


Plt. Kepala KPPN Kuningan memaparkan mengenai pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia serta keberlanjutan program pemulihan ekonomi nasional melalui kebijakan fiskal yang ditempuh oleh Pemerintah. Kebijakan tersebut antara lain menjaga desifit APBN di 6% dari PDByang sebagian besarnya digunakan untuk penanggulangan dampak Covid-19. Tekanan pada APBN semakin berat dengan adanya covid-19 dimana pendapatan menurun sehubungan dengan turunnya realisasi pendapatan pajak yang berkorelasi pada lesunya aktivitas perekonomian masyarakat. Disisi lain belanja pemerintah meningkat drastis untuk penanggulangan dampak covid-19 antara lain untuk sektor kesehatan Rp63,51 T, Perlindungan Sosial Rp220,39 T, bantuan UMKM, Dukungan Modal usaha dan Dana Transfer ke Daerah.
Di Tahun 2021, target Pendapatan Pemerintah sebesar Rp1743,6 Triliun dengan anggaran belanja sebesar Rp2.750 Triliun artinya minus Rp1.006,4 dengan defisit sebesar 5,7% dari PDB. APBN Pemerintah yang tetap mengambil kebijakan ekspansif ini menunjukkan komitmen pemerintah mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat melalui berbagai program pengendalian pandemi Covid-19 antara lain vaksinasi masal serta memastikan masyarakat bisa tetap sejahtera dengan tetap mempertahankan berbagai kebijakan pemulihan ekonomi nasional.
#KemenkeuGiatRakyatSehatEkonomiKuat
#APBNLawanCovid-19