Kamis, 5 September 2019, bertempat di kantor maskapai Sriwijaya Airlines, Jl. Jend. Sudirman, para pimpinan BUMN lingkup Tanjung Pandan melaksanakan kegiatan Coffee Morning. Hadir pada acara tersebut, pimpinan perbankan, maskapai Garuda Group, Cargo, PT. Pos Indonesia, BPJS,dan navigasi. Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi bagi para pimpinan BUMN untuk sharing pengalaman dan update informasi, serta sebagai forum silaturahmi agar saling mengenal lingkup top management Belitung.
KPPN Tanjung Pandan sebagai salah satu bagian dari institusi pemerintah, berperan pula terhadap pembangunan di Belitung, dan senantiasa bersiap juga untuk berkolaborasi dengan semua institusi lainnya maupun masyarakat Belitung. Pengalaman KPPN Tanjung Pandan dalam mengemban berbagai mandat untuk melaksanakan program strategis organisasi , antara lain keberhasilan mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) , maupun memperoleh sertifikat ISO 9001:2015 menjadikan spirit dalam mengajak semua pihak untuk dapat pula mencapai titik yang sama, yaitu proses menuju organisasi modern yang berintegritas, amanah dan siap dengan segala perubahan jaman. Untuk itu, pada kegiatan tersebut, Kepala KPPN Tanjung Pandan, Rd. Yen Yen Nuryeni yang hadir sebagai pembicara dalam sharing session, berbagi pengalaman proses panjang KPPN dalam menuju tujuan organisasi.

Pada kesempatan tersebut, disampaikan oleh beliau bahwa dalam membangun sebuah kantor, semua pihak haruslah terlibat. Ibarat sebuah puzzle, semua unsur harus memiliki peran dalam menyusun puzzle tersebut sehingga spirit yang sama merupakan dasar untuk melaksanakan proses selanjutnya. Terdapat empat hal dalam proses dimaksud, yaitu :
1. Mindset
Pembangunan zona integritas harus menyeluruh, massif dan berkelanjutan, dibutuhkan persamaan persepsi dari semua pihak baik internal maupun eksternal. Pembangunan ZI akan menguras energi yang luar biasa sehingga diperlukan komitmen yang kuat, mulai dari pimpinan tertinggi sampai dengan level pelaksana. Semangat menumbuhkan daya juang yang tinggi kepada para pegawai bahwa keberhasilan itu tidak instan namun butuh proses, dan hasil tidak akan pernah mengkhianati proses
2. Sumber Daya Manusia
SDM dianggap sebagai Diamond, SDM subjek yang akan menjalankan tugas dan fungsi kebijakan Organisasi sehebat apapun program apabila SDM tidak di kelola dengan baik tidak akan berujung kesuksesan. Sebagai diamond, SDM harus terus di asah agar kilau nya makin bersinar. Maka ‘the right man in the right place’ perlu dilakukan agar setiap orang dengan berbagai passion dan potensi dalam melakukan pekerjaannya dengan suka hati dan semangat.
3. Membangun inner beauty secara sistemik
Cara membenahi kantor dengan sistem lebih terorganisir melalui tahapan yang jelas, semangat menumbuhkan kantor bukan berdasarkan keinginan pimpinan melainkan berdasarkan sistem, sistem yang akan di bangun bukan pendapat pimpinan yang akan di bangun. Sehingga pelaksanaannya akan terwujud dalam berbagai parameter yang dapat terukur.
4. Menciptakan Ikon/Lambang Zona Integritas Sendiri
Ini tidak kalah penting karena sebagai salah satu langkah awal yang menunjukkan keseriusan KPPN dalam membangun zona integritas. Ikon tersebut menjadi simbol pemersatu gerak dan langkah KPPN tanjung pandan. IKon ZI ini di buat dengan lambang huruf Z dan I yang disatukan dengan warna kuning hitam yang mempunyai arti organisasi solid untuk meraih masa keemasan. Ikon ini menjadi media komunikasi dalam bentuk pin, banner, notebook, topi, kalender dan media komunikasi lainnya.
Terdapat satu pertanyaan yang disampaikan yaitu tentang besaran biaya yang disampaikan oleh undangan yang hadir. Dijawab bahwa biaya tentu diperlukan, namun yang paling utama adalah IDE dan KEMAUAN. Untuk itu, peran pimpinan dalam menggali ide dari semua pihak sangat diperlukan agar tercipta suasana kantor yang dinamis karena adanya peran semua pihak. KPPN Tanjung Pandan menyatakan siap untuk berdiskusi tentang hal tersebut maupun hal lainnya apabila ada institusi yang ingin belajar untuk studi banding maupun studi tiru. Kepala KPPN berharap, dengan banyaknya unit organisasi yang turut membangun di wilayah Belitung, menjadikan daerah Belitung dapat menjadi sebuah barometer keberhasilan pembangunan untuk wilayah lainnya.**




