Pada kesempatan morning briefing yang dilaksanakan pada tanggal 16 November 2020 bertempat di ruang layanan KPPN Sidikalang disampaikan materi tentang efek buruk begadang bagi kesehatan fisik dan mental. Sejauh ini belum ada informasi tentang efek begadang yang baik bagi kesehatan. Namun sebaliknya, kondisi kurang tidur, sebagai salah satu efek buruk dari begadang, dapat membuat kondisi fisik dan mental menjadi lebih buruk. Hal ini berkaitan dengan manfaat tidur untuk tubuh manusia. Jam tidur yang dibutuhkan setiap orang berbeda tergantung usianya, orang dewasa dikatakan telah mendapat tidur yang cukup jika jam tidurnya selama 7 – 9 jam per hari, sedangkan anak-anak perlu tidur selama 10 – 13 jam setiap hari.
Selain mengantuk berlebihan dan sering menguap, kurang tidur akibat begadang akan berpengaruh kepada kondisi emosi, kemampuan kognitif, dan fungsi otak. Efek begadang bagi kesehatan juga termasuk meningkatkan risiko penyakit, seperti diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, kanker, dan penyakit jantung. Risiko-risiko apa saja yang menyertai kebiasaan buruk seseorang untuk begadang:
- Menambah berat badan
Kurang tidur ada kaitannya dengan peningkatan nafsu makan dan bertambahnya rasa lapar. Bagi Anda yang berencana menurunkan berat badan, tentu saja begadang bukan cara yang baik untuk mewujudkannya.
- Kulit tampak lebih tua
Kurang tidur membuat hormon kortisol (hormon stres) dilepaskan dalam jumlah yang lebih banyak. Hormon ini bersifat memecah kolagen pada kulit, padahal kolagen adalah protein yang membuat kulit lebih kencang dan elastis. Pernah mendengar istilah mata panda? Mata panda adalah lingkaran gelap di sekitar mata yang muncul akibat pelebaran pembuluh darah di balik kulit mata yang tipis. Kondisi kurang tidur adalah penyebab utama terjadinya mata panda.
- Pelupa
Ketika tidur, otak akan mengalami proses regenerasi sel yang berguna untuk memperkuat ingatan. Proses ini juga akan memindahkan ingatan dan memori ke bagian otak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan memori jangka panjang. Begadang akan menghambat semua proses ini dan meningkatkan rasa mengantuk, sehingga Anda menjadi pelupa dan sulit berkonsentrasi. Agar tidak mudah lupa, sekaligus untuk meningkatkan kemampuan mengingat, hentikan kebiasaan begadang. Terutama bagi Anda yang disibukkan dengan aktivitas bersekolah dan bekerja.
- Menurunkan kemampuan berpikir
Efek begadang dapat mengurangi daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, dan konsentrasi. Kemampuan memperhatikan sesuatu serta tingkat kewaspadaan juga akan mengalami penurunan. Kesulitan fokus dapat berakibat pada kecelakaan saat berkendara atau bekerja.
- Depresi
Begadang berarti memotong jam tidur Anda di malam hari. Kebanyakan orang yang didiagnosis mengalami depresi dan kecemasan adalah mereka yang tidur kurang dari enam jam di malam hari.
- Risiko kanker
Ternyata efek begadang juga berkaitan dengan peningkatan risiko terkena kanker. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan kurang tidur, atau sering bekerja shift di malam hari, memiliki risiko terkena kanker yang tinggi. Belum diketahui pasti apa efek begadang terhadap kemunculan kanker, namun diduga berkaitan dengan stres dan kerusakan sel tubuh.
- Meningkatkan risiko kematian
Sebuah studi menyatakan bahwa tidur yang hanya berdurasi lima jam, dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 12 persen. Peningkatan risiko ini berlaku untuk semua penyebab kematian, terutama kematian yang disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Usahakan untuk membayar hutang tidur Anda dan memenuhi kebutuhan tidur minimal tujuh jam setiap harinya. Apalagi di masa pandemi seperti ini sangat disarankan untuk memiliki pola tidur yang baik dan cukup agar menjaga kondisi fisik dan mental tetap prima. Jika sulit menjalani tidur malam selama itu, Anda bisa mencoba tidur bifasik. Tidur bifasik merupakan pola tidur yang membagi waktu tidur menjadi dua kali dalam sehari. Pada pola tidur bifasik, jumlah dan jam tidur tersebut dibagi menjadi 2 bagian, yaitu tidur panjang di malam hari ditambah tidur dalam waktu singkat di siang hari. Ada beberapa cara untuk melakukan pola tidur bifasik ini, misalnya yang pertama tidur 6 jam di malam hari, lalu tidur siang selama 1-1,5 jam. Atau tidur 7-8 jam di malam hari, kemudian tidur siang selama 30 menit.







