Pemda Tanah Laut TA 2025 memperolah alokasi dana Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,005 Triliun. Dana tersebut tersebar dalam berbagai jenis TKD yaitu Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dirinci dalam DAK Fisik dan DAK Non Fisik, Dana Desa, serta Insentif Fiskal atas kinerja keuangan tahun sebelumnya. Secara agregat, sampai dengan 30 September 2025, dana TKD tersebut telah tersalurkan sebesar Rp1,59 Triliun atau mencapai 79,43%.
Kinerja penyaluran TKD sampai dengan akhir Triwulan III tersebut menunjukan kinerja yang positif, yaitu mampu tumbuh 13,42% lebih cepat dibandingkan tahun anggaran yang lalu. Percepatan tersebut dikontribusi oleh penyaluran DBH dan DAK Fisik yang lebih cepat sebesar 27,12% dan 21,15% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. DBH telah salur sebesar Rp925,39 Miliar atau 82,27% dari alokasi, dan DAK Fisik telah salur sebesar Rp12,33 Miliar atau 69% dari alokasi pagu. Kinerja positif tersebut salahsatunya dikarenakan perubahan mekanisme penyaluran DBH baik DBH Sumber Daya Alam (SDA) dan Non SDA pada tahun 2025 yang disalurkan secara proporsional sepanjang tahun. Selain itu, pelaksanan proyek DAK Fisik juga dapat diselesaikan sesuai time frame yang telah ditetapkan dan kontrak, walaupun pada awalnya terjadi keterlambatan penetapan Perpres terkait Juknis DAK Fisik 2025 yang berpengaruh terhadap proses lelang/pengadaan barang dan jasa. Namun demikian seluruh tahapan DAK Fisik baik Tahap I, Tahap II dan penyaluran sekaligus sampai dengan Rp1 Miliar, telah diselesaikan oleh masing-masing SKPD pelaksana DAK Fisik lebih awal.
Untuk TKD jenis lainnya yang masih mengalami pelambatan dibandingkan tahun 2024 yaitu DAU, DAK Non Fisik, Dana Desa dan Insentif Fiskal. DAU telah tersalurkan sebesar Rp446,87 Miliar atau mencapai 81,71% sedikit lebih lambat dari tahun 2024 sebesar -0,63%. DAK Non Fisik telah tersalurkan sebesar Rp116,71 Miliar atau mencapai 60,03% dan realisasinya lebih lambat 10,25%. Dana Desa Tahap II juga baru tersalurkan untuk 61 Desa baik Dana Desa Earmark ataupun Non Earmark. Secara total Dana Desa tersebut telah tersalurkan sebesar Rp87,55 Mliar atau sebesar 77,11%. Untuk saat ini penyaluran Dana Desa masih menunggu kebijakan terbaru mengenai penggunaan Dana Desa Tahap II. Sedangkan untuk dana insentif fiskal, telah tarsalurkan Tahap I sebesar 50% senilai Rp3,8 Miliar. Beberapa jenis TKD belum tersalurkan dikarenakan masih menunggu pemenuhan kelengkapan dokumen syarat salur yang disampaikan Pemda kepada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.
Kepala KPPN Pelaihari, Muhammad Falih Ariyanto menyampaikan bahwa walaupun sampai dengan akhir Triwulan III kinerja penyaluran TKD di Tanah Laut menunjukan progress yang baik dan positif, namun demikian, untuk memberikan efek multiplier terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Tanah Laut, penyaluran TKD tersebut perlu diselaraskan dengan akselerasi belanja daerah yang telah disepakati dalam APBD 2025. Diharapkan penyaluran TKD dapat menciptakan kegiatan ekonomi baru di Tanah Laut sehingga menciptakan akselerasi pertumbuhan ekonomi, wellbeing masyarakat, dan konvergensi antardaerah, serta memberikan arah perbaikan terhadap kualitas belanja dalam APBD yang meberikan manfaat bagi kesejahteraan dan kemandirian daerah.
Jl. Datu Insad, No. 79 Pelaihari – 70814
