April 2021, Realisasi KUR Soppeng Sebesar Rp123,62 M
Meskipun dalam masa pandemi Covid-19, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Soppeng sampai dengan April 2021 mencapai sebesar Rp123,62 miliar dan pada urutan yang keduabelas bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Sampai dengan April 2021, realisasi KUR di Kabupaten Soppeng tercatat sebesar Rp123,62 miliar atau 3,17% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp3,90 triliun.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Soppeng juga pada urutan keduabelas yaitu sebanyak 3.659 debitur atau 3,38% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 108.220 debitur.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Soppeng, yaitu sebesar Rp85,87 miliar atau 69,46% dari total realisasi sebesar Rp123,62 miliar. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp32,15 miliar atau 26,00%, dan Kredit Supermi (Super Mikro) sebesar Rp5,60 miliar atau 4,53%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Soppeng, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasinya yaitu sebesar Rp100,84 miliar atau 81,57% dari total sebesar Rp123,62 miliar, disusul Bank BNI sebesar Rp10,26 miliar atau 8,30%, Bank Mandiri sebesar Rp8,78 miliar atau 7,10%, BNI Syariah sebesar Rp3,05 miliar atau 2,47%, Bank Syariah Mandiri sebesar Rp500,00 juta atau 0,40%, BPD Sulselbar sebesar Rp115,00 juta atau 0,09%, dan Bank BRI Syariah sebesar Rp70,00 juta atau 0,06%.
Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Soppeng terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR yaitu sebesar Rp59,31 miliar atau 47,98%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp42,39 miliar atau 34,29% dan ketiga sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan dan Perorangan lainnya sebesar Rp9,59 miliar atau 7,75%, sisanya tersebar di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu terus dikembangkan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman berharap kepada pelaku UMKM meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, dapat terus melakukan terobosan maupun inovasi unggulan. Baik dari sisi produk maupun pemasarannya. Dengan memanfaatkan KUR sebagai salah satu alternatif pembiayaan yang murah, yaitu bunga 6% per tahun karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah.





