
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Meulaboh terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Aceh Barat. Bersinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kabupaten Aceh Barat, KPPN Meulaboh memfasilitasi pelaksanaan Bimbingan Teknis Pengisian dan Pelaporan Data Industri Tahap Produksi melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) bagi pelaku industri kecil dan menengah (usaha rumahan), yang diselenggarakan pada Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Aula KPPN Meulaboh.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Aceh Barat, Khairuzzadi, serta dihadiri oleh Kepala Seksi Bank KPPN Meulaboh, Ishak, yang mewakili Kepala KPPN Meulaboh, para narasumber, dan 15 orang peserta yang merupakan pelaku usaha industri rumah tangga di Aceh Barat.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Ketua Panitia Mawardi menyampaikan bahwa peserta bimbingan teknis berasal dari berbagai sektor industri rumah tangga, antara lain usaha pengolahan kopi, kue, cemilan/kudapan, sert minuman. Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Barat yang memberikan pendampingan teknis secara langsung terkait tata cara pengisian dan pelaporan data industri melalui platform SIINas.
Dalam sambutannya, Khairuzzadi menekankan bahwa perkembangan sektor industri di Aceh Barat, khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM), menunjukkan tren yang semakin positif dan menjadi salah satu penompang utama perekonomian daerah serta penyedia lapangan kerja bagi masyarakat. Namun demikian, di tengah era digitalisasi saat ini, akurasi data, ketepatan waktu pelaporan, dan integrasi informasi menjadi kebutuhan penting dalam mendukung perencanaan dan pengambian kebijakan pemerintah.
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian telah menyediakan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) sebagai instrument wajib bagi pelaku industri untuk melakukan pelaporan secara berkala, termasuk pelaporan data produksi triwulanan. Data yang tercatat secara valid dan akurat melalui SIINas yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, program pembinaan, serta pemberian berbagai fasilitas dan insentif bagi pelaku industri.
Pada kesempatan tersebut, Khairuzzadi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KPPN Meulaboh atas dukungan sarana dan prasarana yang secara konsisten diberikan dalam berbagai kegiatan pemberdayaan UMKM.
“Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dan sinergi yang baik antara KPPN Meulaboh dan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Barat. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat kapasitas indutri kecil dan menengah melalui edukasi tata kelola pelaporan berbasis digital”, ujar Khairuzzadi.
Lebih lanjut Khairuzzadi mengungkapkan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis Pengisian dan Pelaporan Data Industri Tahap Produksi melalui Sistem Informasi Nasional (SIINas) bagi pelaku usaha industri kecil dan menengah ini bermanfaat bagi para peserta. Peserta diharapkan dapat memahami tata cara pengisian dan pelaporan data industrinya secara tepat dan akurat melalui platform SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional), meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan sistem digital dalam pengelolaan usaha, dan menjadi mitra pemerintah dalam penyediaan data industri yang akurat dalam mendorong perekonomian dan pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Seksi Bank KPPN Meulaboh, Ishak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai unit vertikal Kementerian Keuangan di daerah, KPPN Meulaboh secara aktif terlibat dalam berbagai upaya pemberdayaan UMKM. Berbagai kegiatan tersebut antara lain
- Kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak seperti Pemerintah Daerah, Kanwil Kementerian Hukum Aceh, Universitas Teuku Umar, Perbankan, dan HIPMI dalam kegiatan sosialisasi pendampingan Hak Merek dan Kontrak Bisnis bagi UMKM;
- Partisipasi dalam kegiatan PON XXI EXPO Aceh Barat dan terpilih sebagai salah satu stand terfavorit;
- Pemberdayaan UMKM pada pulau terluar (Simeulue);
- Koordinasi dan monitoring kebijakan penempatan Uang Negara pada perbankan dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.
- Monitoring dan evaluasi pembiayaan Ultra Mikro (UMi);
- Digitalisasi keuangan UMKM melalui platform Digital Payment (Digipay)
- Digitalisasi pemasaran UMKM melalui platform “Keude Geutanyo” yang mendapat apresiasi dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh dan media massa;
- Penyediaan galeri Pojok UMKM di ruangan front office KPPN Meulaboh.
“Kami dengan senang hati siap bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan UMKM sebagai pilar perekonomian bangsa”, pungkas Ishak.
#TREFA #InTress #BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif)


