
Sebagai bagian dari komitmen KPPN Meulaboh dalam mendukung transformasi digital pengelolaan keuangan daerah, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Meulaboh menggelar diskusi strategis bertajuk “Peran Digitalisasi dalam Mewujudkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Modern, Transparan, dan Akuntabel” di ruang Treasury Learning Center KPPN Meulaboh, Jumat 10 Oktober 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama 90 menit ini dihadiri oleh Kepala KPPN Meulaboh Linggo Supranggono, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Barat Zulyadi, Kepala Sub Belanja BPKD Aceh Barat M. Iqbal Bustami, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh Barat Erdian Mourny, serta Wakil Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Meulaboh Teuku Fakhrurrazi.
Diskusi ini membahas langkah-langkah percepatan penerapan SP2D Online, Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), dan elektronifikasi transaksi keuangan daerah, sebagai bagian penting dari agenda reformasi birokrasi dan modernisasi pengelolaan keuangan pemerintah daerah.
Kepala KPPN Meulaboh Linggo Supranggono dalam sambutannya menegaskan bahwa tema kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Keuangan mengenai pentingnya pembenahan tata kelola keuangan daerah sebagai wujud penguatan desentralisasi fiskal. “Sebagai instansi vertikal Kementerian Keuangan di daerah, kami harus peka terhadap isu fiskal lokal dan terus bersinergi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukunng kebijakan nasional,” ujar Linggo.
Ia menambahkan bahwa digitalisasi keuangan menjadi kunci dalam percepatan reformasi birokrasi dan peningkatan efisiensi penggunaan anggaran, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kepala BPKD Aceh Barat Zulyadi mengakui bahwa Pemkab Aceh Barat dalam proses menuju optimalisasi digitalisasi keuangan. “Target kami pada tahun 2026, implementasi SP2D Online dan KKPD sudah dapat berjalan penuh dengan dukungan Pemerintah Pusat serta Bank Aceh Syariah sebagai mitra pengelolaan keuangan daerah.” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Aceh Barat Erdian Mourny menyoroti pentingnya peningkatan interoperabilitas antara system aplikasi pemerintah yang selama ini masih berjalan terpisah. “Implementasi SP2D Online perlu segera diterapkan dengan koordinasi intens bersama Bank Aceh Syariah unntuk memastikan koneksi dan kompatibilitas system,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Wakil Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Meulaboh Teuku Fakhrurrazi menegaskan kesiapan pihaknya dalam memperluas layanan transaksi keuangan daerah secara digital. “Kami siap mendukung percepatan digitalisasi dengan memperluas penerapan SP2D Online, KKPD, dan transaksi non-tunai guna meningkatkan efisiensi layanan publik,” tegasnya,
Kepala Sub Belanja BPKD Aceh Barat M. Iqbal Bustami menambahkan bahwa sebagian besar pemerintah daerah di Aceh belum memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) secara optimal, padahal aplikasi tersebut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan SP2D Online dan KKPD.
Menutup kegaiatan, Kepala KPPN Meulaboh Linggo Supranggono menyampaikan bahwa hasil diskusi akan dirangkum sebagai masukan strategis kepada kanwil DJPb Aceh untuk mendukung upaya peningkatan tata kelola keuangan daerah yang lebih modern, terintegrasi, dan akuntabel.
“KPPN Meulaboh akan terus berperan aktif dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan lembaga keuangan untuk mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang efisien dan berorientasi hasil,” tutupnya.
KPPN Meulaboh berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun perbankan, semakin siap menghadapi era digital dan bersama-sama mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang modern, transparan, dan akuntabel. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen KPPN Meulaboh untuk memperkuat budaya kerja yang bersih, profesional, dan berintegritas dalam rangka meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
#TREFA #InTress #BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif)


