KPPN Pematang Siantar
Jl. Brigjend Rajamin Purba, SH. No.119, Pematangsiantar

Berita

Berita Seputar Kegiatan KPPN Pematangsiantar

APBN KiTa Semester I 2026: Tetap Kuat Menjaga Stabilitas Fiskal dan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

     Pematang Siantar – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Semester I Tahun 2026 menunjukkan kondisi yang tetap kuat dan terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Melalui pengelolaan fiskal yang prudent, pemerintah berhasil menjaga keseimbangan antara peningkatan penerimaan negara, pelaksanaan belanja yang produktif, serta pengendalian defisit sehingga APBN tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

     Di sisi lain, Belanja Negara mencapai Rp1.656,0 triliun atau tumbuh 17,7 persen (year-on-year). Belanja tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta transfer ke daerah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

     Selisih antara pendapatan dan belanja menghasilkan defisit APBN sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meskipun mengalami defisit, posisi tersebut masih jauh di bawah batas maksimal 3 persen terhadap PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Selain itu, APBN juga mencatat surplus keseimbangan primer sebesar Rp85,1 triliun, yang menunjukkan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih berada pada level yang sehat.

     Perkembangan APBN Semester I 2026 juga menunjukkan adanya perbaikan pada struktur fiskal. Pada periode Januari hingga Mei, laju pertumbuhan belanja negara masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan negara. Namun, memasuki Juni 2026 terjadi perubahan positif (turning point), di mana pertumbuhan pendapatan negara mencapai 21,4 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan belanja negara sebesar 17,7 persen. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penerimaan negara mulai mampu mengimbangi peningkatan belanja sehingga tekanan terhadap defisit APBN mulai berkurang.

     Memasuki Semester II Tahun 2026, pemerintah memperkirakan Pendapatan Negara akan mencapai Rp3.208,1 triliun, sedangkan Belanja Negara diproyeksikan sebesar Rp3.942,4 triliun. Dengan demikian, outlook defisit APBN Tahun 2026 diperkirakan sebesar Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB. Proyeksi tersebut masih berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap PDB, sehingga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan nasional.

     Secara keseluruhan, kinerja APBN Semester I Tahun 2026 menunjukkan bahwa APBN tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan penerimaan negara yang terus meningkat, belanja yang produktif, dan defisit yang tetap terkendali, pemerintah optimistis APBN 2026 dapat terus menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan Indonesia.

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pematang Siantar
Telp: 0622-22487 Fax: 0622-22593 Jl. Brigjend Rajamin Purba, SH. No.119, Pematangsiantar

IKUTI KAMI

 

Search