
Suasana khidmat mewarnai Upacara Bendera Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia oleh KPPN Kupang bersama keluarga besar Kemenkeu Satu Provinsi Nusa Tenggara Timur di halaman Gedung Keuangan Negara Kupang. Upacara yang digelar pukul 06.45 WITA tanggal 17 Agustus ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak Adi Setiawan dan diikuti oleh perwakilan pejabat dan pegawai instansi vertikal Kementerian Keuangan di Kota Kupang.

Pada upacara ini, kemerdekaan kita maknai melalui kepedulian dan solidaritas. Di tengah musibah yang melanda saudara-saudara kita di Pulau Flores, kita tetap bersatu untuk memastikan kehadiran negara kepada korban terdampak. Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang bagaimana kita saling menjaga dan memastikan tak ada satu pun masyarakat yang merasa ditinggalkan.

Seperti kita ketahui, pada hari Sabtu, tanggal 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan 7,7 SR mengguncang Pulau Flores. Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (16/8), pukul 16.00 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang dengan rincian di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang
Selain korban meninggal, petugas gabungan juga telah mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat. Total rumah rusak berat mencapai 1.543 unit, rusak sedang 328 unit, dan rusak ringan 532 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, tempat ibadah 50 unit, kantor pemerintahan 76 unit dan sejumlah fasilitas umum lain. Jumlah pengungsi sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.
Jajaran pemerintah pusat, pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten yang terdampak terus bekerja sama dalam membantu para korban terdampak. Bantuan yang telah tiba di antaranya paket logistik dari pemerintah pusat yang dikirimkan melalui Posko Logistik Nasional Bandara Halim Perdana Kusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu, 16 Agustus 2026. Total bantuan yang disalurkan mencapai 4.925 paket. Adapun paket-paket logistik tersebut akan disalurkan di lokasi terdampak diantaranya Kabupaten Manggarai Barat 550 Paket, Kabupaten Manggarai 1.000 Paket, Kabupaten Manggarai Timur 550 Paket, Kabupaten Ngada 550 Paket, Kabupaten Nagekeo 550 Paket, Kabupaten Sikka 1.000 Paket, dan Kabupaten Ende 725 Paket.
Selain distribusi logistik, pemerintah pusat melalui BNPB juga telah mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk mengkoordinasikan upaya penanganan darurat gempa Mag7,7 di NTT. Sementara posko taktis akan diaktifkan di Kota Maumere.
Sumber: https://www.bnpb.go.id/berita/update-dampak-gempa-m77-ntt-korban-meninggal-dunia-menjadi-53-orang


