
Rapat Komite/Pleno ALCo Regional Sumsel Periode s.d. 28 Februari 2026 (16/03/2026)
Palembang, 16 Maret 2026
A. Ringkasan Eksekutif
- Pertumbuhan ekonomi Sumsel 5,54% (yoy) di atas rata-rata nasional.
- Inflasi meningkat pada 4,36% (yoy) dikarenakan emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, beras dan tomat. Melampaui batas optimal 2,5 ±1% sehingga perlu diwaspadai.
- Konsumsi dan investasi meningkat yang tercermin melalui: Indeks keyakinan konsumen meningkat menjadi 128,72 (naik 2,66% yoy, dan 0,48% mtm); Kredit konsumsi menunjukkan tren peningkatan menjadi 55,49 (naik 10,43% yoy dan 0,67% mtm); PPN bruto/tanpa restitusi tumbuh positif 59,50% (yoy) atau senilai Rp1.544,45 miliar; Investasi meningkat 3,23% (mtm), 16,25% (yoy) atau senilai 29,89; Kredit modal kerja juga meningkat menjadi 42,80 (naik 1,35% mtm atau 1,04% yoy).
- Indikator kesejahteraan membaik: Kemiskinan dan pengangguran menurun; Indeks pembangunan manusia meningkat; Gini rasio menurun; Nilai tukar petani meningkat menjadi 130,40 (naik 0,47% mtm, namun menurun 0,70% yoy). Meningkat secara bulanan dipengaruhi oleh meningkatnya beberapa subsektor seperti hortikultura, taman perkebunan rakyat, dan peternakan.
B. Kinerja APBN Regional Sumatera Selatan
Pendapatan Negara:
- Penerimaan pajak tumbuh 7,9% (yoy) dengan realisasi Rp 1,62 triliun dari target Rp 16,94 triliun, ditopang oleh pertumbuhan PPh non‑migas 32,5%, PPN dan PPnBM 56,0%, serta PBB yang melonjak 682,5%, sementara pajak lainnya tercatat minus akibat penyesuaian deposit wajib pajak tahun sebelumnya.
- Penerimaan bea dan cukai mencapai Rp 38,81 miliar (turun 6,60% yoy), dengan bea masuk yang tumbuh 12,3%, bea keluar yang terkontraksi tajam sebesar -80,91% akibat belum adanya pungutan BK batubara, serta pajak impor dan ekspor sebesar Rp 386,98 miliar, sementara kinerja ekspor turun –41,47% dan impor tumbuh positif, dan pengawasan menghasilkan 54 kasus penindakan dengan nilai potensi kerugian Rp 3,8 miliar.
- Realisasi PNBP yang dikelola DJKN mencapai Rp 8,9 miliar (16,7% dari target) yang didominasi pemanfaatan BMN sebesar 76%, sementara kinerja lelang terkontraksi –13,41% (yoy), dan pendanaan lahan PSN mencapai Rp 2,071 triliun dengan porsi terbesar untuk proyek jalan tol.
- Realisasi PNBP secara keseluruhan yang dikelola DJPb tumbuh positif, ditopang kinerja PNBP BLU Rp283,75 miliar (13,31% yoy) yang sebagian besar disumbang oleh jasa pelayanan rumah sakit dan penidikan. Sementara PNBP lainnya mengalami pertumbuhan negatif 0,60% (yoy) atau senilai Rp210 miliar.
Belanja Negara:
- Tumbuh secara keseluruhan 5,18%(yoy) hingga mencapai Rp6,31 triliun.
- Belanja kementerian/lembaga mengalami peningkatan signifikan hingga Rp1,48 triliun atau 24,62%(yoy) dikarenakan peningkatan pada belanja pegawai (kenaikan gaji pokok pegawai dan pengaruh formasi PPPK), belanja barang, dan lonjakan belanja modal (low base effect tahun sebelumnya).
- Transfer ke Daerah mencapai Rp4,83 triliun atau stabil meningkat 0,37%(yoy) ditengah penurunan alokasi di tahun 2026, kinerja penyaluran TKD Sumsel di awal tahun 2026 tetap terjaga, terutama didorong oleh peningkatan realisasi DAU dan DAK Non Fisik yang berperan dalam mendukung pemenuhan belanja pokok daerah, seperti gaji dan tunjangan ASN, operasional pemerintahan, serta layanan publik.
C. Penyampaian Kinerja Pelaksanaan APBD Sumatera Selatan
- Realisasi pendapatan daerah konsolidasi sebesar Rp2,65 triliun atau 7,08% dari target dan menurun 45,63% (yoy) dikarenakan penurunan di semua komponen, kecuali lain-lain pendapatan daerah.
- Realisasi belanja daerah sebesar Rp1,81 triliun atau 4,60% dari target dan menurun 19,84% (yoy) disebabkan penurunan pada semua komponen hingga subkomponen belanja sekaligus dipengaruhi penurunan anggaran TKD 2026.
- Secara umum kinerja pendapatan dan belanja daerah masih belum optimal pada awal sampai dengan Februari 2026. Namun, secara keseluruhan tetap surplus dikarenakan pendapatan yang lebih besar dibandingkan belanja. Hal ini dapat terlihat pada hampir seluruh kabupaten dan kota lingkup wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang mengalami surplus kecuali Kabupaten Musi Banyuasin, OKU Selatan, Banyuasin, dan Kota Prabumulih.
D. Penyampaian Perkembangan penyaluran Kredit Program Sumsel dan Implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- Sampai dengan 28 Ferbruari 2026, realisasi KUR di Sumsel mencapai 15,84% dari target dan tumbuh negatif sebesar 4,29% (yoy) atau secara nominal yaitu sebesar Rp1.407,01 Miliar kepada 18.341 debitur.
- Kinerja Pembiayaan UMi Wilayah Sumatera Selatan sampai dengan 28 Februari 2026 tumbuh Positif sebesar 126,96% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (y-o-y) atau senilai Rp110,08 miliar yang tersalur kepada 15.843 debitur.
- Dari 3.258 koperasi desa/kelurahan merah putih, sampai dengan 13 Maret 2026 terdapat 76 koperasi telah menyelesaikan RAT dan 22 diantaranya telah diverifikasi oleh Dinas Koperasi. Sebanyak 875 koperasi sedang dalam proses RAT dan 2295 koperasi belum melaksanakan RAT.
Unduh dalam format PDF: Siaran Pers Kinerja APBN Regional Prov. Sumatera Selatan s.d. 28 Februari 2026
Narahubung Media:
Gisela Andriani
Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan
Jl. Kapten A. Rival No. 2, Palembang - 30 129, Sungai Pangeran, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30135

