
Banyuwangi, 27 Maret 2026 – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui KPPN Banyuwangi menyelenggarakan pelatihan penanggulangan kebakaran dengan menghadirkan tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi langsung pemadaman api, sehingga para pegawai dapat memahami langkah-langkah penanganan kebakaran secara praktis dan tepat.
Membangun Kesadaran dan Respons Cepat
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai potensi risiko kebakaran di lingkungan perkantoran. Petugas pemadam kebakaran menjelaskan bahwa sebagian besar kebakaran di kantor disebabkan oleh: korsleting listrik, penggunaan peralatan elektronik berlebih, kelalaian manusia. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai klasifikasi kebakaran serta cara penanganan yang sesuai dengan jenis sumber api.
Simulasi Langsung: Dari Teori ke Praktik
Bagian yang paling menarik dari kegiatan ini adalah simulasi pemadaman kebakaran. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk langsung mencoba memadamkan api menggunakan berbagai alat. Petugas dari pemadam kebakaran memperagakan teknik dasar pemadaman, seperti: cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), teknik mengarahkan semprotan ke titik api, menjaga jarak aman saat memadamkan api. Peserta kemudian secara bergantian mempraktikkan pemadaman api yang telah disiapkan dalam kondisi terkendali.
Mengenal Bahan dan Alat Pemadam Kebakaran
Dalam pelatihan ini juga diperkenalkan berbagai bahan dan alat yang efektif untuk memadamkan api, antara lain:
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR), APAR menjadi alat utama yang wajib tersedia di setiap kantor. Jenisnya meliputi: APAR serbuk (dry chemical powder) untuk berbagai jenis kebakaran, APAR CO₂ untuk kebakaran listrik dan APAR foam untuk kebakaran cairan mudah terbakar
- Air, Digunakan untuk kebakaran bahan padat seperti kertas atau kayu. Namun tidak disarankan untuk kebakaran listrik atau bahan kimia.
- Pasir, Pasir efektif untuk memadamkan api kecil dengan cara menutup sumber api sehingga oksigen terputus
- Kain Basah, Dapat digunakan dalam kondisi darurat untuk memadamkan api kecil atau melindungi diri dari panas.
Melalui pengenalan ini, peserta diharapkan mampu memilih metode pemadaman yang tepat sesuai dengan jenis kebakaran.
Pentingnya Evakuasi dan Koordinasi
Selain teknik pemadaman, peserta juga diberikan pemahaman mengenai prosedur evakuasi saat terjadi kebakaran. Hal ini meliputi: mengenali jalur evakuasi, tidak panik saat keadaan darurat, membantu rekan kerja yang membutuhkan. Koordinasi antarpegawai menjadi kunci agar proses evakuasi dapat berjalan cepat dan aman.
Komitmen Mewujudkan Lingkungan Kerja Aman
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPPN Banyuwangi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tanggap terhadap risiko bencana. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh pegawai tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat. Pelatihan ini juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab petugas keamanan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pegawai.
Melalui pelatihan dan simulasi pemadaman kebakaran ini, KPPN Banyuwangi menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh pegawai selalu siap menghadapi potensi risiko kebakaran. Dengan kesiapan yang baik, potensi kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan, serta keselamatan pegawai tetap terjaga.




