-Kawah Candradimuka itu Bernama KPPN Tanjung Redeb

 

Tanjung Redeb, 5 Oktober 2020 pukul 11.18 wita


Suara Michela Thea mengalun lembut di ruang kerja Kepala KPPN Tanjung Redeb. Lagu ‘Kasih Putih’-nya Glen Fredly di-cover dengan ciamik.
Hari ini target kami adalah menyelesaikan data Capaian Kinerja Triwulan III Tahun 2020. Kami kerjakan sembari finalisasi persiapan akhir audit Surveillence ISO 9001;2015 yang dijadwalkan dua hari mendatang.
Saya sejenak mengamati layar monitor CCTV yang berada di ujung meja. Delapan tayangan kamera digital memberikan gambaran real kegiatan para pegawai.
Di sebuah layar CCTV, tiga petugas Front Office berseragam putuh hitam nampak asyik bekerja. Ketiganya merupakan CPNS baru yang mulai aktif bertugas sejak seminggu lalu. Mereka Nampak sangat bersemangat dengan penempatan pertamanya.
Seorang CPNS terlihat tengah berkonsultasi dengan Kepala Subbagian Umum di back office.

Penempatan Pertama


KPPN Tanjung Redeb merupakan KPPN tipe A2, berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Perjalanan dengan mobil dari Tanjung Redeb ke Tanjung Selor (Ibukota Kaltara) memakan waktu sekitar 3 jam.
Instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) itu berdiri sejak tahun 2001. Entah kenapa sejak dulu, kantor ini menjadi kawah candradimuka alias tempat pendadaran insan DJPb. Sudah belasan angkatan lulusan STAN yang mengalami penempatan pertama di sini. Dua tahun terakhir, saya telah menerima 3 gelombang pelaksana. Pertama bulan Oktober 2018, kedua bulan Juni 2019, dan terakhir bulan September 2020.

Promosi Pertama


Selain sebagai lokasi penempatan pertama para pelaksana, unit kerja ini juga langganan sebagai tempat promosi bagi pejabat eselon IV maupun eselon III.
Saya promosi sebagai Kepala KPPN Tanjung Redeb sejak Mei 2018. Sebelumnya, saya bertugas sebagai kepala Seksi Pembinaan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD) pada Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur. Bimbingan Kepala Kanwil selaku atasan langsung sangat membantu dalam pelaksanaan tugas. Salah satu tool yang sangat penting adalah adanya “Program 100 Hari Kepala KPPN” yang sangat detail dan menjafi pegangan Kepala KPPN.
Dari 4 pejabat pengawas, terdapat 2 orang yang baru promosi, yaitu Kepala Seksi Bank dan Kepala Subbagian Umum. Pejabat baru ini diberi pelatihan Pembekalan Pejabat Pengawas.
Yang membuat saya terkesan, Bapak Heru Pudyo Nugroho (saat ini menjabat Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat), dahulu promosi sebagai Kepala Seksi Bank di sini. Semoga karier saya nanti secemerlang beliau…(para pembaca yang budiman, tolong di-aamiin-kan ).

 

Antisipasi Penyebaran Covid-19


Sebulan yang lalu, seluruh pegawai dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) kami telah di tes covid di RSUD Berau, dengan hasil non-reaktif. Selain itu aneka sarpras dan protap covid telah dijalankan dan dilaporkan secara periodik ke kantor pusat.
Menerima pegawai baru di tengah pandemi covid-19 tentu harus dipersiapkan agar aman dan mematuhi prosedur yang ditetapkan DJPb. Terdapat 4 CPNS yang akan hadir. Mereka tidak datang secara bersamaan. Yang pertama mendarat di Bandara Kalimarau pada hari Sabtu tanggal 19 September 2020 dengan didampingi kedua orang tuanya. Mereka dijemput oleh driver KPPN dan langsung dibawa ke klinik untuk tes covid. Selanjutnya diantar ke hotel untuk menjalani isolasi mandiri. Demikian seterusnya hingga seluruh CPNS lengkap berada di Tanjung Redeb.
Secara resmi keempat pegawai bertugas di KPPN terhitung mulai tanggal 28 September 2020 yang ditandai dengan penyelesaian Surat Keterangan Melaksanakan Tugas (SPMT).

 

Teamwork yang Solid


Sebagaimana saya tanamkan pada seluruh pegawai KPPN, bahwa pelaksanaan tugas selama ini berdasar teamwork alias bekerja dalam tim karena keterbatasan jumlah pegawai. Dulu jumlah kami hanya 13 orang. Pegawai harus bersedia mempelajari peraturan dan pekerjaan semua seksi untuk mengantisipasi pelaksanaan pekerjaan jika ada yang cuti, sakit, dinas luar, atau sedang diklat.. Misalnya: Adam (28 tahun) merupakan Bendahara. Ia meliliki sertifikat Treasury Management representative (TMR), dan sertifikat Trainer SAKTI. Adam mampu bertindak selaku Customer Service Officer (CSO) serta menggantikan tugas pelaksana Seksi Bank.


Contoh yang lain, Rengga (22 tahun), dalam kontrak kinerjanya dia adalah pelaksana subbagian umum khususnya urusan pengelolaan kinerja. Namun dalam kesehariannya dia merupakan supervisor, admin kepegawaian, Duta Transformasi Kelembagaan, operator Barang Milik Negara (BMN), admin media sosial KPPN, dan Trainer SAKTI.


Kualitas para pelaksana jebolan KPPN Tanjung Redeb tak usah diragukan lagi. Tiga pelaksana kami telah lolos saringan pelaksana bertalenta bidang IT yang dilaksanakan kantor pusat tahun 2019.


Selama 29 bulan ini, ketangguhan tim KPPN juga telah teruji dengan mampu menyelesaikan serangkaian kegiatan yang diamanatkan, meliputi: Sertifikasi ISO 9001-2015 (tahun 2018), Akselerasi Zona Integritas Menuju WBK/WBBM (tahun 2018), Kantor Pelayanan Terbaik (tahun 2019), Lulus WBK (tahun 2019) Lomba Implementasi Pengarusutamaan Gender/PUG (tahun 2019 dan 2020), Penilaian akhir WBBM (tahun 2020), serta ditunjuk selaku peserta audit Surveillance ISO 9001-2015.


Memang nyata bahwa KPPN Tanjung Redeb merupakan kawah candradimuka para insan DJPb agar menjadi pegawai yang tangguh dan bermutu. Bravo DJPb !!



Identitas Penulis:
Nama Martina Sri Mulyani

Unit Kerja KPPN Tanjung Redeb

 

Disclaimer Tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak mewakili pandangan organisasi.

Copyright ©2024 ASEAN Treasury Forum - All Rights Reserved By DJPb.



Search