

Jabatan Kepala KPPN Malang telah diserahterimakan dari pejabat lama Bapak Teddy kepada pejabat baru Bapak Rintok Juhirman, dalam rangkaian Rapat Dinas Lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur bertempat di Aula KPPN Bondowoso dengan mengambil tema ”Strategi Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Organisasi Dalam Perspektif HAnDAL Guna Mewujudkan New DJPb In Town”, Minggu (17/04/2022).
Serah terima jabatan Kepala KPPN Malang tersebut, sebagai tindak lanjut setelah dilaksanakan pelantikan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati pada hari Rabu tanggal 13 April 2022 yang dilakukan secara virtual.
Rapat Dinas itu sendiri diselenggarakan selama 4 hari mulai hari Minggu 17 April 2022 sampai dengan 20 April 2022. Rapat Dinas diselenggarakan secara hybrid di Aula KPPN Bondowoso dan secara virtual untuk para pejabat baru yang masih berada di tempat yang lama.
Dalam kesempatan tersebut, pejabat lama Kepala KPPN Malang, Teddy berharap kepada pejabat baru, Rintok Juhirman dapat meneruskan kinerja terbaik dari KPPN Malang yang telah menjadi role model dalam berbagai capaian secara Nasional seperti penghargaan WBK, WBBM, Kantor Percontohan, dan pada tahun 2022 ini dalam implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016.
Diharapkan, melalui acara serah terima jabatan Kepala KPPN Malang tersebut, estafet kepemimpinan dapat terus terberjalan dengan baik melalui kinerja terbaik guna mewujudkan New DJPb In Town.
Pers Rilis dibuat tanggal 15 April 2022
Kepala KPPN Malang
Rintok Juhirman

Berdasarkan data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN), realisasi belanja APBN di wilayah pembayaran KPPN Malang yang meliputi Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kota Batu, dan Kota Pasuruan, sampai dengan triwulan I 2022 sebesar Rp.1,39 triliunr atau 18,04% dari total pagu sebesar Rp.7,68 triliun. Bila dibanding dengan perode yang sama tahun lalu, mengalami pertumbuhan persentase sebesar 2,86% dari realisasi triwulan I tahun 2021 sebesar Rp.1,36 triliun atau 15,18% dari total pagu sebesar Rp.8,99 triliun. Atas realisasi triwulan I 2022 tersebut, telah melampaui target Nasional sebesar 15%.
Dari total realisasi belanja sebesar Rp.1,39 triliun tersebut, untuk Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp.1,00 triliun atau 17,10% dari total pagu sebesar Rp.5,85 triliun dan Tansfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp.385,24 miliar atau 21,04% dari pagu sebesar Rp.1,83 triliun.
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat di KPPN Malang sampai dengan bulan Maret 2022 terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp.718,39 miliar atau 19,56% dari pagu sebesar Rp.3,67 triliun. Belanja Barang terealisasi sebesar Rp.265,96 miliar atau 13,38% dari pagu sebesar Rp.1,99 triliun. Belanja Modal terealisasi sebesar Rp.8,94 miliar atau 5,11% dari pagu sebesar Rp.174,82 miliar dan merupakan terkecil realisasinya. Sementara itu, Belanja Bantuan Sosial terealisasi Rp.7,10 miliar atau 0,44,61% dari pagu sebesar Rp.15,92 miliar dan merupakan yang terbesar realisasinya.
Untuk TKDD di KPPN Malang terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dengan pagu sebesar Rp.320,74 miliar dan belum terdapat realisasi. DAK Non Fisik telah terealisasi sebesar Rp.185,09 miliar atau 26,13% dari total pagu sebesar Rp.708,33 miliar, untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan BOP Kesetaraan yang dikelola oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Realisasi DAK Non Fisik merupakan yang terbesar persentasenya pada triwulan I 2022 ini. Tentunya juga sangat bermanfaat bagi sekolah atau satuan pendidikan. Dengan telah tersalurkannya dana BOS dan BOP untuk meningkatkan kualitas Pendidikan.
Sementara itu, untuk Dana Desa (DD) terealisasi sebesar Rp.200,15 miliar atau 24,95% dari total pagu sebesar Rp.802,05 miliar, dengan realisasi per kota/kabupaten yaitu : Kota Batu sebesar Rp.9,8 miliar, Kabupaten Malang sebesar 112,2 miliar, dan Kabupaten Pasuruan sebesar 78 miliar.
Kepala KPPN Malang, Rintok Juhirman berharap melalui percepatan realisasi APBN Tahun Anggaran 2022 secara akuntabel oleh Satker dan Pemda mitra kerja KPPN Malang diharapkan dapat bermanfaat guna pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
Pers Rilis dibuat tanggal 15 April 2022
Kepala KPPN Malang
Rintok Juhirman

Anda dapat melihat buletin ini secara lengkap disini:
Download



Jumat, 5 November 2021 yang lalu Kepala Kanwil DJPB Jatim beserta tim cepat tanggap KPPN Malang bersinergi bergerak untuk memantau lokasi yang terdampak paling parah dalam peristiwa banjir bandang di Kota Batu tepatnya di Desa Bulukerto.
Dalam kunjungan ini kami bersinergi dengan pihak-pihak yang berkaitan langsung seperti BPBD/BNPB, Perangkat Desa Bulukerto, serta beberapa pihak lain yang terkait.
Tak lupa kami juga menyalurkan bantuan yang diperoleh dari penggalangan dana oleh para pegawai baik di lingkup Kanwil DJPB Jatim dan KPPN Malang sebagai bentuk kepedulian. Kami berharap bencana ini dapat segera teratasi dan korban yang terdampak dapat diberi ketabahan dan dapat segera pulih untuk dapat beraktivitas kembali
"Bersama anda membangun ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur"
Follow @kppnmalang for update
Indeks Kepuasan Masyarakat Semester II KPPN Malang berhasil mencapai nilai 0.99 dari skala 1. Hal ini tentu menjadi pencapaian yang sangat baik, dan harus menjadi motivasi untuk dapat mempertahankan pelayanan kedepannya



Jum’at, 1 Oktober 2021 bertempat di Cafe Sawah - Desa Pujon Kidul diadakan kunjungan kerja oleh para pimpinan DJPB Regional Jawa dalam rangka meneladani kisah sukses penggunaan Dana Desa oleh Pujon Kidul. Kunjungan kerja ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kantor pusat DJPB dan Kantor Wilayah di regional Jawa.
Lokasi desa ini terletak di sisi barat, melewati Kota Batu apabila berangkat dari Kota Malang. Jarak yang ditempuh dari pusat kota sekitar 30 kilometer, dengan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam. Desa ini memiliki tempat yang ikonik dan menjadi perwujudan sukses Dana Desa yang terkenal dengan sebutan “Cafe Sawah”.
Dana desa yang digunakan untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), telah berhasil menyulap desa ini menjadi lokasi wisata yang menyedot ribuan pengunjung setiap harinya. Dimulai dengan program inovasi desa yang awalnya bertujuan untuk mensejahterakan para petani, namun ternyata berdampak positif serta menghasilkan multiflyer effect atau efek domino yang kemudian merambah ke sektor lainnya, sehingga kesejahteraan seluruh warga desa di Pujon Kidul meningkat tajam. Desa Wisata Pujon Kidul memiliki ragam wahana menarik dengan nuansa asri perdesaan, seperti cafe sawah, panen hasil pertanian, memerah susu sapi, kolam renang untuk anak-anak, off road, hingga wisata berkuda.
Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko mengatakan, BUMDes yang ia kelola tersebut telah berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga lebih dari Rp1,3 Miliar pada tahun 2018. Padahal sebelumnya, PADes pujon kidul hanya berkisar Rp30-40 juta per tahun. Tahun ini, iya meyakini mampu meraih PADes hingga Rp2,5 Miliar.
“Tahun 2011 saat saya baru menjadi Kepala Desa, PADes kita hanya berkisar antara Rp20-30 juta per tahun. Ada peningkatan signifikan ketika kita mulai mengelola dana desa. Kita mendirikan BUMDes, kita manfaatkan potensi, kita gerakkan seluruh masyarakat. Tahun 2017 PADes kita meningkat menjadi Rp162 juta, tahun 2018 Rp 1 Miliar lebih, langsung melonjak drastis,” ujarnya.
Acara diskusi yang dimoderatori oleh Kepala Kanwil DJPB Provinsi Jawa Timur, Bapak Taukhid ini berlangsung menjadi diskusi yang sangat menarik. Diskusi berlangsung antara Kepala Desa Pujon Kidul, Direktur BUMDes Pujon Kidul, Peserta, dan dengan melibatkan juga Direktur Pelaksanaan Anggaran selaku pengelola Dana Desa dari Kantor Pusat, Bapak Sudarso yang antusias dengan kinerja Desa Pujon Kidul. “Saya berharap lebih banyak lagi kepala desa seperti pak Udi ini, agar desa-desa di Indonesia semakin mandiri dan maju”, begitu tanggapan beliau.
Di penghujung acara, kami dari pihak DJPB selaku pengelola dan penyalur Dana Desa berharap kisah Desa Wisata Pujon Kidul ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Indonesia sehingga memberikan dampak yang signifikan baik kepada desa itu sendiri maupun kepada masyarakat secara luas. (Tim Humas KPPN Malang)