Bekasi, djpb.kemenkeu.go.id,- Pada momen awal tahun anggaran 2020 dan di tengah kondisi masih terendamnya sejumlah kawasan di Jabodetabek, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto tinjau KPPN Bekasi yang pada tanggal 1 Januari 2020 kemarin turut terkena banjir, Jumat (03/01).
Letak KPPN Bekasi yang persis bersebelahan dengan Kali Bekasi menyebabkan KPPN Bekasi tidak terhindar dari luapan salah satu sungai yang volume airnya melonjak sangat tinggi pada banjir kemarin.
Kepala KPPN Bekasi Rini Djarwati menjelaskan kepada Dirjen Perbendaharaan bahwa selain listrik PLN padam, pada saat banjir rumah genset pun sempat terendam. Segera setelah air surut, pembersihan langsung dilakukan bersama oleh segenap personel KPPN Bekasi. Saat ini operasional layanan sudah berjalan seperti biasa.
Dalam peninjauan tersebut Dirjen Perbendaharaan mengapresiasi langkah-langkah pemulihan layanan yang dilakukan oleh jajaran KPPN Bekasi. Saat berdialog dengan para pegawai KPPN Bekasi, Dirjen Perbendaharaan pun berpesan agar musibah di awal tahun ini tidak menyurutkan semangat jajaran KPPN Bekasi dalam mempertahankan kinerja sebagai salah satu KPPN yang pada tahun 2019 mencatatkan tingkat penyaluran anggaran tertinggi, termasuk di sisi edukasi kepada satker sebagai pengguna layanan.
"Tetap proaktif kepada satker-satker. Apa yang bisa dilakukan lebih cepat, harus dilakukan segera," pesan Andin.
"Hendaknya satker tidak hanya bisa mengajukan permintaan dana ke KPPN, tapi juga harus mampu membuat perencanaan yang baik," tambahnya.
Andin juga mengingatkan bahwa implementasi SAKTI pada tahun 2020 ini harus menjadi perhatian semua pihak, terutama KPPN yang bersinggungan langsung dengan satker.
"Ini tantangan sekaligus ujian. Kita dituntut mampu membuktikan bahwa apa yang sudah dirancang selama ini (SAKTI-red) dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat."
Sebagai bentuk perhatian dan keprihatinan, Dirjen Perbendaharaan didampingi Kepala Bagian Umum Setditjen dan Kepala KPPN Bekasi dalam kesempatan kali ini juga mengunjungi tempat tinggal dua keluarga pegawai di salah satu perumahan di Jatiasih, Kota Bekasi, yang saat ini sedang dalam pemulihan setelah menjadi salah satu daerah terkena banjir yang paling parah. (pw)

