Gedung Keuangan Negara Palembang Lt.2. Jl. Kapten A. Rival No. 2, Palembang

Kinerja Pelaksanaan APBN Sumatera Selatan s.d. 31 Maret 2026

 Rapat Komite/Pleno ALCo Regional Sumsel Periode s.d. 31 Maret 2026 (29/04/2026)

 

Palembang, 29 April 2026 

       A. Ringkasan Eksekutif

  • Pertumbuhan Ekonomi Sumsel tumbuh positif 5,35% (ctc) pada tahun 2025 dan 5,54% (yoy) pada triwulan IV, serta melampaui capaian nasional dan tertinggi kedua di Sumatera.
  • Inflasi Sumsel bulan Maret 2026 terkendali 3,09% (yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Penyebab inflasi terutama didorong oleh kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (andil 1,55%), Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga (andil 0,83%), serta Makanan, Minuman, dan Tembakau (andil 0,51%).
  • Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Sumsel bulan Maret 2026 tetap berada di level optimis (>100) meski sedikit menurun 0,09% (yoy) dan 2,42% (mtm).
  • Indikator bahan baku dan investasi: Impor Bahan Baku dan Penolong hingga Maret 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, dengan komoditi impor didominasi oleh pupuk, kayu kasar, dan parts mesin. Impor Barang Modal hingga Maret 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, dengan komoditi impor didominasi mesin, reaktor, turbin, dan generator, dan pompa.

 

       B. Kinerja APBN Regional Sumatera Selatan

       Pendapatan Negara:

  • Penerimaan pajak :

    Penerimaan Pajak s.d. Maret 2026 terkumpul sebesar Rp2.418,73 M atau tumbuh sebesar 0.8% berdasarkan Wajib Pajak terdaftar di Provinsi Sumatera Selatan serta pencatatan penerimaan setelah implementasi coretax menggunakan deposit yang dapat menjadi pengurang tahun 2026. peningkatan setoran masa PPN dan PPh 21 atas aktivitas komoditas kelapa sawit dan karet.

  • Penerimaan bea dan cukai :

    Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar 61,50 M (3,53% dari target 1,74 T) tumbuh negatif -67,27% (yoy). Penerimaan tersebut terdiri dari:

    • Realisasi Bea Masukd. bulan Maret 2026 adalah sebesar Rp23,99 M atau 21,18% dari target. Realisasi penerimaan Bea masuk tumbuh positif (yoy), utamanya, ditopang oleh importasi beberapa jenis barang seperti mesin, mcb, stop kontak, dan reaktor, turbin.
    • Realisasi Bea keluar s.d. bulan Maret 2026 adalah sebesar Rp37,2 M. Penerimaan Bea keluar tumbuh negatif -80,19% (yoy) selain dipengaruhi oleh penurunan HPE, juga dipengaruhi oleh penurunan volume eksportasi CPO dan produk turunannya sebesar -23,39%.
    • Realisasi cukai s.d. bulan Maret 2026 adalah sebesar Rp311,82 Juta. Penerimaan cukai berasal dari denda administrasi cukai dengan rincian: Ultimum Remidium (UR) rokok sejumlah 67.400 batang dan MMEA sejumlah 171.550 mL dengan total besaran sanksi Rp201.819.000. Denda administrasi MMEA sebesar Rp110.000.000.

 

  • Realisasi PNBP :

    Kinerja capaian PNBP wilayah Sumatera Selatan mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,28% (yoy), dengan mencapai Rp713,77 miliar. Namun, pendapatan yang ada masih terfokus pada pendapatan PNBP BLU, utamanya jasa RS dan pendidikan.

    • Pendapatan PNBP BLU sebesar Rp426,19 miliar atau 22,79% dari target;
    • Pendapatan PNBP Lainnya sebesar Rp287,58 miliar atau 47,83% dari target.

 

       Belanja Negara:

       Realisasi belanja negara sebesar Rp9,51 triliun atau 24,92% dari pagu.

  • Belanja K/L Rp9,51 triliun atau 24,92% dari pagu

    Peningkatan belanja K/L di triwulan I 2026 dipengaruhi oleh peningkatan belanja pegawai sebesar 17,82% (yoy) sebagai akibat dari kenaikan gaji pokok pegawai dan peningkatan formasi PPPK serta peningkatan belanja modal sebesar 221,81% (yoy) akibat dari pengaruh efisiensi anggaran pada tahun sebelumnya (low base effect).

  • Transfer ke Daerah Rp6,59 Triliun (28,62% dari Pagu)

    Penyaluran TKD terkontraksi 14,12% (yoy) seiring dengan penurunan alokasi di tahun 2026. Meskipun terkontraksi, kinerja TKD hingga triwulan I khususnya DAU dan DAK Non Fisik masih tetap optimal dalam mendukung pemenuhan belanja pokok daerah, operasional pemerintahan, dan layanan publik.

       

       C. Penyampaian Kinerja Pelaksanaan APBD Sumatera Selatan

  • Kinerja APBD per Pemda s.d 31 Maret 2026 bekinerja positif. Pemda yang menunjukkan surplus terdapat pada Sumsel, Lahat, Musi Rawas, Prabumulih, Pagaralam, Lubuklinggau, OI, OKUT, Empat Lawang dan
  • Persentase realisasi pendapatan daerah tertinggi terdapat pada Empat Lawang sebesar 24,58% sedangkan persentase realisasi terendah terdapat pada OKU sebesar 4,66%.
  • Persentase realisasi belanja daerah tertinggi terdapat pada Muara Enim sebesar 15,30% sedangkan persentase realisasi belanja daerah terendah terdapat pada OKU sebesar 7,69%.
  • Dari perbandingan (rasio) antara surplus dengan pendapatan daerah, secara rata-rata sebesar 12,40%. Terdapat 10 Pemda nilai rasio diatas rata-rata yaitu Muratara (55,46%), Mura (47,76%), Empat Lawang (47,44%), Sumatera Selatan (46,36%), Pagaralam (32,69%), Pali (31,62%), Lahat (28,77%), OKUT (28,67%), OI (23,35%) dan Prabumulih (18,86%).

 

       D. Penyampaian Perkembangan penyaluran Kredit Program Sumsel dan Implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

  • Sampai dengan 31 Maret 2026, realisasi KUR di Sumsel mencapai 23,71% dari target dan masih terus tumbuh negatif sebesar 7,37% (y-o-y) atau secara nominal yaitu sebesar Rp2.106,54 Miliar kepada 26.957 debitur.
  • Kinerja Pembiayaan UMi Wilayah Sumatera Selatan sampai dengan 31 Maret 2026 tumbuh Positif sebesar 317,18% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (y-o-y).
  • Perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih:
    • Seluruh desa dan kelurahan pada Provinsi Sumatera Selatan telah membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan total berjumlah 3.258 koperasi. Saat ini sedang dalam proses pembangunan gerai yang dilaksanakan oleh PT. Agrinas Palma Nusantara dan TNI.
    • Terdapat 3.258 KDMP/KKMP yang telah memiliki microsite menunjukkan proses KDMP/KKMP bergabung ke era digital. Perlu pendampingan lebih lanjut terkait penggunaan microsite dimaksud agar lebih efisien dan berdaya guna.
    • Terdapat 974 koperasi yang telah memiliki minimal 1 gerai dan gerai yang aktif sejumlah 1279 gerai.
    • Dari 1279 gerai aktif, terbanyak berupa kantor koperasi sejumlah 831, gerai unit usaha simpan pinjam sejumlah 55, gerai sembako sejumlah 167, gerai usaha jasa lainnya sejumlah 193.
    • 531 koperasi telah mengajukan permohonan kemitraan dengan BUMN dengan total kemitraan sejumlah 2.473.

Unduh dalam format PDF: Siaran Pers Kinerja APBN Regional Prov. Sumatera Selatan s.d. 31 Maret 2026

 

Narahubung Media:
Gisela Andriani
Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan
Jl. Kapten A. Rival No. 2, Palembang - 30 129, Sungai Pangeran, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30135

Saluran Pengaduan

Lapor SIPANDU WISE



 

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Keuangan Negara Palembang Lt.2 Jalan Kapten A. Rivai No. 2-4 Palembang
Tel: 0711-356534

IKUTI KAMI

Search