
Sumbawa Besar – Pelaksanaan APBN lingkup KPPN Sumbawa Besar sampai dengan Oktober 2025 menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Dari total pagu sebesar Rp4,45 triliun, realisasi belanja negara telah mencapai Rp3,44 triliun atau 77,31 persen.
Capaian tersebut melanjutkan tren positif sejak pertengahan tahun. Pada Juni 2025, realisasi APBN berada pada level 43,32 persen, meningkat menjadi 53,27 persen pada Juli, 61,99 persen pada Agustus, dan 71,20 persen pada September. Hingga Oktober, realisasi kembali naik sebesar sekitar Rp269,32 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan posisi Juni, realisasi APBN telah bertambah sekitar Rp1,48 triliun.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa belanja negara terus berperan sebagai instrumen penting dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah, mendukung pelayanan publik, serta memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah.
Belanja Pemerintah Pusat Capai 76,49 Persen
Realisasi belanja pemerintah pusat sampai dengan Oktober 2025 tercatat sebesar Rp365,79 miliar dari pagu Rp478,19 miliar, atau 76,49 persen. Dibandingkan September, realisasi belanja pemerintah pusat meningkat sekitar Rp43,09 miliar.
Komponen Belanja Pegawai masih menjadi penopang utama dengan realisasi sebesar Rp230,42 miliar atau 85,94 persen dari pagu Rp268,11 miliar. Realisasi ini menunjukkan stabilnya pembayaran belanja wajib pemerintah, seperti gaji dan tunjangan aparatur, yang turut menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, Belanja Barang terealisasi sebesar Rp103,97 miliar atau 70,48 persen. Kinerja ini menggambarkan semakin intensifnya pelaksanaan kegiatan operasional dan layanan kementerian/lembaga. Adapun Belanja Modal mencapai Rp31,40 miliar atau 50,19 persen, meningkat cukup baik dari September yang sebesar Rp22,67 miliar. Peningkatan belanja modal menjadi sinyal positif karena berkaitan dengan pembentukan aset dan peningkatan kualitas layanan publik.
Transfer ke Daerah Tetap Mendominasi Struktur Belanja
Realisasi Transfer ke Daerah sampai dengan Oktober 2025 mencapai Rp3,07 triliun atau 77,29 persen dari pagu. Komponen ini masih mendominasi total realisasi APBN dengan kontribusi sekitar 89,36 persen.
Dana Alokasi Umum terealisasi sebesar Rp2,51 triliun atau 76,13 persen, naik sekitar Rp172,45 miliar dibandingkan September. Dana Alokasi Khusus juga menunjukkan penguatan, dengan realisasi Rp357,63 miliar atau 76,34 persen, meningkat sekitar Rp53,78 miliar dari bulan sebelumnya.
Sementara itu, Dana Desa telah tersalur seluruhnya sebesar Rp200,52 miliar atau 100 persen. Penyaluran penuh Dana Desa diharapkan semakin memperkuat pembangunan berbasis desa, pemberdayaan masyarakat, serta perputaran ekonomi lokal. Adapun Dana Insentif Daerah terealisasi sebesar Rp7,39 miliar dari pagu Rp13,11 miliar, atau 56,33 persen.
Dampak Ekonomi dan Arah Pelaksanaan Anggaran
Secara ekonomi, realisasi APBN yang telah mencapai lebih dari 77 persen menunjukkan semakin besarnya aliran belanja pemerintah ke daerah. Belanja pegawai menjaga konsumsi rumah tangga, belanja barang mendorong permintaan terhadap barang dan jasa, sedangkan transfer ke daerah memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai layanan publik dan pembangunan.
Memasuki dua bulan terakhir tahun anggaran, fokus pelaksanaan APBN perlu diarahkan pada penyelesaian program dan kegiatan secara tepat waktu, terutama pada belanja yang berdampak langsung terhadap output pembangunan. Kualitas belanja tetap menjadi perhatian utama agar realisasi anggaran tidak hanya tinggi secara persentase, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
KPPN Sumbawa Besar terus mendorong satuan kerja dan pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi, menjaga akurasi perencanaan kas, serta memastikan pelaksanaan anggaran berjalan efektif, akuntabel, dan berdampak terhadap perekonomian daerah.


