
KPPN Meulaboh, Dekranasda Aceh Barat, dan Pemda Aceh Barat berkolaborasi dalam Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW) Perempuan yang dilaksanakan selama 30 hari (19 November s.d 19 Desember 2025) dengan tajuk “Perempuan Terampil Menuju Indonesia Emas”. Kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat di tengah situasi bencana alam yang melanda sebagian wilayah Sumatera, khususnya Aceh.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Aceh Barat, Khairuzzadi, dalam paparan laporan penutupan kegiatan mengungkapkan bahwa Peserta Pelatihan Kecakapan Wirausaha ini adalah para perempuan muda usia produktif (15 s.d 25 tahun) yang tidak melanjutkan pendidikan formal.
“Kegiatan PKW ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan praktik yang relevan dengan bidang usaha tertentu, seperti sulaman benang emas yang pelatihannya sudah berlangsung selama 30 hari yang dimulai pada 19 November sd 19 Desember 2025. Pembukaan dan penutupan kegiatan ini diselenggarakan di Aula KPPN Meulaboh. Sedangkan kegiatan pelatihan dilaksanakan di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Aceh Barat”, ujar Khairuzzadi.
Sementara Ketua Dekranasda Aceh Barat, Afrinda Novalia, SE., MM, dalam sambutannya pada penutupan kegiatan PKW mengatakan bahwa program PKW dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan berwirausaha yang berfokus pada kerajinan sulaman benang emas (kasab) yang merupakan warisan budaya Aceh.
“Saya sangat bangga melihat adik-adik perajin sulaman benang emas yang masih muda dan mau menekuni usaha kerajinan ini. Di tangan generasi muda, kami menaruh harapan besar agar kerajinan sulaman benang emas atau kasab yang sarat dengan nilai kearifan budaya lokal Aceh tetap lestari dan terus berkembang,” ujar Afrinda yang juga merupakan istri dari Bupati Aceh Barat.
Lebih lanjut, Afrinda berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk merintis usaha secara mandiri dan berdaya saing, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat melalui pengembangan UMKM dan Produk Kreatif di Kabupaten Aceh Barat.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada KPPN Meulaboh atas dukungan sarana prasarana yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar di tengah situasi bencana alam yang melanda Aceh. Kontribusi KPPN Meulaboh sudah banyak terhadap pemberdayaan UMKM di Aceh Barat”, puji Afrida.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan usaha, setiap peserta pelatihan mendapatkan bantuan modal berupa perlengkapan sulaman benang emas yang meliputi bahan jahitan, kain beludru, kain puring, kain polos, benang emas (gim), benang jahit, renda, resleting, perekat serta mesin jahit yang dapat digunakan sebagai modal awal merintis usaha.
“Peralatan yang diberikan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya agar peserta mampu memproduksi dan memasarkan produk sulaman benang emas secara mandiri,” harap Afrida.
Salah satu peserta pelatihan PKW perajin sulaman benang emas, Ida Rahayu, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan dan bantuan peralatan yang diberikan.
“Dengan pelatihan ini, saya akan menerapkan ilmu yang didapat untuk berwirausaha dan berupaya memajukan usaha sulaman benang emas di Aceh Barat. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPPN Meulaboh, Linggo Supranggono mengatakan pihaknya sangat mendukung dan siap bekerja sama dengan pemerintah daerah, dekranasda, dan Lembaga kemasyarakatan dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat. “Kami dengan senang hati siap bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan UMKM sebagai pilar perekonomian bangsa. Suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal. Pelaksanaan kegiatan PKW ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap pengarusutamaan gender dan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan perempuan terampil menuju Indonesia Emas sesuai tajuk kegiatan PKW ini” tutur Linggo.
“Kami berharap kegiatan PKW ini bermanfaat bagi peserta pelatihan dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Aceh Barat serta ke depannya diharapkan lahir perempuan generasi muda Aceh Barat yang kreatif, inovatif, dan berjiwa wirausaha, sekaligus, mampu menjaga kelestarian tradisi budaya lokal”, pungkas Linggo.
#TREFA #InTress #BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif)


