Jl. Mayjen Sutoyo No. 34, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

Pada 7 April 2025, warga Indonesia Dihebohkan dengan Nilai Dolar ke rupiah mencapai diangka 17.261 dan mencatatkan posisi terendah. Pada pukul 14.35, rupiah sempat turun dengan Nilai 16.883, angka-angka ini tentu saja menggambarkan keadaan negara yang sedang tidak baik-baik saja.

Jadi, Nilai mata uang, dalam hal ini nilai dollar ke rupiah merupakan salah satu indikator, ia menggambarkan kondisi makro ekonomi sebuah negara. Apakah sedang baik-baik saja atau malah sebaliknya, nilai mata uang ini juga puya peran yang erat  kaitannya dengan tinggi rendahnya inflasi atau deflasi di sebuah negara.

Depresiasi kurs rupiah dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat pengangguran, jumlah utang luar negeri, neraca perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini dapat memengaruhi nilai tukar rupiah yag sangat sensitif terhadap fluktuasi ekonomi dan situasi krisis keuangan. Oleh karena itu, keadaan ini bisa melemahkan nilai tukar mata uang rupiah.

Kenapa Rupiah Sangat Sensitif?

Karena, rupiah sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, terutama nilai tukar dollar AS, Ketika dollar menguat, rupiah cenderung melemah dan sebaliknya. Kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia, termasuk suku bunga dan intervensi pasar, dapat memperngaruhi stabilitas rupiah, kenaikan suku bunga dapat menarik investasi asing, tetapi juga dapat meningkatkan biaya pinjaman dalam mata uang asing.

  • Sentimen Investor, Ketidakpastian politik atau ekonomi dapat menyebabkan investor menarik dana mereka, sehingga berujung pada penurunan nilai rupiah, dan Ketika investor mereka tidak yakin, mereka cenderung menjual aset dalam rupiah dan ketergantungan pada Utang Luar Negeri banyak perusahaan Indonesia yang memiliki utang dalam dollar AS. Ketika rupiah melemah, biaya pembayaran utang ini meningkat, yang dapat menyebabkan tekanan lebih lanjut pada nilai tukar.
  • Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat inflasi yang tinggi dapat mengurangi daya beli rupiah, sementara pertumbuhan ekonomi yang lambat dapat mengurangi kepercayaan investor. Keduanya berkontribusi pada sensitivitas mata uang ini.

Bagaimana Proyeksi Ke depan?

Pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah dalam jangka panjang. Jika kondisi ini dibiarkan, industri manufaktur berpotensi tertekan hingga bedampak pada masyarakat luas. Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi di pasar valuta asing dan obligasi. Namun, jika sentimen negatif terus berlanjut dan investor meragukan keberlanjutan kebijakan ekonomi pemerintah, rupiah masih berpotensi tertekan lebih dalam.

Menurut Rizal, fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan potensi tekanan yang cukup tinggi dalam jangka panjang, salah satunya dengan defisit transaksi yang diperkirakan melebar pada 2025. Meski cadangan devisa masih memadai, ketidakpastian global dan fluktuasi harga komoditas masih dapat menggerus ketahanan ekonomi nasional.

 

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2025 tercatat sebesar 154,5 miliar dollar AS. Jumlah tersebut turun 1,6 miliar dollar AS dibandingkan dengan posisi Januari 2025, antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Jadi, Secara keseluruhan untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan langkah-langkah strategis dari pemerintah dan Bank Indonesia untuk memperkuat fundamental ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor, agar stabilitas nilai tukar rupiah dapat terjaga dan dampak negatif terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Kanwil DJPb Prov. Sultra
Jalan Mayjen Sutoyo No.34, Tipulu, Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search