Agustus 2021, Realisasi KUR Wajo Peringkat Ketiga
Meskipun masih pandemi Covid-19 sampai saat ini, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Wajo sampai dengan bulan Agustus 2021 mencapai sebesar Rp670,96 miliar dan merupakan peringkat ketiga bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai dengan bulan Agustus 2021, realisasi KUR di Kabupaten Wajo tercatat sebesar Rp670,96 miliar dan mengalami pertumbuhan sebesar 51,72% bila dibandingkan dengan realisasi KUR bulan Agustus 2020 sebesar Rp442,22 miliar.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Wajo juga merupakan yang terbesar ketiga yaitu sebanyak 18.170 debitur atau 7,35% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 247.048 debitur sampai dengan bulan Agustus 2021.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Wajo, yaitu sebesar Rp447,36 miliar atau 66,67% dari total realisasi sebesar Rp670,96 miliar. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp202,04 miliar atau 30,11%, dan Kredit Super Mikro (Supermi) sebesar Rp1`,56 miliar atau 3,21%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Wajo, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai dengan bulan Agustus 2021 yaitu sebesar Rp490,16 miliar atau 73,05% dari total sebesar Rp670,96 miliar, disusul Bank Mandiri sebesar Rp100,67 miliar atau 15,00%. Bank BNI sebesar Rp62,06 miliar atau 9,25%, Bank Syariah Mandiri sebesar Rp9,37 miliar atau 1,40%, BPD Sulselbar sebesar Rp4,51 miliar atau 0,67%, BNI Syariah sebesar Rp1,96 miliar atau 0,29%, Bank BRI Syariah sebesar Rp1,38 miliar atau 0,21%, Tabungan Negara sebesar Rp500,00 juta atau 0,07% dan Bank Sinarmas sebesar Rp350,00 juta atau 0,05%.
Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Wajo terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sampai dengan bulan Agustus 2021 yaitu sebesar Rp422,331 miliar atau 62,94%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp151,75 miliar atau 22,62% dan ketiga sektor Perikanan sebesar Rp45,23 miliar atau 6,74%, sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman menilai semakin banyak pelaku UMKM yang memanfatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah. Hal tersebut disebabkan KUR mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, UMKM harus bangkit, agar Indonesia Kuat.





