Realisasi APBN Regional s.d. 31 Oktober 2025
”APBN dalam Kerangka Stabilisasi dan Akselerasi Pembangunan”
Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Provinsi Sulawesi Tengah
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulteng
Teddy Suhartadi Permadi
Palu, Oktober 2025
Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan ketahanan dan optimisme di tengah dinamika ekonomi global. Hingga triwulan III tahun 2025, ekonomi Sulawesi Tengah berhasil tumbuh 7,79% (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan nasional, dengan struktur ekonomi yang kian kuat dan inklusif. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor pertambangan, industri pengolahan, serta sektor perdagangan dan konstruksi yang tetap ekspansif, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan ekspor komoditas unggulan daerah.
Tingkat inflasi sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya (3,88% yoy menjadi 3,92% yoy) menunjukkan usaha pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi masih on track.
Kinerja APBN Regional: Terjaga dan Berkualitas
Realisasi APBN Regional Sulawesi Tengah hingga 31 Oktober 2025 mencerminkan kinerja fiskal yang tetap solid dan adaptif.
- Pendapatan Negara tercatat sebesar Rp6,11 triliun atau 81,05% dari target,
- Belanja Negara mencapai Rp19,32 triliun atau 75,20% dari target,
- dengan defisit yang masih terkendali di level Rp13,21 triliun.
Penerimaan perpajakan tumbuh positif berkat perbaikan sistem administrasi, pemanfaatan PMK Nomor 81 Tahun 2024 yang memperkuat basis pajak daerah, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak di sektor perdagangan dan jasa. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga meningkat, terutama dari aktivitas kehutanan dan pertambangan nikel yang tetap menjadi andalan ekspor daerah.
Sementara di sisi belanja, pemerintah menjaga prinsip efisiensi dan ketepatan sasaran. Belanja diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan nasional, menjaga daya beli masyarakat, dan mempercepat pemulihan ekonomi melalui program padat karya, bantuan sosial, serta dukungan infrastruktur dasar.
Hingga Oktober 2025, Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi Rp14,48 triliun (81,12% dari pagu 2025), menunjukkan komitmen kuat APBN sebagai shock absorber untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kinerja APBD: Belanja Progresif dan Defisit yang Terkendali
Dari sisi APBD Provinsi Sulawesi Tengah, realisasi hingga Oktober 2025 menunjukkan peran penting fiskal daerah dalam menjaga momentum ekonomi lokal.
- Pendapatan Daerah terealisasi sebesar Rp16,92 triliun (65,82% dari target),
- Belanja Daerah sebesar Rp15,34 triliun (577,55% dari pagu),
- dengan posisi surplus Rp1,98 triliun.
Penerimaan terbesar masih berasal dari Transfer ke Daerah, namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga tumbuh positif didorong inovasi pemungutan pajak, digitalisasi layanan publik, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Belanja daerah relatif progresif dengan realisasi belanja modal yang mulai meningkat di triwulan III seiring percepatan proyek fisik, termasuk pembangunan jalan penghubung antarwilayah dan revitalisasi fasilitas kesehatan. Kondisi ini menegaskan komitmen Pemda untuk menggerakkan ekonomi melalui belanja produktif.
Secara keseluruhan, kinerja ekonomi dan fiskal Sulawesi Tengah hingga awal triwulan IV tahun 2025 menunjukkan arah yang positif, dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat, inflasi yang terkendali, serta pengelolaan fiskal yang semakin berkualitas dan efisien. APBN dan APBD telah berfungsi optimal sebagai instrumen stabilisasi dan pemerataan ekonomi, menopang daya beli masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan daerah. Ke depan, sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan, mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkokoh ketahanan fiskal daerah di tengah tantangan ekonomi global.
|
Narahubung Media : |
|
|
|
|
||
|
Tim Kehumasan Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tengah |
✆ 082242455951 (Meysaf Arlingga Wijayanto) 🖂 Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. |
|

