Dalam rangka menjalin sinergi dan intemacy dengan Pemda Kabupaten Belitung dalam pelaksanaan penyaluran DAK Fisik tahap I yang mendekati batas akhir penyaluran, Kepala KPPN Tanjung Pandan kunjungi kantor Kepala Badan Pendapatan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Belitung pada Jumat, 12 Juli 2019.
Kunjungan on the spot ini merupakan silaturrahmi terkait langkah-langkah antisipatf yang akan dilakukan oleh Pemda dalam menghadapi batas akhir penyampaian dokumen penyaluran DAK Fisik tahap I tahun 2019 yang jatuh pada tanggal 22 Juli 2019.

Kepala BPPRD, Iskandar Febro mengungkapkan bahwa dana transfer DAK Fisik merupakan dana yang sangat diperlukan oleh Pemda Kabupaten Belitung dan sebagai unsur pemasukan yang penting dalam APBD Kabupaten Belitung, oleh karenanya pihaknya akan selalu mengupayakan agar pelakasanaannya dapat berjalan dengan baik sehingga alokasinya dapat terserap maksimal. Mengingat semua rencana kegiatan yang ada dalam DAK Fisik tahun 2019, sudah sudah tertuang dalam DPA (Daftar Pelaksanaan Anggaran) Pemda Kabupaten Belitung tahun 2019 sehingga semestinya dapat terlaksana dengan baik, apapun konsekuensinya.
“Pemda Kabupaten Belitung telah melakukan langkah-langkah identifikasi dan inventarisasi terhadap berbagai kontrak kegiatan yang sampai saat ini belum final dan akan ditandatangani sampai dengan tanggal 22 Juli 2019”, papar Iskandar Febro
Sementara itu Rd. Yen Yen Nuryeni menyampaikan konfirmasi kembali berbagai identifikasi kegiatan yang berpotensi tidak dapat dilaksanakan karena terkendala petunjuk teknis yang berbeda dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan serta beberapa jenis pengadaan yang belum tersedia dalam metode pengadaan dengan modul e-catalog.

Lebih lanjut Kepala KPPN meng-update realisasi penyaluran DAK Fisik tahap I sampai dengan tanggal 12 Juli 2019 yang mencapai 13.1 milyar untuk 7 bidang, yaitu DAK Reguler bidang air minum, DAK reguler bidang Sanitasi, DAK Reguler bidang Pendidikan, DAK reguler bidang kesehatan, DAK reguler bidang jalan, DAK penugasan bidang kesehatan serta DAK Penugasan bidang jalan.
Adanya Sinergi dan intimacy ini semakin menguatkan langkah bersama untuk terus mengawal dana APBN agar dapat terserap kepada masyarakat Belitung dalam rangka percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional dalam rangka mencapai salah satu program “Nawa Cita”, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dalam kerangka negara kesatuan


