Januari 2022, Realisasi KUR Wajo Rp49,42 M Tumbuh 4,04%
Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, namun demikian realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Wajo sampai dengan Januari 2022 mencapai sebesar Rp49,42 miliar dan merupakan tertinggi kelima bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Sampai dengan Januari 2022, realisasi KUR di Kabupaten Wajo tercatat sebesar Rp49,42 miliar atau 6,45% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp765,63 miliar. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu terealisasi sebesar Rp47,50 miliar mengalami pertumbuhan sebesar 4,04%.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Wajo juga merupakan yang terbesar kelima yaitu sebanyak 1.294 debitur atau 6,04% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 21.421 debitur.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Wajo, yaitu sebesar Rp32,52 miliar atau 66,00% dari total realisasi sebesar Rp49,42 miliar. Disusul Kredit Kecil sebesar Rp16,04 miliar atau 32,46%, Kredit Super Mikro (Supermi) sebesar Rp762,00 juta atau 1,54%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Wajo, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasinya yaitu sebesar Rp34,17 miliar atau 69,14% dari total sebesar Rp49,42 miliar, disusul Bank Mandiri sebesar Rp10.50 miliar atau 21,25%. Bank BNI sebesar Rp3,58 miliar atau 7,24%, BRI Syariah sebesar Rp520,00 juta atau 1,05%, BTN sebesar Rp500,00 juta atau 1,01% dan BPD Sulselbar sebesar Rp150,00 juta atau 0,30%.
Sementara itu, jika dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Wajo terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sebesar Rp29,52 miliar atau 59,74%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp10,85 miliar atau 21,96% dan ketiga sektor Perikanan sebesar Rp5,19 miliar atau 10,49%. Sisanya tersebar di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman berharap meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat terus melakukan berbagai macam terobosan dan inovasi unggulan. Baik dari sisi produk maupun pemasarannya.
Agar mampu bertahan bahkan berkembang dalam kegiatan usahanya di berbagai sektor ekonomi. Dengan memanfaatkan KUR sebagai salah satu alternatif pembiayaan yang murah, yaitu dengan bunga 6% per tahun karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah.





