Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, kinerja APBN dan APBD tetap on track dan terus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Jakarta.
Kinerja APBN DKI Jakarta masih on track mulai dari pendapatan Negara s.d. 30 Juni 2024 yaitu sebesar Rp849,09 T (53,70% dari target, 17,61% (yoy))
Rincian:
- Pendapatan Pajak Rp636,68 T (48,34% dari target, 11,54% (yoy))
- Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Rp10,35 T (37,38% dari target, 9,21% (yoy))
- Kinerja PNBP mencapai Rp197,81 T (83,83% dari target, 27,49% (yoy))
Kinerja Belanja Negara mencapai Rp785,93 T atau 45,52% dari pagu, tumbuh 10,07% (yoy))
- Belanja K/L Rp266,54 T (39,42% dari pagu, 13,14% (yoy))
- Belanja Non K/L Rp511,14 T (49,42% dari pagu, 8,56% (yoy))
- TKD Rp8,26 T (40,25% dari pagu, 0,26% (yoy))
Kinerja APBD DKI Jakarta s.d. 30 Juni 2024 mengalami kontraksi dipengaruhi moderasi pertumbuhan realisasi Pendapatan Daerah
Pendapatan Daerah mencapai Rp28,12 T (38,81% dari target, 8,98% (yoy))
Rincian:
- Pendapatan Asli Daerah Rp19,23 T (18,65% (yoy))
- Pendapatan Transfer Rp8,88 T (22,88% (yoy))
- Belanja Daerah mencapai Rp24,59 T (33,87% dari pagu, 12,29% (yoy))
![]() |
![]() |





