Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone menggelar Dialog Kinerja dan Risiko Organisasi, Rabu (4/3/2026), di Ruang Rapat Kepala KPPN Watampone. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi capaian kinerja Triwulan I sekaligus penguatan pengelolaan risiko dan optimalisasi aplikasi Satu Kemenkeu.

Dialog dipimpin Kepala KPPN Watampone, Rachmadi Wahyu Priyo Saptata, serta diikuti pejabat pengawas dan pejabat fungsional. Forum tersebut menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kualitas kinerja dan tata kelola organisasi. Rachmadi menekankan bahwa dialog kinerja bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi unit kerja.
“Dialog kinerja ini bukan hanya forum pelaporan, tetapi momentum untuk mengidentifikasi persoalan secara terbuka dan mencari langkah perbaikan bersama. Dengan kolaborasi yang solid dan pemanfaatan aplikasi Satu Kemenkeu, kami optimistis target kinerja 2026 dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Empat agenda utama dibahas dalam kegiatan tersebut.
Pertama, evaluasi progres capaian kinerja Kementerian Keuangan Triwulan I Tahun 2026. Paparan difokuskan pada perkembangan indikator kinerja utama (IKU), capaian target, serta identifikasi area yang memerlukan percepatan pada sisa periode triwulan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.
Kedua, monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan inisiatif strategis. Para penanggung jawab program menyampaikan perkembangan pelaksanaan, capaian sementara, dan kendala di lapangan. Dari forum ini dirumuskan langkah tindak lanjut guna memastikan setiap inisiatif memberikan dampak konkret terhadap peningkatan kualitas layanan kepada satuan kerja dan pemangku kepentingan.
Ketiga, internalisasi modul kinerja pada Aplikasi Satu Kemenkeu dan Intense. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pegawai terhadap pengelolaan kinerja berbasis digital, mulai dari penginputan data hingga pelaporan capaian. Optimalisasi aplikasi diharapkan mendorong sistem monitoring yang lebih terintegrasi, akuntabel, dan transparan.
Keempat, pembahasan mitigasi risiko Triwulan I Tahun 2026. Dalam sesi ini, peserta menelaah peta risiko yang berpotensi memengaruhi pencapaian target organisasi. Identifikasi risiko dan langkah pengendalian dibahas secara komprehensif untuk meminimalkan dampak serta menjaga keberlanjutan pelaksanaan tugas dan fungsi KPPN.
Melalui dialog tersebut, KPPN Watampone menegaskan komitmennya membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi hasil. Evaluasi kinerja dan pengelolaan risiko diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola internal, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan publik di bidang perbendaharaan negara.
Kontributor: Tim Kehumasan KPPN Watampone




