Realisasi KUR Bone Tahun 2020 Tembus Rp.1,04 T
Meskipun dalam masa pandemi Covid-19, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone Tahun 2020 tembus sebesar Rp.1.04 triliun dan merupakan tertinggi kedua bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Tahun 2020, realisasi KUR di Kabupaten Bone tercatat sebesar Rp.1,04 trilun atau 10,05% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp.10,37 triliun.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Bone juga merupakan yang terbesar kedua yaitu sebanyak 31.044 debitur atau 8,85% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 350.617 debitur.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Bone, yaitu sebesar Rp.851,08 miliar atau 81,57% dari total realisasi sebesar Rp.1,04 triliun. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp.159,46 miliar atau 15,28%, Kredit Supermi sebesar Rp.32,75 miliar atau 3,14% dan terkecil Kredit TKI sebesar Rp.74,05 juta atau 0,01%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasinya yaitu sebesar Rp.921,30 miliar atau 88,30% dari total sebesar Rp.1,04 triliun, disusul Bank Mandiri sebesar Rp.63,29 miliar atau 6,07%. Bank BNI sebesar Rp.49,17 miliar atau 4,71%, BPD Sulselbar sebesar Rp.5,04 miliar atau 0,48% dan BRI Syariah sebesar Rp.4,55 miliar atau 0,44%.
Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Bone terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR yaitu sebesar Rp.680,45 miliar atau 65,22%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp.234,81 miliar atau 22,51% dan ketiga sektor Perikanan sebesar Rp.42,69 miliar atau 4,09%, sisanya berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu terus dikembangkan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat terus melakukan berbagai macam inovasi unggulan. Baik produk maupun pemasarannya. Agar mampu bertahan bahkan berkembang dalam kegiatan usahanya di berbagai sektor ekonomi. Dengan memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah, yaitu bunga 6% per tahun karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah.






