KPPN Khusus Investasi

Egaliter

Semua orang mesti dihargai dan diposisikan setara.

              Kira-kira begitulah salah satu pesan Bu Muslimah, ibu guru dalam Laskar Pelangi ketika membela Harun yang menderita down syndrome. Bu Muslimah mewanti-wanti agar tidak ada yang mengolok-olok kekurangan yang dimiliki oleh Harun.

          Saya pun meyakini hal yang sama. Manusia ibarat sebuah baru berliian. Untuk menjadi berlian yang sesungguhnya, dengan kualitas yang luar biasa, kita perlu tahu cara menggosoknya, di bagian mana, berlian itu akan mengeluarkan sinar yang paling cemerlang.

            Ketika kali pertama datang ke Belitong misalnya, saya sudah mendapatkan pesan, bahwa ada seorang pegawai yang sulit diatur. Katanya, saya harus berhati-hati pada pegawai senior yang merupakan putra asli daerah itu.

         Mungkin karena merasa sebagai “empunya tempat”, ia (sebut saja Pak Ke) sering bertindak sesuai kemauannya sendiri. Sehari-hari, ia tidak mau memakai celana dasar (celana bahan) ke kantor. Ia justru memakai celana jin.

              Kepada kepala seksinya, saya katakan untuk memberi pengarahan. Namun, bukannya malah membina, ia berkata kepada saya, “Wah, kalau tentang Pak Ke, saya menyerah, Bu. Saya tidak mau ribut-ribut dengan beliau. Nanti malah berantem makin parah….”

              Pak Ke itu bisa dibilang “orang kaya” di Belitong. Dia pemain timah yang membuat penghasilannya jauh melebihi penghasilannya sebagai pegawai Kementerian Keuangan.

              Suatu siang saya mendekati Pak Ke dan mengajaknya bicara.

             “Pak Ke, kenapa pakai celana jin ke kantor?” tanya saya sambil tersenyum.

           Pak Ke menjawab, “Saya itu, kalau pakai celana bahan, rasanya gatal-gatal. Kalau pakai celana jin, rasanya nyaman, Bu.”

              “iyakah? Dimana Pak Ke beli celana bahan itu?”

              “Di Belitong inilah, Bu. Saya beli ditempat yang paling bagus.”

               Mendengar itu saya jadi memutar otak. Tercetus niat, kalau saya ke Jakarta, saya belikan beliau celana bahan yang bagus. “Pak Ke, kalau saya belikan yang lebih bagus dari celana Belitong ini mau?”

              “Mau, Bu.”

              “Ukurannya berapa?”

              “37, Bu!”

             Saat pulang ke Jakarta pun saya tunaikan janji kepada Pak Ke. Saya belikan beliau celana bahan plus bahan dasar yang belum dijahit. Kemudian saya berikan celana itu ke Pak Ke.

            “Pak Ke, ini sudah saya belikan Pak Ke celana yang bahannya bagus sekali. Pak Ke mau coba pakai dulu?”

                “Wah, terima kasih, Bu, saya akan coba pakai.”

                “Ini juga saya belikan bahan celana yang paling bagus. Nanti Pak Ke jahit sendiri.”

             Keesokan harinya Pak Ke datang ke kantor memakai celana bahan yang saya beli. Sejak saat itu pula, Pak Ke tidak pernah datang ke kantor dengan memakai celana jin lagi saat jam kerja. Bahkan hingga ia pensiun.

         Dari Pak Ke, saya jadi semakin yakin bahwa setiap manusia adalah berlian. Ada berlian yang masih tenggelam dalam lumpur sehingga tidak nampak kilaunya. Ada yang karena kita, sebagai pimpinan, salah mengasahnya sehingga tidak menampilkan sisi yang paling berkilau dari dirinya.

             Bagi sebagian orang, pegawai senior yang asli berasal dari daerah tersebut kerap tidak dipedulikan. Mau bekerja atau tidak bekerja dibebaskan. Yang penting datang ke kantor buat melakukan absensi.

              Padahal, anggapan seperti itu keliru. Saya meyakini bahwa mereka juga memiliki potensi dan kapasitas. Tinggal bagaimana kita meletakkan mereka dalam posisi yang tepat. The right man on the right place.     

            Sekarang, taruhlah, banyak yang gagap teknologi informasi. Para pegawai senior ada saja yang tidak sanggup mengikuti laju perkembangan teknologi informasi tersebut. Namun, kita tetap bisa memberikan mereka peran.

          Yang penting, yang perlu kita bangun dan kita jaga adalah integritas mereka. Seperti soal memakai seragam sesuai dengan ketentuan-itu adalah bagian dari integritas. Saat jam kerja memakai sepatu-tidak memakai sandal-itu juga bagian dari integritas. Ketaatan pada kode etik ASN adalah integritas.

              Sebelum mengenali kemampuannya, kita perlu terlebih dahulu melakukan pendekatan untuk mengenali karakternya.

               Kecenderungan karakter itu secara garis besar bisa dibedakan menjadi empat dimensi (Meyers-Briggs), yaitu:

  • Extrovert/Introvert (E/I)
  • Sensation/Intuition (S/N)
  • Thinking/Feeling (T/F)
  • Judgement/Perception (J/P)

E/I menunjukkan apakah seseorang memiliki motivasi pribadi yang kuat ataukah membutuhkan dorongan dari orang lain.

S/N menggambarkan bagaimana seseorang memperoleh informasi. Tipe S adalah orang yang perlu fakta, detail, dan melihat realitas. Tipe S adalah orang yang praktikal. Dalam KPPN, orang semacam ini cocok sekali ditempatkan sebagai front officer Pencairan Dana.

Sedangkan Tipe N adalah orang yang imajinatif, memiliki intuisi yang kuat, dan inovatif, serta konseptual. Nah, pribadi orang kreatif seperti ini perlu diberikan ruang kreativitas agar bisa mengembangkan sebuah inovasi baru.

T/F menggambarkan cara mengambil keputusan. Tipe T sangat objektif dan logis. Sedangkan tipe F sangat subjektif dan personal. Sementara itu J/P menggambarkan sikap seseorang terhadap struktur. Tipe J sangat terstruktur, sedangkan tipe P cenderung lebih fleksibel.

Pak Ke tadi adalah contoh seseorang yang membutuhkan dorongan dari orang lain dan sangat personal. Barangkali selama ini belum ada pimpinan yang mengajaknya bicara sembari menunjukkan penghormatan terhadap dia sebagai orang tua. Dengan pendekatan yang tepat, bukan hanya mau menaati kode etik, Pak Ke semakin rajin ke kantor dan mau terlibat dalam aktivitas kerja di kantor.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search