung/bendungan, Infrastruktur Permukiman, Jaringan Irigasi, dll dengan realisasi sebesar Rp633,02 Miliar.
  4. Kesehatan untuk pelayanan publik dan sarana kesehatan sebesar Rp2,71 Miliar.
  5. Pertanian untuk bantuan perbenihan, pupuk, herbisida, mesin pompa air, hingga pendampingan dan pelatihan pertanian dengan realisasi sebesar Rp140,62 Miliar.
  6. Dukungan UMKM untuk pendampingan, pelatihan, sertifikasi, dll, realisasi Rp309,2 Juta.

 

Selain itu, Belanja K/L juga digunakan untuk Pemilu dengan realisasi Rp351,39 Miliar (78,79%) dari pagu Rp466 Miliar per 31 Juli 2024. Pemilu diselenggarakan melalui KPU dan Bawaslu dengan realisasi anggaran mencapai Rp330,59 Miliar untuk penyelenggaraan operasional Pemilu serta melalui K/L lain (POLRI, Kejaksaan, Kementerian Pertahanan, dan BPKP) mencapai Rp30,8 Miliar untuk membantu pelaksanaan dan pengawasan pemilu. KPU dan Bawaslu pada TA 2024 juga mencatat penambahan pagu dari penerimaan hibah Pemda untuk pelaksanaan Pilkada sejumlah 609,45 Miliar. KPU di Kalteng telah melakukan melakukan realisasi dana Hibah Pemda untuk keperluan Pilkada 2024 sejumlah 30,12 Miliar (6,45%).

 

Kinerja APBD Konsolidasian Regional Kalimantan Tengah TA 2024

Realisasi Pendapatan APBD Kalimantan Tengah s.d. 31 Juli 2024 mencapai Rp14.223,0 Miliar (47,8%) yang didominasi oleh Pendapatan Dana Transfer dari Pemerintah Pusat sebesar Rp11.844,2 Miliar (83,3% dari total pendapatan APBD). Pada sisi lain, realisasi Belanja APBD mencapai Rp10.899,7 Miliar (34,0%) yang masih didominasi oleh komponen Belanja Operasi sebesar 70,8%.

Sejumlah rekomendasi yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah pada awal Semester II TA 2024, antara lain:

  1. Melakukan akselerasi percepatan pelaksanaan kegiatan untuk menghindari penumpukan realisasi belanja di akhir tahun anggaran 2024.
  2. Memproyeksikan penggunaan SiLPA untuk TA 2024 dan segera merealisasikan kegiatan di Semester II TA 2024.

 

Kinerja Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Regional Kalimantan Tengah Per 31 Juli 2024

Secara keseluruhan, masih terdapat variasi dalam pencapaian penyaluran DAK Fisik di Kalimantan Tengah. Kab. Kobar dan Kapuas menunjukkan kinerja yang baik, dengan tingkat penyaluran lebih dari 40%, sementara wilayah lain memiliki ruang untuk perbaikan.

Sebanyak 1431 desa di Kalimantan Tengah mendapatkan transfer dana desa dan secara umum, penyaluran Dana Desa di semua kabupaten di Kalimantan Tengah telah mencapai lebih dari 50% dari pagu DIPA.

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search