Tangerang

Analisis Pengaruh Pagu Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal Terhadap Nilai IKPA Deviasi Halaman III DIPA

Satker Lingkup KPPN Tangerang

Oleh: Ahmad Baihaqi

 

Pendahuluan

 

Latar Belakang Penelitian

Nilai IKPA Deviasi Halaman III DIPA dalam lima tahun terakhir (2020-2024) selalu menjadi indikator IKPA dengan nilai paling rendah pada KPPN Tangerang. IKPA, atau Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran, merupakan alat ukur yang digunakan untuk menilai kinerja pelaksanaan anggaran pada satuan kerja pemerintah. Deviasi Halaman III DIPA adalah selisih antara rencana penarikan dana yang tercantum dalam Halaman III DIPA dengan realisasi penyerapan anggaran. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran, yang dapat berdampak negatif pada kinerja satuan kerja.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai IKPA Deviasi Halaman III DIPA, khususnya pengaruh pagu belanja dalam DIPA Satker. DIPA, atau Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, dokumen resmi yang berisi rincian anggaran belanja negara untuk satu tahun tertentu, yang digunakan sebagai acuan oleh pengguna anggaran dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan yang dibiayai APBN..

 

Rumusan Masalah

Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi nilai IKPA Deviasi Halaman III DIPA?

Bagaimana pengaruh pagu belanja dalam DIPA Satker terhadap nilai IKPA Deviasi Halaman III DIPA?

 

Ruang Lingkup

Penelitian ini mencakup nilai IKPA Satker lingkup KPPN Tangerang dalam periode tahun 2020-2024.

 

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pagu belanja pegawai, pagu belanja barang, dan pagu belanja modal terhadap nilai IKPA Deviasi Halaman III DIPA. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi deviasi anggaran, diharapkan dapat dilakukan evaluasi terhadap perencanaan Halaman III DIPA sehingga kinerja pelaksanaan anggaran dapat ditingkatkan.

 

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap perencanaan Halaman III DIPA. Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi deviasi anggaran, satuan kerja dapat melakukan perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran sehingga kinerja pelaksanaan anggaran dapat ditingkatkan. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang manajemen keuangan publik.

 

Landasan Teori

 

Tinjauan Pustaka

Halaman III DIPA adalah bagian dari DIPA yang memuat rencana penarikan dana secara rinci untuk setiap bulan dalam satu tahun anggaran. Deviasi anggaran adalah selisih antara rencana penarikan pada Halaman III DIPA dengan realisasi penyerapan anggaran. Deviasi anggaran menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran, yang dapat berdampak negatif pada kinerja satuan kerja.

 

Arnida (2022) mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat deviasi Halaman III DIPA adalah besaran pagu belanja dalam DIPA Satker. Semakin besar pagu belanja yang dikelola oleh satuan kerja, semakin sulit untuk melakukan perencanaan penarikan dana yang sesuai dengan realisasi penyerapan anggaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kegiatan yang harus direncanakan dan dilaksanakan oleh satuan kerja.

 

Pengembangan Hipotesis atau Kerangka Pemikiran

Pembuatan RPD yang dituangkan dalam Halaman III DIPA akan menjadi semakin sulit jika pagu yang dikelola semakin besar, karena akan lebih banyak kegiatan yang direncanakan dibandingkan dengan Satker yang pagu DIPA-nya kecil. Jadi, semakin besar pagu DIPA, tingkat deviasi akan semakin tinggi dan nilai IKPA Halaman III DIPA semakin rendah.

 

Metode Penelitian

 

Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif inferensial. Penelitian kuantitatif inferensial adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif untuk menguji hipotesis dan membuat kesimpulan yang dapat digeneralisasikan.

 

Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi deviasi Halaman III DIPA, pagu belanja pegawai, pagu belanja barang, dan pagu belanja modal yang diunduh dari OMSPAN pada tanggal 24 Februari 2025. OMSPAN adalah sistem informasi yang digunakan oleh Kementerian Keuangan untuk mengelola data anggaran dan pelaksanaan anggaran.

 

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

No

Nama Data

Uraian Data

Sumber Data

Jenis Data Skala Pengukuran

Dependen/ Independen

Populasi/ Sampel

1

Deviasi Halaman III DIPA

Deviasi Halaman III DIPA dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang kesesuaian antara realisasi anggaran terhadap RPD bulanan pada setiap jenis belanja dengan memperhitungkan proporsi pagu masing-masing jenis belanja.

OMSPAN, Diunduh tanggal 24/02/2025

Rasio

Dependen

554

2

Pagu_51

Nilai pagu DIPA Belanja Pegawai  Per Satker Per Tahun

OMSPAN, Diunduh tanggal 24/02/2025

Rasio

   

3

Pagu_52

Nilai pagu DIPA Belanja Barang  Per Satker Per Tahun

OMSPAN, Diunduh tanggal 24/02/2025

Rasio

   

4

Pagu_53

Nilai pagu DIPA Belanja Modal Per Satker Per Tahun

OMSPAN, Diunduh tanggal 24/02/2025

Rasio

   

5

Log_Pagu_51

Hasil perhitungan logaritma natural dari Nilai pagu DIPA Belanja Pegawai  Per Satker Per Tahun

Diolah dari data OMSPAN

Rasio

Independen

554

6

Log_Pagu_52

Hasil perhitungan logaritma natural dari Nilai pagu DIPA Belanja Barang  Per Satker Per Tahun

Diolah dari data OMSPAN

Rasio

Independen

554

7

Log_Pagu_53

Hasil perhitungan logaritma natural dari Nilai pagu DIPA Belanja Modal Per Satker Per Tahun

Diolah dari data OMSPAN

Rasio

Independen

554

Metode Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi dari sumber OMSPAN. Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen yang relevan dengan penelitian.

 

Metode Analisis Data

Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda adalah metode statistik yang digunakan untuk menguji hubungan antara satu variabel dependen dengan beberapa variabel independen.

 

Analisis dan Pembahasan

 

Uji Korelasi

Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan antara deviasi Halaman III DIPA dengan logaritma pagu belanja pegawai, barang, dan modal. Nilai korelasi antar Variabel tersebut sebagaimana tersaji pada table di bawah ini.

 

Deviasi_Halaman_III_DIPA

log_Pagu_51

0,118581077

log_Pagu_52

0,017594227

log_Pagu_53

-0,089140711

Hasil Analisis Regresi

Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa pagu belanja pegawai dan belanja modal memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai IKPA Deviasi Halaman III DIPA, sedangkan pagu belanja barang tidak memiliki pengaruh signifikan. Regresi adalah metode statistik yang digunakan untuk menguji hubungan antara satu variabel dependen dengan beberapa variabel independen.

 

Uji Model Secara Keseluruhan

Hipotesis Statistik

H0:

Pagu 51, tidak berpengaruh terhadap Nilai IKPA Deviasi Hal III DIPA

pagu 52, tidak berpengaruh terhadap Nilai IKPA Deviasi Hal III DIPA

pagu 53 tidak berpengaruh terhadap Nilai IKPA Deviasi Hal III DIPA

 

H1: Pagu 51, pagu 51, pagu 53 berpengaruh terhadap Nilai IKPA Deviasi Hal III DIPA

 

Statistik Uji

Nilai F: 0,002, lebih kecil dari 0,05

 

Kesimpulan:

Tolak H0 : Pagu 51, Pagu 52 dan Pagu 53 secara Bersama-sama dapat menjelaskan variable Nilai IKPA Halaman III DIPA

 

Interpretasi

Koefisiean Log_Pagu_51: jika pagu belanja pegawai meningkat 1 satuan, maka Nilai IKPA Hal III DIPA meningkat 0,0066%, asumsi variable bebas lain konstan (ceteris paribus)

Koefisiean Log_Pagu_52: pengaruh tidak signifikan

Koefisiean Log_Pagu_53: jika pagu belanja modal meningkat 1 satuan, maka Nilai IKPA Hal III DIPA mengalami penurunan 0,0061%, asumsi variable bebas lain konstan (ceteris paribus)

 

Pembahasan

 

Pengaruh Pagu Belanja Pegawai

Belanja pegawai yang tren realisasinya cenderung stabil dari awal sampai dengan akhir tahun memudahkan satuan kerja untuk melakukan perencanaan penarikan dana dan menungkannya dalam Halaman III DIPA. Sehingga semakin besar nilai pagu belanja pegawai, semakin tinggi nilai deviasi Halaman III DIPA. Hal ini disebabkan oleh stabilitas dalam realisasi belanja pegawai yang memungkinkan satuan kerja untuk melakukan perencanaan yang lebih akurat.

 

Pengaruh Pagu Belanja Barang

Belanja barang yang nilainya semakin besar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai IKPA Deviasi Halaman III DIPA. Hal ini mungkin disebabkan oleh variasi dalam jenis dan jumlah barang yang dibeli oleh satuan kerja, yang membuat perencanaan penarikan dana menjadi lebih fleksibel dan tidak terlalu terpengaruh oleh besaran pagu belanja barang.

 

Pengaruh Pagu Belanja Modal

Belanja modal yang nilainya semakin besar akan membuat proses pengadaan barang/jasa semakin rumit. Beberapa kali Satker mitra KPPN Tangerang yang memiliki belanja modal dengan pagu besar mengalami kendala dalam proses pengadaan, sehingga proses pengerjaan terhambat dan pembayaran tidak bisa dilakukan sesuai perencanaan RPD. Hal ini menyebabkan deviasi anggaran yang tinggi dan nilai IKPA Halaman III DIPA yang rendah.

 

Simpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari pagu belanja pegawai dan belanja modal terhadap nilai IKPA Halaman III DIPA. Sementara belanja barang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai IKPA Halaman III DIPA pada Satker lingkup KPPN Tangerang. Dengan demikian, satuan kerja perlu memperhatikan besaran pagu belanja pegawai dan belanja modal dalam perencanaan anggaran untuk mengurangi deviasi anggaran dan meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

Ikuti Kami

 

 

ALPHA & E-FILLING SPT

 

 

Search