Pemerintah melalui Kementerian Keuangan terus berkomitmen meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan negara dengan memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu langkah strategis yang kini telah diterapkan secara nasional adalah penggunaan Aplikasi SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) oleh seluruh satuan kerja kementerian dan lembaga.
Dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Selasa (30/9/2025), dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Rantauprapat, dijelaskan bahwa SAKTI adalah aplikasi berbasis web dan cloud ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sistem keuangan yang sebelumnya terpisah, seperti SAIBA, SAS, SIMAK-BMN, Persediaan, dan SPAN. Melalui SAKTI, seluruh proses keuangan negara mulai dari perencanaan anggaran, pelaksanaan, penatausahaan, hingga pelaporan dapat dilakukan dalam satu platform terintegrasi yang saling terhubung.
Aplikasi Terpadu untuk Semua Fungsi Keuangan
SAKTI mempermudah pekerjaan para pejabat perbendaharaan di tingkat satuan kerja seperti Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bendahara, petugas akuntansi, dan petugas barang dalam menjalankan tugasnya secara lebih efisien dan akuntabel. Melalui sistem ini, berbagai proses penting kini dapat dilakukan secara daring, seperti:
- Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA-KL)
- Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) dan pencairan dana
- Pencatatan dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN)
- Penyusunan laporan keuangan berbasis akrual.
Dengan sistem yang dapat diakses dari mana saja, SAKTI memberikan kemudahan bagi satuan kerja, bahkan dalam kondisi darurat seperti pandemi, ketika pekerjaan harus dilakukan secara jarak jauh.
Manfaat Nyata bagi Satuan Kerja
Sejak diterapkan, Aplikasi SAKTI memberikan sejumlah dampak positif yang signifikan bagi satuan kerja, di antaranya:
- Efisiensi Proses Kerja: Penggunaan satu aplikasi terpadu menghilangkan duplikasi input data dan mempercepat proses administrasi.
- Integrasi dan Akurasi Data: Modul yang terhubung otomatis meningkatkan keakuratan pencatatan dan pelaporan, khususnya terkait aset negara.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Fitur audit trail mencatat seluruh aktivitas pengguna, mendukung pengawasan dan audit internal yang lebih efektif.
- Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan: Laporan keuangan menjadi lebih tepat waktu, sesuai standar akuntansi pemerintah, dan mendukung pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
- Efisiensi Anggaran: Berbasis cloud, SAKTI mengurangi kebutuhan perangkat server lokal dan mendukung penghematan anggaran serta program pemerintah menuju digitalisasi tanpa kertas (paperless).
Tantangan Implementasi dan Dukungan Pemerintah
Meski membawa banyak manfaat, implementasi SAKTI juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi, kendala jaringan internet di daerah terpencil, serta kebutuhan adaptasi terhadap perubahan budaya kerja. Namun, Kementerian Keuangan terus memberikan dukungan melalui pelatihan intensif, pendampingan teknis, dan penyediaan infrastruktur pendukung agar seluruh satuan kerja dapat beradaptasi dan memanfaatkan aplikasi ini secara optimal.
Langkah Menuju Tata Kelola Keuangan Negara yang Modern
Penerapan SAKTI menjadi bagian penting dalam reformasi birokrasi dan transformasi digital pemerintah. Keberhasilan implementasi aplikasi ini tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dan komitmen seluruh pihak dalam mengelola keuangan negara secara profesional dan bertanggung jawab. Dengan SAKTI, tata kelola keuangan negara diharapkan semakin baik, transparan, dan akuntabel, yang pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.



