Bertempat di aula dan halaman KPPN Painan, Jumat tanggal 18 Desember 2020 pukul 08.30 s.d 11.00 WIB, KPPN Painan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Pesisir Selatan mengadakan pelatihan kesiapsiagaan bencana dan sosialisasi penanggulangan bencana alam gempa bumi. Acara dibuka oleh Kepala KPPN Painan, Ibu Lita Qadarina Hardian serta dihadiri oleh seluruh pegawai dan PPNPN KPPN Painan.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini berdasarkan nota dinas Kepala KPPN Painan nomor ND-711/WPB.03/KP.06/2020 tanggal 17 Desember 2020 adalah untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pegawai dan PPNPN KPPN Painan tentang potensi bencana besar gempa megathrust yang berpotensi menimbulkan tsunami setinggi 20 meter khususnya di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan yang bisa terjadi kapan saja.
Bapak Yef Indra, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kab. Pesisir Selatan dan selaku pemateri menjelaskan bahwa pegawai dan PPNPN harus mengetahui hal yang harus dilakukan pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Saat ini Pemerintah telah membuat sistem peringatan dini (early warning) yaitu sebuah upaya untuk memberikan tanda peringatan bahwa bencana kemungkinan akan segera terjadi. Selain itu, manajemen bencana yang dilakukan pemerintah meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan atas pra bencana, saat bencana dan pasca bencana.
Ada 3 (tiga) kondisi mitigasi dan evaluasi gempa sebelum, sesaat dan setelah gempa. Pertama sebelum gempa, sebaiknya kenali titik aman di setiap ruangan, kenali juga titik tidak aman saat gempa seperti jendela, kaca/cermin, benda-benda tergantung, siapkan nomor telepon darurat, siapkan perbekalan darurat, cek struktur bangunan rumah apakah sudah memenuhi persyaratan rumah tahan gempa, cek semua peralatan yang ada dirumah sudah terikat dengan baik dan buat perjanjian dengan keluarga tempat untuk berkumpul. Kedua jika terjadi gempa, dengan cara tidak panik dan tenangkan juga orang lain, matikan listrik dan kompor gas, jika sedang mengemudi segera hentikan kendaraan, jika berada di jalan, cari tempat berhenti yang aman dari reruntuhan seperti tiang listrik atau papan reklame, dan jika mampu keluar rumah dalam beberapa detik, segera cari tempat berlindung. Ketiga setelah gempa, jika tsunami mungkin terjadi segera mencari tempat yang tinggi. Untuk yang berada di lokasi tsunami, pelajari dan lihat tanda-tanda apakah akan terjadi tsunami. Jika tsunami tidak terjadi, cari informasi dan cek orang sekitar apakah ada orang yang terluka dan cek kebocoran gas. Jika ada kebocoran buka ruangan dan jangan menyalakan korek api.
Kegiatan selanjutnya. Pegawai dan PPNPN melakukan kegiatan simulasi tanggap bencana yang dipandu langsung oleh Pak Boy perwakilan dari tim BPBD Kab. Pesisir Selatan. Pegawai dan PPNPN diajarkan langsung bagaimana cara penyelamatan diri dari bencana gempa bumi, evakuasi diri dan bertemu di titik kumpul. Selain itu, diajarkan juga cara menyelamatkan korban bencana.



