Capaian output merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat pertanggungjawaban kinerja K/L. Dalam peningkatan kualitas implementasi Penganggaran Berbasis Kinerja, data capaian output yang valid dan akuntabel diperlukan dalam rangka penilaian kinerja anggaran K/L dimana dari data capaian output dapat diketahui seberapa efektif penggunaan dananya. Data capaian output yang akurat juga berperan penting dalam perencanaan anggaran serta pengambilan keputusan di masa mendatang.
Pada akhir tahun 2019, Direktur Jenderal Perbendaharaan menerbitkan Nota Dinas Nomor ND-980/PB/2019 yang menjadi awal pelaksanaan pengawasan pengisian capaian output satker dilakukan oleh KPPN melalui aplikasi E-Rekon&LK. Sehari setelah diterbitkannya ND-980/PB/2019, Direktur Jenderal Perbendaharaan menerbitkan surat nomor S-1827/PB/2019 yang pada angka 4 huruf e, meminta satker untuk menyampaikan data capaian output K/L Tahun Anggaran 2019 dan Tahun Anggaran 2020 kepada KPPN melalui aplikasi SAS dan SAKTI. Dengan adanya pengawasan dari KPPN, informasi capaian output tingkat satker diharapkan lebih reliable dan akurat.
Optimalisasi pengisian capaian output terus dilakukan. Melalui Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-4/PB/2020 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Belanja Kementerian Negara/Lembaga, dilakukan perubahan komponen IKPA dengan penambahan Konfirmasi Capaian Output (KCO) sebagai salah satu penilaian IKPA. Pada tahun ini juga pelaporan capaian output yang semula dilakukan melalui E-Rekon&LK selanjutnya dilakukan melalui OM SPAN.
Dalam upaya peningkatan kualitas data capaian RO sebagai data yang reliable, diperlukan standardisasi cara Pengukuran capaian kinerja. Hal ini diperlukan juga untuk menyamakan persepsi cara pelaporan capaian kinerja oleh para operator satker. Saat ini, pelaporan capaian output melalui tahapan Assessment RO, Pelaporan Target Kinerja, dan Pelaporan Capaian Kinerja.
- Assessment RO
Dalam upaya peningkatan kualitas data capaian RO sebagai data yang reliable, diperlukan standardisasi cara Pengukuran capaian kinerja. Hal ini diperlukan juga untuk menyamakan persepsi cara pelaporan capaian kinerja oleh para operator satker.
Assessment RO merupakan pengisian informasi pra pelaporan yang dilakukan oleh seluruh Eselon I masing-masing K/L melalui aplikasi Monev Kemenkeu yang selanjutnya dialirkan ke SAKTI. Assessment bertujuan untuk menentukan Cara Pelaporan Output, Polarisasi Capaian, Polarisasi Waktu, serta jenis RO apakah statis atau dinamis.
- Pelaporan Target Kinerja
Setelah dilakukan assessment RO, selanjutnya satker menentukan target output bulanan dengan mempertimbangkan hasil Assessment RO dan RPD Halaman III DIPA. Normalnya, pelaporan target kinerja dilakukan setiap triwulan dengan jadwal yang sama dengan revisi Halaman III DIPA kecuali ditentukan berbeda.
- Pelaporan Capaian Kinerja
Pada tahun 2025, pelaporan capaian output bulan Januari, Februari, dan Maret dilakukan paling lambat 30 April 2025. Sedangkan untuk bulan-bulan berikutnya, batas waktu pelaporan Capaian Output adalah 5 hari kerja pertama di bulan berikutnya setelah bulan pelaporan berakhir.
Dalam Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), Capaian Output adalah indikator yang mengukur kesesuaian antara realisasi output kegiatan dengan target yang ditetapkan dalam perencanaan anggaran (DIPA). Dengan bobot pada IKPA sebanyak 25%, capaian output pada IKPA bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif belanja K/L bukan hanya dari besaran penyerapan satker namun juga berdasarkan kesesuaian output yang dihasilkan.
Hingga bulan September 2025, rata-rata realisasi Capaian Output pada IKPA satker lingkup KPPN Balige mendapat nilai 100 per bulan. Hal ini menunjukkan dari bulan Januari hingga September, seluruh anggaran belanja satker lingkup KPPN Balige telah direalisasikan dengan optimal dan menghasilkan output yang sesuai dengan target.
Sampai dengan saat ini, upaya peningkatan pengisian capaian output yang valid, akurat, dan akuntabel terus dilakukan, baik dari sisi aplikasi maupun peraturan. Banyak kendala baru yang dihadapi namun selalu ada solusi untuk menghasilkan capaian output yang valid, akurat, dan akuntabel guna membantu pengambilan keputusan yang lebih baik.
Novasary Sidauruk
PTPN Terampil KPPN Balige


