Hari ini, 9 Desember 2025, dunia kembali memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA), sebuah momentum global yang menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam memerangi segala bentuk korupsi. Peringatan ini tidak hanya menjadi simbol penolakan terhadap praktik-praktik koruptif, tetapi juga mengajak kita untuk terus membangun budaya yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.
Bagi KPPN Wonosari, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari Kementerian Keuangan. Komitmen untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara terus dikuatkan agar pelayanan publik berjalan profesional, bebas dari penyimpangan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam konteks pelayanan publik dan pengelolaan keuangan negara, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama bagi terciptanya pemerintahan yang bersih dan terpercaya. KPPN Wonosari, sebagai bagian dari Kementerian Keuangan, menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pencegahan korupsi melalui penerapan tata kelola yang baik, pelayanan yang profesional, serta budaya kerja yang menjunjung tinggi etika dan kejujuran. Dengan semangat HAKORDIA, KPPN Wonosari terus berupaya membangun lingkungan kerja yang bebas dari penyimpangan, serta memastikan bahwa setiap rupiah uang negara dikelola secara bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.
Dalam rangka memperingati HAKORDIA tahun ini, Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan Talkshow Hakordia DJPb 2025 bertema “Membumikan Nilai Antikorupsi pada Birokrasi” di Gedung Jusuf Anwar, Jakarta (4/12). Acara tersebut menghadirkan aktivis antikorupsi Aulia Postiera sebagai narasumber, serta Dirjen Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti yang memberikan keynote speech dengan pesan tegas mengenai pentingnya sikap dalam bekerja.
“Korupsi bukan hanya soal uang, tetapi juga soal disiplin dan sikap dalam bekerja,” tegas Dirjen Perbendaharaan.
Melalui diskusi yang mengalir dan reflektif, peserta diajak melihat bagaimana perilaku koruptif sering bermula dari ketidakjujuran kecil yang kerap diabaikan. Dengan menumbuhkan nilai berani, peduli, dan sederhana, setiap pegawai diharapkan mampu mencegah penyimpangan sejak dini. Komitmen tersebut dipertegas melalui penandatanganan Komitmen Anti Korupsi oleh para pimpinan DJPb sebagai langkah nyata memperkuat integritas birokrasi.
Peringatan HAKORDIA 2025 sendiri mengusung semangat besar: “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!” Tema ini kembali menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja bersama dari seluruh elemen bangsa—pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pelajar, komunitas, hingga individu. Setiap orang memiliki peran dan kontribusi, sekecil apa pun itu.
Tahun ini, HAKORDIA juga diangkat sebagai Pesta Rakyat Antikorupsi, sebuah ruang untuk merayakan semangat integritas dalam satu irama. Sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan tanggal 9 Desember sebagai Hari Antikorupsi Sedunia pada tahun 2003, peringatan ini terus menjadi pengingat akan pentingnya transparansi dalam kehidupan bernegara.
Korupsi tetap menjadi musuh bersama karena dampaknya yang luas: menghambat pembangunan, merusak kualitas pelayanan publik, dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Tema nasional “Integritas dan Akuntabilitas untuk Negeri” mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat komitmen mencegah praktik koruptif dari berbagai sisi kehidupan. Sebagai instansi yang bertugas menyalurkan dan mengelola keuangan negara, KPPN Wonosari terus menjalankan berbagai langkah strategis untuk mendukung gerakan antikorupsi. KPPN Wonosari terus memperkuat komitmen anti korupsi melalui langkah-langkah strategis dan berkelanjutan, antara lain:
-
Transparansi Pengelolaan Keuangan Negara
KPPN Wonosari memastikan bahwa seluruh proses penyaluran, pencairan, dan pertanggungjawaban dana negara dilakukan secara terbuka, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemangku kepentingan dapat mengakses informasi secara jelas sehingga potensi penyimpangan dapat ditekan sejak dini. -
Peningkatan Integritas dan Profesionalisme Pegawai
Melalui berbagai agenda sosialisasi nilai anti korupsi, internalisasi nilai-nilai Kementerian Keuangan, serta pelaksanaan program penguatan etika ASN, KPPN Wonosari mendorong terciptanya budaya kerja yang berlandaskan kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Upaya ini dibangun untuk membentuk pegawai yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga berintegritas tinggi. -
Pemanfaatan Teknologi dalam Proses Layanan
Modernisasi layanan melalui sistem pembayaran, pelaporan, dan monitoring berbasis elektronik menjadi salah satu kunci pencegahan korupsi. Penggunaan teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga meminimalisasi interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan gratifikasi atau penyalahgunaan kewenangan. Sistem digital yang terintegrasi memungkinkan proses lebih cepat, transparan, dan dapat diawasi secara real-time.
Dengan implementasi berbagai langkah tersebut, KPPN Wonosari berupaya mewujudkan pelayanan publik yang semakin bersih, cepat, profesional, dan akuntabel. Semangat HAKORDIA 2025 menjadi dorongan bagi seluruh insan KPPN Wonosari untuk terus memperkuat integritas dalam menjalankan tugas serta memastikan bahwa pengelolaan keuangan negara selalu berpihak pada kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.
Mari bersama-sama memperkuat budaya anti korupsi dengan memulainya dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ketika setiap individu berkomitmen untuk menjunjung integritas—baik di rumah, di lingkungan kerja, maupun dalam aktivitas sosial—maka upaya pemberantasan korupsi akan menjadi gerakan kolektif yang memiliki dampak nyata. Kesadaran untuk menolak gratifikasi, bersikap jujur, serta berani menyampaikan kebenaran merupakan kontribusi penting yang dapat dilakukan oleh siapa pun, tanpa memandang peran atau jabatan.
Integritas yang kita jaga hari ini adalah fondasi bagi masa depan bangsa yang lebih bersih, transparan, dan berkeadilan. Melalui komitmen bersama, termasuk peran aktif instansi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas, kita dapat membangun ekosistem yang bebas dari praktik koruptif. Dengan demikian, Hari Anti Korupsi Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten dan dilakukan oleh kita semua.
#HAKORDIA2025 #BersihBersamaKPPNWonosari #IntegritasUntukNegeri



