
KPPN Meulaboh, Dekranasda Aceh Barat, dan Pemda Aceh Barat kembali berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan UMKM Perempuan pada Pelatihan Membatik bagi Perempuan Perajin Batik Sulubayung yang merupakan batik khas Aceh Barat yang akan berlangsung selama 3 hari tersebut (28-30 November 2024) di Aula KPPN Meulaboh. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Dekranasna Aceh Barat, Afrinda Novalia, yang juga merupakan istri dari Bupati Aceh Barat, dihadiri oleh Kepala KPPN Meulaboh, beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, pegawai Dekranasda Aceh Barat, praktisi batik Cut Azzeta Abdullah dari Batik Azzeta sebagai narasumber, dan 15 orang perempuan peserta pelatihan membatik.
Dalam laporannya, Kartini, ketua panitia pelaksana kegiatan mengungkapkan bahwa pelatihan membatik ini diikuti oleh 15 orang perempuan usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan dan masyarakat umum, dengan narasumber Cut Azzeta dari Batik Azzeta Banda Aceh.
Ketua panitia, Kartini, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan tiga materi pokok, yaitu Teknik Dasar Membatik, Pemahaman Filosofi Batik, dan Pelatihan Kewirausahaan. Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
“Kami menyampaikan terima kasih kepada KPPN Meulaboh atas dukungan sarana dan prasarana yang diberikan. Semoga kerja sama ini terus berlanjut untuk mendukung kemajuan UMKM di Aceh Barat,” ungkap Kartini.
Ketua Dekranasda Aceh Barat, Afrinda Novalia, dalam sambutannya menekankan bahwa Batik Sulubayung memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi sehingga pelestariannya harus dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan perajin.
“Harapan kami, para peserta mampu memanfaatkan keterampilan ini untuk menjadi wirausaha kreatif yang berdaya saing serta berkontribusi pada perekonomian daerah,” ujar Afrinda.
“Kami juga memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada KPPN Meulaboh, untuk kedua kalinya memberikan dukungan sarana dan prasarana dan pelaksanaan kegiatan kepada Dekranasda Aceh Barat.” tambahnya.
Sebagai informasi, Batik Sulubayung telah ditetapkan sebagai batik khas Aceh Barat pada perayaan HUT ke-437 Kota Meulaboh dan Pekan Kebudayaan Aceh Barat (Oktober 2025). Pada Februari 2025, motif Sulubayung terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) katagori Ekspresi Budaya Tradisional oleh Kemenkumham RI, dan pada 11 Oktober 2025 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan. Batik ini lahir dari gagasan Ketua Dekranasda Aceh Barat, Afrinda Novalia, bersama Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadhiel, di bawah arahan Bupati Aceh Barat Tarmizi, sekaligus memperkuat identitas daerah bersama Kupiah Meukeutop.
Kepala KPPN Meulaboh, Linggo Supranggono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa selaku unit vertikal Kementerian Keuangan di daerah, KPPN Meulaboh telah banyak berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM pada berbagai kegiatan, diantaranya:
- Kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak seperti Pemerintah Daerah, Kanwil Kementerian Hukum Aceh, Universitas Teuku Umar, Perbankan, dan HIPMI dalam kegiatan sosialisasi pendampingan Hak Merek dan Kontrak Bisnis bagi UMKM;
- Partisipasi dalam kegiatan PON XXI EXPO Aceh Barat dan terpilih sebagai salah satu stand terfavorit;
- Pemberdayaan UMKM pada pulau terluar (Simeulue);
- Koordinasi dan monitoring kebijakan penempatan Uang Negara pada perbankan dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.
- Monitoring dan evaluasi pembiayaan Ultra Mikro (UMi);
- Memfasilitasi digitalisasi pemasaran UMKM melalui platform “Keude Geutanyo” yang mendapat apresiasi dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh dan media massa;
- Penyediaan galeri Pojok UMKM di ruangan front office KPPN Meulaboh.
“Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan wujud nyata dukungan kami terhadap pengarusutamaan gender dan pelestarian budaya lokal. Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” tegas Linggo.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda, khususnya perempuan di Aceh Barat, semakin aktif dalam melestarikan nilai seni dan budaya sekaligus meraih kemandirian ekonomi melalui batik khas daerah.
#TREFA #InTress #BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif)


