Jalan Garuda Nomor 107, Sumbawa

REALISASI APBN

Belanja K/L dan TKD di KPPN Sumbawa Besar

Realisasi APBN Lingkup KPPN Sumbawa Besar s.d. 31 Januari 2026

Sumbawa Besar – Pelaksanaan APBN lingkup KPPN Sumbawa Besar pada awal tahun anggaran 2026 mulai menunjukkan pergerakan positif. Sampai dengan Januari 2026, dari total pagu sebesar Rp2,68 triliun, realisasi belanja negara telah mencapai Rp331,24 miliar atau 12,35 persen.

Capaian ini menjadi titik awal pelaksanaan APBN tahun 2026 setelah pada Desember 2025 realisasi belanja negara ditutup pada level yang sangat tinggi, yaitu 97,98 persen. Perbandingan tersebut menunjukkan pola yang wajar dalam siklus anggaran, di mana realisasi kembali dimulai dari awal pada tahun anggaran baru dan akan bergerak secara bertahap seiring pelaksanaan kegiatan, pemenuhan dokumen, serta penyaluran dana transfer ke daerah.

Belanja Pemerintah Pusat Mulai Bergerak

Realisasi belanja pemerintah pusat sampai dengan Januari 2026 tercatat sebesar Rp26,37 miliar dari pagu Rp510,15 miliar, atau 5,17 persen. Pada awal tahun, belanja pemerintah pusat umumnya masih didominasi oleh belanja yang bersifat rutin dan wajib.

Belanja Pegawai terealisasi sebesar Rp16,40 miliar atau 6,10 persen dari pagu Rp268,71 miliar. Realisasi ini mencerminkan mulai berjalannya pembayaran hak-hak aparatur negara pada awal tahun. Sementara itu, Belanja Barang mencapai Rp4,80 miliar atau 3,36 persen, dan Belanja Modal sebesar Rp5,16 miliar atau 5,26 persen.

Masih terbatasnya realisasi Belanja Barang dan Belanja Modal pada Januari merupakan pola yang lazim terjadi karena satuan kerja masih berada pada tahap awal pelaksanaan kegiatan, penyusunan rencana penarikan dana, serta persiapan pengadaan dan kontrak.

Transfer ke Daerah Menjadi Kontributor Utama

Dari sisi Transfer ke Daerah, realisasi Januari 2026 mencapai Rp304,87 miliar dari pagu Rp2,17 triliun, atau 14,03 persen. Komponen ini menyumbang sekitar 92,04 persen terhadap total realisasi APBN lingkup KPPN Sumbawa Besar.

Dana Alokasi Umum menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp241,71 miliar atau 14,76 persen dari pagu Rp1,64 triliun. Selanjutnya, Dana Alokasi Khusus terealisasi sebesar Rp63,17 miliar atau 13,62 persen dari pagu Rp463,70 miliar.

Adapun Dana Desa memiliki pagu sebesar Rp70,50 miliar, namun belum terdapat realisasi pada Januari 2026. Sementara itu, Dana Insentif Daerah tidak memiliki alokasi pagu pada periode ini. Ke depan, percepatan pemenuhan persyaratan penyaluran Dana Desa menjadi salah satu aspek penting agar dana dapat segera mendorong aktivitas pembangunan dan ekonomi di tingkat desa.

APBN sebagai Penopang Awal Aktivitas Ekonomi 2026

Secara ekonomi, realisasi sebesar Rp331,24 miliar pada Januari menunjukkan bahwa APBN telah mulai mengalir ke daerah sejak awal tahun. Penyaluran DAU dan DAK berperan dalam menjaga kapasitas fiskal pemerintah daerah, terutama untuk mendukung layanan publik, operasional pemerintahan, serta program pembangunan prioritas.

Pada saat yang sama, belanja pemerintah pusat perlu terus didorong agar pelaksanaan kegiatan tidak menumpuk pada akhir tahun. Perencanaan kas yang akurat, percepatan proses pengadaan, serta kesiapan dokumen pelaksanaan anggaran menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas dan ketepatan waktu realisasi.

KPPN Sumbawa Besar terus mendorong satuan kerja dan pemerintah daerah agar pelaksanaan APBN tahun 2026 berjalan lebih awal, tertib, dan akuntabel. Dengan pengelolaan yang baik, APBN diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan daerah sekaligus menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search