
Perekonomian Sumatera Utara pada Triwulan III 2025 menunjukkan pertumbuhan yang stabil, meskipun masih sedikit di bawah rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi Sumut tercatat sebesar 4,55% (yoy), sedangkan secara q-to-q tumbuh 2,11%. Sektor Real Estate mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,69%, sementara dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh 9,05%. Kontribusi terbesar PDRB tetap berasal dari Konsumsi Rumah Tangga (50,59%) dan Ekspor Barang/Jasa (42,37%).
Secara spasial, Sumut masih menjadi kontributor terbesar PDRB Pulau Sumatera (23,58%), meski peringkat pertumbuhan ekonomi berada di posisi 7 dari 10 provinsi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan lebih tinggi (7,6%) dalam RPJMD 2025–2029 melalui penguatan ekspor, hilirisasi industri, dan pembangunan infrastruktur.
Inflasi pada September 2025 tercatat 0,65% (m-to-m), dengan inflasi tahunan (yoy) sebesar 5,32%. Komoditas penyumbang utama inflasi adalah cabai merah, emas perhiasan, dan bawang merah, sedangkan angkutan udara, bawang putih, dan bensin memberikan andil deflasi.
Kemiskinan di Sumut pada Maret 2025 sebesar 7,36%, meningkat 29 ribu jiwa dibanding September 2024. Gini Rasio menurun ke 0,295 (kategori rendah), lebih baik dibanding nasional (0,375). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,32%, turun 0,28% dibanding Agustus 2024, namun masih di atas nasional (4,85%).
Nilai Tukar Petani (NTP) September 2025 sebesar 146,06, naik 1,11% dibanding Agustus 2025, sedangkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 104,67, lebih tinggi dari NTN nasional (104,25).
Pada sisi APBN, Pendapatan Negara di Sumut Triwulan III 2025 mengalami kontraksi 28,37% (yoy), terutama karena penurunan penerimaan perpajakan sebesar 31,79% akibat implementasi PMK Nomor 81 Tahun 2024. Namun, PNBP tumbuh 10,51% (yoy), didominasi pendapatan BLU rumah sakit. Belanja Negara terealisasi Rp44,52 triliun (70,02% dari pagu), turun 10,98% (yoy).
Transfer ke Daerah (TKD) Sumut turut mengalami kontraksi 4,21% (yoy) dengan realisasi Rp31,95 triliun (73,85% dari pagu). Di sisi APBD, realisasi Pendapatan Daerah tumbuh 9,22% (yoy) atau Rp39,85 triliun (62,30% dari target), sedangkan Belanja Daerah terealisasi Rp32,24 triliun (50,40% dari pagu), turun 11,34% (yoy). Surplus APBD tercatat Rp7,60 triliun, naik signifikan dibanding periode sebelumnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumut hingga November 2025 mencakup 387 SPPG, 1.063.247 penerima manfaat, melibatkan 19.350 petugas dan 550 supplier lokal di 33 kabupaten/kota. MBG memberikan dampak positif bagi perekonomian Sumut dengan memperkuat ketahanan pangan lokal, meningkatkan peran koperasi dan UMKM, serta mendukung distribusi bahan pangan lokal. Analisis Input-Output menunjukkan MBG berpotensi meningkatkan PDRB sebesar Rp391,77 miliar atau 0,06% terhadap PDRB Sumut.
Program FLPP di Sumut telah dilaksanakan di 25 kabupaten/kota dengan 10.319 unit rumah dan realisasi belanja sebesar Rp1,09 triliun. Survei kepuasan debitur menunjukkan bahwa kemudahan proses menjadi faktor dominan yang memengaruhi sikap positif terhadap program FLPP.
Untuk membaca KFR lengkap, silakan kunjungi:
https://s.id/KajianFiskalRegional_2025


Perekonomian Sumatera Utara menunjukkan pertumbuhan positif namun melambat, dengan tantangan pada peningkatan kemiskinan, stabilitas harga hortikultura, dan pengangguran lulusan berpendidikan tinggi. Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) pada Triwulan II 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,69% (yoy), sedikit di bawah rata-rata nasional (5,12%). Secara q-toq, ekonomi Sumut tumbuh 2,97%. Pada sisi APBN, Pendapatan Negara di Sumut Triwulan II 2025 mengalami kontraksi 31,94% (yoy), terutama karena penurunan penerimaan perpajakan sebesar 35,20% akibat implementasi sistem administrasi perpajakan baru (Coretax) serta kebijakan larangan impor. Namun, PNBP justru tumbuh 4,89% (yoy), didominasi pendapatan BLU rumah sakit. Pada sisi APBD, Pendapatan Daerah terealisasi sebesar Rp21,41 triliun (33,31% dari target), terkontraksi 3,49% (yoy). PAD turun 1,12%, terutama karena penurunan pajak kendaraan bermotor dan BPHTB. Namun retribusi daerah naik signifikan.






