Palangkaraya, 27 September 2024 – Pada konferensi pers APBN KITA Edisi September 2024, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa kinerja APBN hingga Agustus 2024 mengalami defisit Rp153,7 Triliun atau -0,68% dari PDB karena pendapatan negara hanya mencapai Rp1.777,0 Triliun dibandingkan belanja negara Rp1.930,7 Triliun. Namun posisi APBN masih mencatatkan keseimbangan primer yang positif atau surplus Rp161,8 Triliun. Kinerja APBN 2024 tidak terlepas dari perekonomian dan suasana politik global. APBN akan terus dioptimalkan sebagai shock absorber dalam menghadapi risiko global volatilitas harga komoditas dan dinamika geopolitik.
Kinerja APBN TA 2024
Kinerja Pendapatan APBN Kalimantan Tengah per 31 Agustus 2024 mencapai Rp6.351,8 Miliar (56,2%) atau naik Rp22,7 Miliar (0,4%, yoy) yang disebabkan oleh Penerimaan PBB meningkat sangat signifikan Rp231,3 Miliar (62,9%, yoy) karena SPPT PBB yang telah dibayar per 31 Agustus 2024 lebih tinggi dari tahun lalu dan Penerimaan PPN meningkat Rp160,4 Miliar (7,9%, yoy) akibat tingginya aktivitas ekonomi dan penerapan tarif PPN 11%, serta penerimaan Hibah Dalam Negeri yang mengalami peningkatan sebesar Rp84,4 Miliar (103.269,7%) yang didominasi untuk penyelenggaraan Pilkada 2024, sehingga dapat mengcover kontraksi pada penerimaan PPh Non Migas yang turun Rp393,7 Miliar (-12,1%, yoy) akibat penurunan PPh Pasal 25/29 Badan dan penurunan Penerimaan Bea Keluar Rp26,0 Miliar (-12,4%, yoy) akibat penurunan kinerja komoditas unggulan Kalteng berupa CPO dan turunannya.
Selain itu, Pendapatan PNBP Lainnya (K/L) didominasi oleh Pendapatan Administrasi dan Penegakan Hukum yang sebagian besar bersumber dari Polri terkait Pendapatan Pelayanan Kepolisian I sebesar Rp53,5 Miliar dan Pendapatan Pelayanan Kepolisian II sebesar Rp11,3 Miliar. Sedangkan, Pendapatan BLU didominasi oleh Pendapatan Jasa Layanan Umum berupa Penyediaan Barang dan Jasa kepada Masyarakat sebesar Rp95,8 Miliar (-19,9%, yoy) oleh satker BLU yaitu Universitas Palangka Raya sebesar Rp61,5 Miliar, Rumkit Bhayangkara Palangkaraya sebesar Rp19,1 Miliar, dan Politeknik Kesehatan Palangkaraya sebesar Rp15,1 Miliar.
Pada sisi lain, kinerja Belanja APBN per 31 Agustus 2024 mencapai Rp18.156,9 Miliar (59,5%) atau tumbuh Rp2.219,9 Miliar (13,9%, yoy). Realisasi Belanja K/L mencapai Rp4.185,2 Miliar (58,5%) yang beberapa diantaranya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
- Perlindungan Sosial untuk Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, Asistensi Yatim Piatu, dan Prakerja dengan realisasi sebesar Rp270,5 Miliar;
- Pendidikan untuk Program Dikdasmen dari BOS Kemenag, Program Pendidikan Tinggi dari Kemenag, dan Program Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi, realisasi Rp80,8 Miliar;
- Infrastruktur untuk Pembangunan/rehabilitasi infrastruktur berupa Jalan, Jembatan, Bandara, Pelabuhan Sungai, embung/bendungan, Infrastruktur Permukiman, Jaringan Irigasi, dll dengan realisasi sebesar Rp640,6 Miliar.
- Kesehatan untuk Program Kesehatan Masyarakat, Program Pelayanan Kesehatan dan JKN, dan Pelayanan Publik dan Sarana Kesehatan sebesar Rp6,0 Miliar.
- Kemiskinan Ekstrim untuk Program Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Program Pengelolaan Hutan Berkelanjutan sebesar Rp73,2 Miliar.
- Dukungan UMKM untuk pendampingan, pelatihan, sertifikasi, dll, realisasi Rp539,9 Juta.
Selain itu, KPU dan Bawaslu pada TA 2024 juga mencatat penambahan pagu dari penerimaan hibah Pemda untuk pelaksanaan Pilkada sejumlah 609,45 Miliar. KPU di Kalteng telah melakukan realisasi dana Hibah Pemda untuk keperluan Pilkada 2024 sejumlah 80,36 Miliar (17,22%).
Kinerja APBD Konsolidasian Regional Kalimantan Tengah TA 2024
Realisasi Pendapatan APBD Kalimantan Tengah s.d. 31 Agustus 2024 mencapai Rp16.393,8 Miliar (55,0%) yang didominasi oleh Pendapatan Dana Transfer dari Pemerintah Pusat sebesar Rp13.971,7 Miliar (85,2% dari total pendapatan APBD). Pada sisi lain, realisasi Belanja APBD mencapai Rp11.828,7 Miliar (36,4%) yang masih didominasi oleh komponen Belanja Operasi sebesar 70,9%.
Sejumlah rekomendasi yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah pada Triwulan III TA 2024, antara lain:
- Melakukan akselerasi percepatan pelaksanaan kegiatan untuk menghindari penumpukan realisasi belanja di akhir tahun anggaran 2024.
- Memproyeksikan penggunaan SiLPA untuk TA 2024 dan segera merealisasikan kegiatan di Semester II TA 2024.
Kinerja Penyaluran dan Penyerapan DAK Fisik Regional Kalimantan Tengah Per 31 Agustus 2024
Sampai dengan 31 Agustus 2024, penyaluran DAK Fisik yang tersalurkan ke Pemda lingkup Kalimantan Tengah sebesar Rp510,1 Miliar dari alokasi sebesar Rp 1.293,8 Miliar (39,4%), masih di bawah 50%, sehingga harus segera di akselerasi kinerja penyalurannya. Dari yang telah disalurkan sebesar Rp510,1 Miliar, 80,6% nya atau Rp411,3 Miliar belum diserap oleh Pemda untuk digunakan. Perlu menjadi perhatian bahwa salah satu syarat salur DAK Fisik Tahap II adalah penyerapan DAK Fisik telah mencapai 75% dan penyampaian dokumen syarat salur DAK Fisik Tahap II oleh Pemda ke KPPN paling lambat tanggal 22 Oktober 2024 Pukul 17.00 WIB.



