KPPN Putussibau telah menyelenggarakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Indikator Kualitas Pelaksanaan Anggaran IKPA) dan Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2018 pada hari Senin tanggal 13 Agustus 2018. Rapat koordinasi ini diselenggarakan dalam rangka menindaklanjuti surat Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan nomor S-831 dan 832/WPB.17/2018 tanggal 7 Agustus 2018 serta untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan anggaran satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Putussibau.
Seluruh satuan kerja di wilayah kabuten Kapuas Hulu diundang dalam kegiatan kali ini. Alhamdulillah seluruh satker dapat menghadiri acara FGD dengan jumlah peserta sebanyak 34 orang. Bertindak sebagai narasumber adalah Bapak Heru Marthono selaku Kepala KPPN Putussibau dan Bapak Antok Widiyatno, S.E., Kepala Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker KPPN Putussibau. Tujuan dilaksanakannya rapat koordinasi kali ini adalah untuk melakukan evaluasi pelaksanaan anggaran semester I tahun 2018 di wilayah KPPN Putussibau berdasarkan indikator kualitas pelaksanaan anggaran (IKPA).
Acara FGD dibuka secara resmi oleh Kepala KPPN Putussibau Bapak Heru Marthono. Dalam sambutannya beliau menyampaikan data capaian IKPA Tingkat KPPN Putussibau untuk semester I sebesar 89,72 (bedasarkan data OM SPAN). Capaian ini telah melampaui target capaian IKU yang ditetapkan yaitu sebesar 80. Capaian tersebut diperoleh dari hasil capaian IKPA seluruh satker yang ada. Beliau menyampaikan terima kasih terhadap satker yang mencapai kinerja dengan kriteria baik dengan nilai diatas 90. Sedangkan untuk satker yang nilainya dibawah 90, diharapkan untuk semester II Tahun 2018, segera dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerjanya. Selanjutnya beliau sekilas menjelaskan 12 komponen perhitungan IKPA yaitu Penyerapan anggaran, Pengelolaan UP, penyelesaian tagihan, deviasi halaman III DIPA, data kontrak, LPJ Bendahara, Revisi DIPA, Pengembalian SPM, Retr SP2D, Dispensasi SPM, Deviasi RPD Harian dan Pagu Minus. Komponen-komponen inilah yang menjadi dasar perhitungan capaian IKPA satker dan menggunakan konversi karena tidak semua satker mempunyai komponen tersebut misalnya komponen data kontrak.
Setelah sambutan kepala KPPN Putussibau, acara kemudian dilanjutkan oleh Bpk. Antok Widiyatno dengan menyampaikan pemaparan terkait IKPA sebagai sarana pelaksanaan evaluasi anggaran dan penyusunan output prioritas nasional semester I Tahun 2018. Secara garis besar narasumber meyampaikan bahwa dalam rangka memonitor perkembangan pelaksanaan anggaran satker diperlukan alat penilaian kualitas kinerja yang sekaligus dapat berperan sebagai katalis perubahan perilaku dan pola pikir satker dalam pelaksanaan anggaran. Indiaktor Kualitas Pelaksanaan Anggaran (IKPA) yang saat ini diintegrasikan dalam aplikasi OM SPAN merupakan alat untuk mengukur kualitas kinerja anggaran secara kualitatif dengan aspek dan variabel pengukuran sebagai berikut:
- Aspek kesesuaian dengan perencanaan (tiga variabel) yaitu Revisi DIPA, Deviasi Halaman III DIPA dan Pagu Minus.
- Aspek efektivitas pelaksanaan anggaran (tiga variabel) yaitu Retur SP2D, Penyerapan Anggaran dan Penyelesaian Tagihan.
- Aspek efisiensi pelaksanaan anggaran (dua variabel) yaitu Pengembalian/Kesalahan SPM dan Perencanaan Kas.
- Aspek kepatuhan terhadap regulasi (empat variabel) yaitu Data Kontrak, Pengelolaan UP, Rekon LPJ Bendahara dan Dispensasi Penyampaian SDM.
Seluruh satker diharapkan untuk dapat memahami komponen/variabel perhitungan dalam IKPA tersebut dan dapat melakukan upaya untuk dapat melakukan perbaikan capaian IKPA pada semester II Tahun 2018.
Sesi berikutnya adalah penyampaian materi oleh Kepala KPPN Putussibau yaitu sosialisasi pengaduan online yaitu wistleblowing system Kemenkeu (WISE) dan Sistem Informasi Pengelolaan Pengaduan (SIPANDU) DJPb serta penyampaian visi misi, janji layanan dan kebijakan moto KPPN putussibau yang baru. Dalam sesi ini Beliau menyampaikan bahwa saat ini sudah ada sarana pengaduan online yang bisa diakses dari mana saja apabila ada satker yang tidak puas dengan layanan KPPN Putussibau bisa melakukan pengaduan dari aplikasi tersebut. Selain aplikasi tersebut juga disediakan sarana lain yaitu melalui sarana kotak pengaduan yang terdapat di ruang layanan front office, saluran surat elektronik dan bisa melalui nomor WA yang terdapat di saluran pengaduan. Selanjutnya beliau menyampaikan visi misi dan janji layanan KPPN Putussibau. Ada perubahan pada janji layanan untuk tahun 2018 yaitu dari Pelayanan cepat dan tepat serta tanpa biaya (zero cost) menjadi Pelayanan cepat dan tepat serta tanpa pungutan. Perubahan ini dilakukan sejalan dengan program KPPN Putussibau untuk menjadikan KPPN Putussibau sebagai Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayanani (WBK-WBBM) pada tahun 2018 ini.
Selanjutnya moto KPPN Putussibau juga mengalami perubahan dari semula MITRA (Melayani dengan Ikhlas, Tertib, Ramah dan Akuntabel) menjadi “Kami Berkomitmen Melayani Anda dengan PASTI (Profesional, Akuntabel, Sempurna, Terpercaya dan Integritas). Perubahan ini dilakukan seiring dengan perubahan penerapan sistem manajamen mutu ISO 9001:2008 menjadi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Dalam ISO 9001:2015, moto yang dimiliki KPPN Putussibau harus mencantumkan komitmen untuk memenuhi persayaratan yang berlaku dan mencantumkan komitmen untuk perbaikan yang berkesinambungan. Dalam penutupan sesi ini Kepala KPPN Putussibau menegaskan, jika dalam prakteknya tidak sesuai dnegan visi misi, janji layanan dan moto yang ada, Beliau mempersilakan satker untuk melakukan pengaduan melalui sarana yang ada.
Dalam acara FGD kali ini juga diserahkan penghargaan kepada tiga satuan kerja yang memperoleh nilai terbaik dalam IKPA. Ini menjadi sesi penutup dari selutuh rangkaian acara FGD. Peringkat pertama diraih oleh POLRES Kapuas Hulu (645468) dengan nilai 98,80, peringkat kedua diraih oleh Pengadilan Agama Putussibau (402412) dengan nilai 97,60 dan peringkat ketiga diraih oleh Madrasah Aliyah Negeri 2 Kapuas Hulu (681361) atau MAN Jongkong dengan nilai 97,19. Selamat kepada satker dengan niilai IKPA terbaik, semoga pada semester II Tahun 2018, satker-satker lain dapat mengikuti jejak ke tiga satker terbaik tersebut



