Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone memperkuat pemahaman pegawai mengenai implementasi Learning Organization (LO) di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) melalui kegiatan Sharing Session Fungsi Dukungan Manajemen (Dukman), Jumat (6/3/2026).

Kegiatan bertema “Internalisasi Implementasi Learning Organization di Lingkungan DJPb Tahun 2026” tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Microsoft Teams dan diikuti oleh seluruh pegawai KPPN Watampone.
Kepala KPPN Watampone, Raachmadi Wahyu Priyo Saptata, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen pegawai dalam membangun budaya belajar di lingkungan kerja.
“Sharing session ini sangat strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama. Saya berharap seluruh pegawai dapat memahami esensi materi yang disampaikan dan mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Raachmadi.
Ia menambahkan, organisasi yang terus belajar akan lebih adaptif dalam menghadapi perubahan dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pemangku kepentingan.
Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Kepala Subbagian Umum KPPN Watampone Benny Eko Supriyanto memaparkan pentingnya implementasi konsep Learning Organization dalam mendukung transformasi organisasi di lingkungan DJPb.
Menurut Benny, Learning Organization merupakan pendekatan yang mendorong organisasi untuk terus berkembang melalui proses pembelajaran berkelanjutan, baik pada level individu maupun organisasi.
“Implementasi Learning Organization bertujuan menciptakan organisasi yang adaptif, inovatif, dan mampu merespons dinamika lingkungan kerja dengan lebih cepat,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa proses pembelajaran di lingkungan organisasi dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, antara lain knowledge sharing, diskusi tematik, pengembangan kompetensi, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, pegawai diharapkan dapat meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta berkontribusi secara optimal dalam mendukung kinerja organisasi.
Kegiatan sharing session berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman terkait praktik pembelajaran yang telah diterapkan di unit kerja masing-masing.
Diskusi yang berkembang dalam forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus memperkaya perspektif pegawai dalam mengimplementasikan budaya belajar di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan ini, KPPN Watampone berharap pemahaman pegawai terhadap konsep Learning Organization semakin kuat sehingga dapat diimplementasikan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Penguatan budaya belajar yang berkelanjutan dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung peningkatan kinerja organisasi serta pencapaian target Direktorat Jenderal Perbendaharaan pada tahun 2026.
Kontributor: Tim Kehumasan KPPN Watampone




