KPPN Watampone menggelar kegiatan Sharing Session Data Analytics bertema “Analisa Data Pengisian Capaian Output” secara daring melalui aplikasi Microsoft Teams, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh pegawai sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas dan validitas data kinerja pelaksanaan anggaran.

Kepala KPPN Watampone, Rachmadi Wahyu Priyo Saptata, dalam sambutannya menegaskan bahwa ketelitian dan konsistensi dalam pengisian data capaian output menjadi kunci utama akurasi pelaporan kinerja satuan kerja.
“Data capaian output bukan sekadar angka administratif, tetapi menjadi indikator utama dalam menilai efektivitas pelaksanaan anggaran. Karena itu, validitas dan kesesuaiannya harus dijaga,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kecermatan dalam penginputan data pada OMSPAN, mengingat aplikasi tersebut menjadi rujukan utama dalam pemantauan dan evaluasi realisasi kinerja anggaran.
Mengurai Kode Validasi
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Wahyu Dwi Aryadi yang memaparkan materi mengenai validasi data realisasi capaian output sesuai pedoman Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Paparan difokuskan pada identifikasi berbagai kode validasi yang kerap muncul dalam pengisian data.
Beberapa temuan validasi yang sering terjadi antara lain:
- Validasi 01: Persentase Capaian Realisasi Output (PCRO) dilaporkan 0 persen meskipun telah terdapat realisasi anggaran.
- Validasi 03: PCRO tercatat 100 persen, namun realisasi volume output (RVRO) masih 0.
- Validasi 04: PCRO 100 persen, tetapi RVRO belum mencapai target atau volume dalam DIPA.
- Validasi 06: RVRO diinput dalam bentuk desimal pada satuan yang tidak memungkinkan pecahan.
- Validasi 08: RVRO telah mencapai target, tetapi PCRO masih di bawah 100 persen.
Menurut Wahyu, ketidaksesuaian tersebut umumnya terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap metode penghitungan capaian output serta ketidaksinkronan antara progres fisik dan realisasi anggaran.
“Validasi ini bukan untuk mempersulit, melainkan memastikan bahwa data yang dilaporkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.
Strategi Perbaikan dan Optimaisasi
Dalam sesi tersebut, peserta juga mendapatkan contoh konkret pengisian data yang belum tepat beserta langkah korektif agar status data menjadi Valid dan Terkonfirmasi pada OMSPAN.
Sejumlah strategi optimalisasi turut dibahas, antara lain:
- Penetapan metode penghitungan capaian output yang sesuai karakteristik kegiatan.
- Penghitungan progres secara periodik dan terdokumentasi.
- Disiplin penginputan data sebelum batas akhir open period.
- Monitoring rutin terhadap status validasi data.
- Penguatan koordinasi antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pengelola kegiatan.
Diskusi berlangsung interaktif. Para pegawai aktif menyampaikan kendala teknis maupun substantif yang dihadapi dalam proses penginputan data, mulai dari penentuan satuan output hingga sinkronisasi data fisik dan keuangan.
Komitmen Tata Kelola Akuntabel
Melalui kegiatan ini, KPPN Watampone menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaporan kinerja serta mendukung tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan.
Penguatan literasi data dan pemahaman terhadap mekanisme validasi diharapkan mampu meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus meningkatkan kredibilitas laporan kinerja satuan kerja.
Di tengah tuntutan akuntabilitas publik yang semakin tinggi, ketepatan data menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap rupiah anggaran negara dikelola secara efektif dan bertanggung jawab.
Kontributor: Tim Kehumasan KPPN Watampone




