Perbendaharaan Menulis : [Opini] Abu Said Maha, KPPN Luwuk, Triwulan I Tahun 2019
DAMPAK PERTEMUAN TAHUNAN IMF-WB TAHUN 2018 DI BALI
Baru saja usai parhelatan akbar Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) di Nusa Dua, Bali yang dimulai sejak tanggal 8 sampai dengan 14 Oktober 2018. Pertemuan tahunan IMF-WB adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur IMF dan World Bank.
Sebelum digelar di Bali, pertemuan tahunan oleh Dewan Gubernur IMF dan Bank Dunia ini diadakan di markas IMF-Bank Dunia di Washington D.C., Amerika Serikat, selama dua tahun berturut-turut. Kemudian, untuk tahun berikutnya, sebagaimana biasanya, pertemuan dilaksanakan di negara anggota terpilih. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini, pengurangan kemiskinan, pembangunan ekonomi internasional, dan permasalahan lain.
Pertemuan di Bali ini menghadirkan lebih dari 23.000 peserta, terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor privat, organisasi non pemerintahan, akademisi, dan media.
Indonesia sendiri sudah bergabung dengan International Monetary Fund (IMF) sejak kepemimpinan Presiden Soeharto, saat ekonomi Indonesia mengalami kelesuan. Indonesia pun bergabung dengan IMF, sebagai Lembaga Dana Moneter Internasional demi mendapatkan suntikan dana, sekaligus menjadi penasihat keuangan sementara.
Pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-WB tahun 2018 ini juga tidak terlepas dari pro dan kontra. Sebagian beranggapan pelaksanaan ini merupakan suatu pemborosan dan kurang tepat karena Indonesia saat ini sedang ditimpa musibah berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan bencana alam lainnya. Sedangkan sebagian lain tetap mendorong dan ingin menyukseskan pertemuan tahunan IMF-WB karena momen ini merupakan suatu kesempatan emas yang jarang terjadi serta merupakan suatu kehormatan dan keberuntungan bagi bangsa Indonesia.
Terlepas dari adanya pandangan yang berbeda tersebut, tetapi harus kita akui pasti banyak keuntungan yang diperoleh bangsa Indonesia atas penyelenggaraan tahunan IMF-WB tahun 2018 di Nusa Dua Bali, diantaranya adalah :
- Pembangunan Infrastruktur
Sebelum penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-WB di Bali, untuk kesuksesan dan kelancaran telah dilakukan pembangunan infrastruktur seperti lapangan terbang, terowongan dan underpass yang akan dilalui delegasi atau daerah yang menjadi destinasi wisata. Pembangunan infrastruktur ini bukan hanya dinikmati oleh delegasi saat pertemuan tahunan berlangsung tetapi warga juga dapat merasakan maanfaat dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur tersebut.
- Peningkatan Iklim Investasi
Selain dihadiri para gubernur bank sentral dan menteri keuangan, turut datang pada pertemuan tahunan IMF-WB, sejumlah investor. Pertemuan delegasi dapat berlangsung secara formal maupun non formal. Investor dapat melihat secara langsung kebutuhan investasi di Indonesia serta dapat melakukan kerjasama di bidang investasi. Dengan demikian, momentum ini sangat memberi manfaat bagi perekonomian, karena dapat secara langsung menggaet investor untuk berinvestasi di Indonesia sehingga berdampak pada perbaikan iklim investasi di Indonesia.
- Ajang Promosi Kebudayan Indonesia
Pada parhelatan pertemuan tahunan ini, tidak terlepas dari ajang promosi kebudayaan Indonesia, salah satunya adalah batik. Panitia telah menetapkan batik sebagai official dress code. Segenap peserta dibebaskan untuk mengenakan berbagai ragam batik yang dimiliki Indonesia. Tidak hanya batik jawa karena ada batik dan tenun dari daerah lain di Indonesia. Bangsa Indonesia bangga karena dapat melihat delegasi dari luar negeri dengan gagahnya mengenakan batik pada momen ini. Selain itu, ragam kuliner tanah air pun dapat diperkenalkan karena dijadikan menu jamuan bagi para peserta IMF-World Bank Annual Meeting
- Mendongkrak Kunjungan Wisatawan
Selama berlangsungnya pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua Bali berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan keterisian (okupansi) kamar hotel di Bali. Banyak perwakilan negara yang hadir bukan hanya untuk menghadiri pertemuan, tetapi juga berlibur sambil menikmati keindahan alam di Indonesia.Kesempatan ini juga dapat menjadi sarana promosi Indonesia kepada negara-negara peserta untuk memperkenalkan tujuan wisata di Indonesia.
- Menggerakkan Perekenomian di Bali.
Gelaran internasional pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Bali sangat mendongkrak perekonomian masyarakat di Bali, tidak hanya pengusaha yang mendapat tambahan penghasilan tetapi masyarakat biasa juga mendapat lapangan pekerjaan. Sektor tenaga kerja seperti sopir juga ikut kecipratan untung dari acara tersebut. Permintaan jasa penyewaan (rental) mobil sangat meningkat karena selain dihadiri para delegasi juga banyak dihadiri oleh pengunjung yang membutuhkan sarana transportasi selama berada di Bali. Geliat roda perekonomian membawa dampak terhadap perekonomian daerah yaitu melalui peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan sektor pariwisata melalui perputaran uang di Bali akibat adanya IMF-WB 2018
- Indonesia Semakin Dikenal Dunia Internasional
Selama pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Bali, mata dunia tertuju kepada Indonesia. Keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara dapat meningkatkan standar Indonesia di mata dunia dalam menyelenggarakan acara berskala internasional. Keberhasilan penyelenggaraan ini juga dapat menambah kepercayaan dan popularitas Indonesia di dunia internasional.
Penutup
Setelah berahirnya pertemuan tahunan IMF-WB tahun 2018 di Nusa Dua Bali, kita dapat melihat beberapa dampak positif baik selama parhelatan maupun sesudahnya. Selama parhelatan berlangsung perputaran uang di Bali meningkat yang bersumber dari beragam kebutuhan, mulai dari sewa gedung pertemuan, kamar hotel, makanan dan minuman, transportasi dan kebutuhan mendasar lain. Demikian juga halnya sektor lapangan pekerjaan juga turut meningkat. Sedangkan infrastruktur yang telah dibangun untuk menunjang suksesnya pelaksanaan pertemuan seperti lapangan terbang, terowongan dan underpass menjadi salah satu tambahan sarana penunjang transportasi dan sekaligus menjadi tambahan asset bagi negeri. Keberhasilan Indonesia sebagai penyelenggara even berskala internasional sangat berdampak pada popularitas dan kepercayaan investor sekaligus membuka peluang peningkatan investasi
Disclaimer :
Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak mempresentasikan sikap atau pendapat tempat penulis bekerja.
Tulisan telah dimuat di Harian Luwuk Post tanggal 19 Oktober 2018

