Jakarta, Selasa (23/06/2026) – Menjembatani teori akademik di bangku kuliah dengan realitas praktik di lapangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan kembali menggelar program edukasi Treasury Go Inspire Future (TGIF). Pada Selasa (23/06), kemeriahan terasa di Gedung Jusuf Anwar, Kantor Pusat DJPb, saat 65 mahasiswa Program Diploma Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila hadir untuk membedah langsung seluk-beluk pertanggungjawaban keuangan negara. Kunjungan edukatif ini merupakan bagian dari agenda Company Visit Himpunan Mahasiswa Program Diploma (HIMAPRODIP).
Kehadiran puluhan mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan ini disambut hangat oleh jajaran DJPb. Semangat kegiatan hari itu dibuka oleh Kepala Bagian Komunikasi, Layanan Informasi, dan Kerja Sama Kelembagaan (KLIKK), Bapak Unggul Budi Susilo.
“Kegiatan Treasury, Go Inspire Future! ini dirancang sebagai sarana pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan para praktisi perbendaharaan. Harapannya, peserta memperoleh gambaran konkret mengenai pengelolaan keuangan negara, lingkungan kerja pemerintahan, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia profesional,” jelas Bapak Unggul.
Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan DJPb untuk memperluas akses edukasi publik kepada mahasiswa. Melalui upaya ini, DJPb ingin membangun pemahaman generasi muda mengenai pentingnya tata kelola keuangan yang transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada masyarakat. Tak lupa, apresiasi mendalam turut disampaikan kepada para pengurus HIMAPRODIP serta seluruh mahasiswa yang hadir atas antusiasme dan inisiatif mereka dalam mewujudkan kegiatan kolaboratif tersebut.
Memasuki agenda inti, suasana diskusi panel langsung terasa hidup ketika Bapak Sunaryo dari Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (Dit. APK) mengambil alih panggung sebagai narasumber. Melalui paparannya yang interaktif, mahasiswa diajak "jalan-jalan" melihat langsung realitas ekosistem tata kelola keuangan Indonesia.
Bapak Sunaryo mengurai kompleksitas APBN menjadi narasi yang mudah dicerna, mulai dari pengenalan postur anggaran, siklus pengelolaan, hingga ketatnya standar dan kebijakan akuntansi pemerintahan. Menegaskan kembali visi pemerintah yang disematkan dalam paparannya, mengingatkan bahwa APBN sejatinya adalah instrumen untuk mewujudkan ekonomi yang tangguh, mandiri, dan sejahtera, yang harus digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Salah satu topik yang paling menyita perhatian adalah pembedahan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2025 yang telah diaudit. Mahasiswa diajak melihat bagaimana pemerintah menyusun komponen-komponen penting laporan pertanggungjawaban negara.
Tidak berhenti pada pelaporan konvensional, sesi ini juga membuka mata mahasiswa tentang pesatnya digitalisasi pengelolaan keuangan negara di tubuh Kementerian Keuangan. Inovasi sistem pelaporan yang terintegrasi, seperti SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) dan SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara), diperkenalkan sebagai wujud nyata komitmen DJPb dalam menciptakan birokrasi yang modern, meminimalkan kesalahan, dan mempercepat proses pelaporan.
Ketertarikan mahasiswa Universitas Pancasila semakin terlihat nyata saat sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Berbagai pertanyaan kritis bermunculan dari para peserta yang antusias menggali lebih dalam wawasan mengenai sistem pengelolaan keuangan dan inovasi digital di DJPb. Interaksi dua arah ini membuktikan bahwa generasi muda sejatinya sangat peduli dan ingin berkontribusi dalam mengawal akuntabilitas negara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara DJPb dan Universitas Pancasila dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Lebih dari itu, pengalaman belajar langsung di lingkungan perbendaharaan ini diharapkan mampu membuka perspektif baru bagi para mahasiswa dalam merencanakan karier di masa depan, sekaligus menjadi bekal ilmu yang bermanfaat untuk turut membangun negeri. [ARP]
Kehadiran puluhan mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan ini disambut hangat oleh jajaran DJPb. Semangat kegiatan hari itu dibuka oleh Kepala Bagian Komunikasi, Layanan Informasi, dan Kerja Sama Kelembagaan (KLIKK), Bapak Unggul Budi Susilo.
“Kegiatan Treasury, Go Inspire Future! ini dirancang sebagai sarana pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan para praktisi perbendaharaan. Harapannya, peserta memperoleh gambaran konkret mengenai pengelolaan keuangan negara, lingkungan kerja pemerintahan, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia profesional,” jelas Bapak Unggul.
Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan DJPb untuk memperluas akses edukasi publik kepada mahasiswa. Melalui upaya ini, DJPb ingin membangun pemahaman generasi muda mengenai pentingnya tata kelola keuangan yang transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada masyarakat. Tak lupa, apresiasi mendalam turut disampaikan kepada para pengurus HIMAPRODIP serta seluruh mahasiswa yang hadir atas antusiasme dan inisiatif mereka dalam mewujudkan kegiatan kolaboratif tersebut.
Memasuki agenda inti, suasana diskusi panel langsung terasa hidup ketika Bapak Sunaryo dari Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (Dit. APK) mengambil alih panggung sebagai narasumber. Melalui paparannya yang interaktif, mahasiswa diajak "jalan-jalan" melihat langsung realitas ekosistem tata kelola keuangan Indonesia.
Bapak Sunaryo mengurai kompleksitas APBN menjadi narasi yang mudah dicerna, mulai dari pengenalan postur anggaran, siklus pengelolaan, hingga ketatnya standar dan kebijakan akuntansi pemerintahan. Menegaskan kembali visi pemerintah yang disematkan dalam paparannya, mengingatkan bahwa APBN sejatinya adalah instrumen untuk mewujudkan ekonomi yang tangguh, mandiri, dan sejahtera, yang harus digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Salah satu topik yang paling menyita perhatian adalah pembedahan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2025 yang telah diaudit. Mahasiswa diajak melihat bagaimana pemerintah menyusun komponen-komponen penting laporan pertanggungjawaban negara.
Tidak berhenti pada pelaporan konvensional, sesi ini juga membuka mata mahasiswa tentang pesatnya digitalisasi pengelolaan keuangan negara di tubuh Kementerian Keuangan. Inovasi sistem pelaporan yang terintegrasi, seperti SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) dan SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara), diperkenalkan sebagai wujud nyata komitmen DJPb dalam menciptakan birokrasi yang modern, meminimalkan kesalahan, dan mempercepat proses pelaporan.
Ketertarikan mahasiswa Universitas Pancasila semakin terlihat nyata saat sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Berbagai pertanyaan kritis bermunculan dari para peserta yang antusias menggali lebih dalam wawasan mengenai sistem pengelolaan keuangan dan inovasi digital di DJPb. Interaksi dua arah ini membuktikan bahwa generasi muda sejatinya sangat peduli dan ingin berkontribusi dalam mengawal akuntabilitas negara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara DJPb dan Universitas Pancasila dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Lebih dari itu, pengalaman belajar langsung di lingkungan perbendaharaan ini diharapkan mampu membuka perspektif baru bagi para mahasiswa dalam merencanakan karier di masa depan, sekaligus menjadi bekal ilmu yang bermanfaat untuk turut membangun negeri. [ARP]






