
Wonosari (16/6/2026) - Sebagai wujud sinergi dengan institusi pendidikan di daerah sekaligus bagian dari rangkaian program Island of Integrity Sejak Dini, KPPN Wonosari berkolaborasi dengan SD Negeri Piyaman II dalam kegiatan Pelepasan Siswa Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Juni 2026, di Aula Lantai II KPPN Wonosari.
Pada kesempatan tersebut, Kepala KPPN Wonosari, Ana Sariasih, memberikan sambutan sekaligus penguatan karakter kepada para siswa. Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan peran dan tugas KPPN Wonosari sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, yang memiliki tugas melaksanakan kewenangan perbendaharaan dan fungsi Bendahara Umum Negara, menyalurkan pembiayaan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta menatausahakan penerimaan dan pengeluaran negara.
Selain menjalankan fungsi tersebut, KPPN Wonosari juga berperan sebagai financial advisor bagi satuan kerja pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa/kalurahan, BLU/BLUD, serta pelaku UMKM. Sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan di Kabupaten Gunungkidul, pada Tahun 2026 telah dialokasikan intervensi fiskal sebesar Rp5,55 triliun.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala KPPN Wonosari juga menyampaikan komitmen KPPN Wonosari dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), yang telah berhasil diraih pada tahun 2019, serta upaya berkelanjutan menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi, salah satunya program EDU-ZI (Edukasi Zona Integritas) yang bertujuan menanamkan budaya integritas kepada masyarakat sejak usia dini.
Melalui program tersebut, para siswa diperkenalkan pada sembilan nilai integritas antikorupsi yang dicanangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dirangkum dalam akronim JUMAT BERSEPEDA KK, yaitu: Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras. Penyampaian materi ini bertujuan menumbuhkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai integritas sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan.
Kepala KPPN Wonosari berpesan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Para siswa diharapkan dapat membawa dan mengamalkan nilai-nilai integritas tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, berintegritas, serta mampu mencegah perilaku koruptif sejak dini.
Sebagai bentuk pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, KPPN Wonosari juga menghadirkan booth permainan edukatif SEMAI (Semangat Integritas). Permainan ini berupa kombinasi papan permainan dan kartu interaktif yang dirancang untuk mengenalkan sembilan nilai integritas antikorupsi melalui simulasi sederhana dan studi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui permainan tersebut, para siswa diajak untuk mengenali, menebak, dan mencocokkan berbagai contoh perilaku yang mencerminkan nilai-nilai dalam JUMAT BERSEPEDA KK. Dengan konsep yang edukatif dan menyenangkan, SEMAI tidak hanya menjadi sarana hiburan setelah acara pelepasan siswa, tetapi juga media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen KPPN Wonosari dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas. Melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, diharapkan nilai-nilai antikorupsi dapat tertanam sejak dini dan menjadi fondasi dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
Selamat kepada seluruh siswa Kelas VI SD Negeri Piyaman II atas kelulusannya. Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi bekal untuk meraih cita-cita, senantiasa rendah hati, terus belajar, dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam setiap langkah kehidupan.


