UMKM Bangkit, Indonesia Kuat
Menggeliatnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah-tengah pandemi Covid-19 saat ini diyakini akan mempercepat proses Pemulihan Ekonomi Nasioanl (PEN). Mengingat, UMKM merupakan bagian penting dalam perekonomian Nasional. Dimana, berdasarkan data dari berbagai sumber, UMKM merupakan penyumbang 61% PDB Nasional atau 9.658 Triliun dari 15.833 triliun PDB RI tahun 2019. UMKM juga menyerap tenaga kerja terbesar yaitu 121 juta.
Di Kabupaten Bone sendiri, geliat UMKM menunjukkan angka positip sampai dengan bulan Mei 2021. Hal ini terlihat berdasarkan data realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone sampai dengan bulan Mei 2021 mencapai sebesar Rp484,43 miliar dan merupakan tertinggi pertama bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai dengan bulan Mei 2021, realisasi KUR di Kabupaten Bone tercatat sebesar Rp484,43 miliar atau 9,89% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp4,90 triliun.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Bone juga merupakan yang terbesar kedua setelah Kota Makassar, yaitu sebanyak 12.188 debitur atau 8,88% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 137.201 debitur sampai dengan bulan Mei 2021. Dimana mayoritas pekerjaan debitur KUR di Kabupaten Bone merupakan wiraswasta, yaitu sebanyak 9.545 orang atau 79,63%, disusul badan usaha sebanyak 2.045 atau 14,63%, nelayan sebanyak 339 orang atau 2,89% dan sisanya berbagai profesi lainnya.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro (plafon kredit sampai dengan 100 juta) merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Bone, yaitu sebesar Rp367,18 miliar atau 75,80% dari total realisasi sebesar Rp484,43 miliar. Disusul, Kredit Kecil (plafon kredit sampai dnegan 500 juta) sebesar Rp104,94 miliar atau 21,66%, dan Kredit Super Mikro (Supermi, plafon kredit sampai dua puluh juta) sebesar Rp12,31 miliar atau 2,54%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai dengan bulan Mei 2021 yaitu sebesar Rp412,33 miliar atau 85,12% dari total sebesar Rp484,43 miliar, disusul Bank Mandiri sebesar Rp38,15 miliar atau 7,88%. Bank BNI sebesar Rp28,40 miliar atau 5,86%, BRI Syariah sebesar Rp2,95 miliar atau 0,61%, Bank Syariah Mandiri sebesar Rp1,34 miliar atau 0,28% dan BPD Sulselbar sebesar Rp1,24 miliar atau 0,26%. Dukungan perbankan dalam mengembangtumbuhkan UMKM tentu sangat diperlukan, agar UMKM dapat mengakses KUR dengan bunga yang murah, yaitu sebesar 6% per tahun karena mendapat subsidi bunga dari Pemerintah.
Selain itu, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 8 tentang Perubahan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perlakuan Khusus Bagi Penerima Kredit Usaha Rakyat Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019, dan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 255/KMK.05/2020 tentang Tambahan Subsidi Bunga/Subsidi Marjin Kredit Usaha Rakyat Bagi Penerima KUR Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 memberikan relaksasi bagi debitur dan calon debitur KUR yang terdampak adanya pandemi Covid-19, dan telah banyak dinikmati oleh debitur KUR tahun lalu agar bisa tetap bertahan dalam usahanya.
Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Bone terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sampai dengan bulan Mei 2021 yaitu sebesar Rp306,76 miliar atau 63,32%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp123,43 miliar atau 25,48% dan sektor Perikanan sebesar Rp18,81 miliar atau 3,88%. Sementara itu, sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan. Sehingga seluruh sektor ekonomi yang ada dapat mengakses modal guna pengembangan usahanya.
Di sisi lain, dengan adanya klasterisasi UMKM yang telah dicanangkan pada saat acara Kick Off Meeting yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara daring yang melibatkan pihak terkait yaitu Perwakilan Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) dan Perbankan pada hari Kamis tanggal 3 Juni 2021 yang lalu, merupakan wujud peran dan dukungan masing-masing pihak dalam pelaksanaannya di lapangan. Untuk Kabupaten Bone sendiri, yang menjadi sektor unggulan berupa budidaya rumput laut dan jagung hibrida.
Akhirnya, melalui dukungan berbagai pihak bagi UMKM diharapkan akan menggairahkan sektor usaha dan geliat ekonomi. UMKM bangkit, Indonesia Kuat.
Disclaimer "Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak merepresentasikan pendap atau pendapat tempat penulis bekerja".
Kepala KPPN Watampone
RintokJuhirman





