Januari 2022, Realisasi KUR Bone Peringkat Dua dan Tumbuh 50,90%
Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19 sampai saat ini, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone bulan Januari 2022 telah mencapai sebesar Rp66,88 miliar dan merupakan tertinggi kedua setelah Kota Makassar bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal tersebut berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) bulan Januari 2022, realisasi KUR di Kabupaten Bone tercatat sebesar Rp66,88 miliar atau 8,73% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Januari 2022 sebesar Rp765,63 miliar. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp44,32 miliar mengalami pertumbuhan sebesar 50,90%.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Bone merupakan yang terbesar ketiga yaitu sebanyak 1.609 debitur atau 7,51% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 21.421 debitur pada bulan Januari 2022.
Jika dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Bone, yaitu sebesar Rp52,96 miliar atau 79,19% dari total realisasi sebesar Rp66,88 miliar. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp13,05 miliar atau 19.51%, dan Kredit Supermi sebesar Rp870 juta atau 1,30%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi bulan Januari 2022 yaitu sebesar Rp56,89 miliar atau 85,07% dari total sebesar R Rp66,88 miliar, disusul Bank Mandiri sebesar Rp6,94 miliar atau 10,38%. Bank BNI sebesar Rp2,52 miliar atau 3,78%, BRI Syariah sebesar Rp321,00 juta atau 0,48% dan BPD Sulselbar sebesar Rp200,00 juta atau 0,30 %.
Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Bone terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR yaitu sebesar Rp44,43 miliar atau 66,44%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp14,30 miliar atau 21,38% dan ketiga sektor Industri Pengolahan sebesar Rp3,00 miliar atau 4,48%, sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu terus dikembangkan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah.





